Ini Dampak COVID-19 pada Pedagang di Loksem dan Lokbin Jakarta Barat

Bisnis

Ini Dampak COVID-19 pada Pedagang di Loksem dan Lokbin Jakarta Barat

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB DKI Jakarta yang diterapkan untuk menekan penyebaran COVID-19 di Ibu Kota tak dipungkiri juga berdampak para pengusaha, khususnya mereka yang masuk ke dalam kategori Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dampak ini bisa terlihat dari pedagang yang membuka lapaknya di lokasi sementara (loksem) dan lokasi binaan (lokbin). Pasalnya, hampir setengah dari total pedagang di sana terpaksa menutup lapaknya akibat efek pandemi COVID-19.

Kabar tersebut disampaikan Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Sudin PPKUKM) Jakarta Barat. Para pedagang yang terkena dampak COVID-19 ini tersebar di 40 lokasi loksem dan lima lokasi lokbin di Jakarta Barat dengan salah satu faktor yang memicunya adalah sepinya pembeli.

Ini Dampak COVID-19 pada Pedagang di Loksem dan Lokbin Jakarta Barat

Kami perkirakan 40 persen pedagang pada lokasi sementara dan lokbin yang tidak berdagang,” ujar Kepala Sudin PPKUKM Jakarta Barat Nuraini Sylviana, sebagaimana dikutip dari barat.jakarta.go.id (12/5/2020). Ia mengindikasikan bahwa mayoritas pedagang itu menutup sementara usahanya karena memang adanya pemberlakuan PSBB DKI Jakarta yang hanya memperbolehkan 11 sektor usaha yang masih boleh melakukan aktivitasnya.

Nurani menyebut, dari lima lokbin yang ada di wilayahnya, hampir semua pedagang sudah menutup lapaknya dengan hanya satu kategori pedagang saja yang masih bertahan hingga kini. “Cuma pedagang sayur yang ada di lokbin Meruya, Bangun Nusa, dan Rawa Buaya. Kalau lokbin Taman Kota Intan tutup, lantaran tak ada pembeli. Untuk loksem, paling yang dagang hanya pelaku usaha makanan dan minuman, itu pun harus take away,” tambahnya.

[Baca Juga: Langgar PSBB, Belasan Tempat Usaha Jakarta Barat dapat Surat Teguran]

Hal ini sebenarnya bukan hanya terjadi di Jakarta Barat saja. Pasalnya, dampak COVID-19 dan PSBB DKI Jakarta ini juga sebenarnya terasa oleh belasan ribu pelaku usaha UMKM di berbagai lokbin dan loksem Ibu Kota. Hal ini dibenarkan Dinas PPKUM DKI Jakarta.

Sebagaimana dilansir dari republika.co.id (11/5/2020) Pelaksana Tugas Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo menyebut, berdasarkan pendataan pihaknya, dampak COVID-19 ini dirasakan oleh sekitar 13.336 pedagang binaan yang menempati 20 lokbin dan 201 lokasi sementara. Dengan sekitar 6.594 atau sekitar 29 persen yang terpaksa menutup sementara lapak usahanya.

[Baca Juga: Elemen Pemerintahan Jakarta Barat Tindak Pelanggar PSBB]


Read More

Artikel Lainnya

Tak Sampai Rp2 Juta! Redmi 10A Resmi Hadir di Indonesi a.jpg

Hobi dan Hiburan

Tak Sampai Rp2 Juta! Redmi 10A Resmi Hadir di Indonesia

20 May 2022, 18:40

Xiaomi Indonesia secara resmi meluncurkan produk entry-level mereka yang terbaru dengan kehadiran Redmi 10A.

East Ventures Suntik Pendanaan Awal ke Startup Pendidikan MySkill.jpg

Bisnis

East Ventures Suntik Pendanaan Awal ke Startup Pendidikan MySkill

20 May 2022, 16:37

Startup yang berfokus meningkatkan skill para pencari kerja di Tanah Air, My Skill, disebut meraih pendanaan awal dari East Ventures.

Sampai 29 Mei 2022, Toys Kingdom Gandaria City Adakan Diskon Hingga 90 %.jpg

Bisnis

Sampai 29 Mei 2022, Toys Kingdom Gandaria City Diskon Hingga 90%

20 May 2022, 14:36

Bagi Anda yang berniat membelikan mainan untuk buah hati maka bisa memanfaatkan momen Crazy Sale di Toys Kingdom Mall Gandaria City.

CFD Akan Kembali Digelar di Wilayah Ibu Kot a.jpg

Berita Kawasan

CFD Akan Kembali Digelar di Wilayah Ibu Kota

20 May 2022, 11:34

Pemprov DKI Jakarta mengumumkan akan melakukan uji coba penerapan CFD alias Hari Bebas Kendaraan Bermotor di wilayahnya pada akhir pekan ini.


Comments


Please Login to leave a comment.