Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

Seperti yang sudah diwartakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Bandung memaparkan bahwa berdasarkan data yang mereka miliki dari tahun 1991-2021, tercatat ada 12.538 kasus yang ditemukan dengan 5.843 di antaranya berstatus sebagai warga Kota Kembang yang terjangkit HIV/AIDS dengan 407 kasus di antaranya merupakan mereka yang masih berstatus sebagai mahasiswa. Bahkan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik di antara ribuan kasus tersebut ada sekitar 78 kasus dengan kategori anak-anak. Melihat kondisi ini, pakar Universitas Padjadjaran (Unpad) angkat suara dan memberikan masukannya terkait pencegahan HIV/AIDS.

Pandangan ini disampaikan oleh Ahli Psikiatri Fakultas Kedokteran Unpad dr. Teddy Hidayat, Sp. KJ (K). Ia mengungkapkan bahwa banyaknya temuan kasus HIV/AIDS saat ini bila dibandingkan 10 tahun yang lalu sebenarnya terdapat perbedaan. Pasalnya, dulu kebanyakan kasus yang terjadi dipicu akibat jarum suntik sedangkan saat ini lebih ke arah aktivitas hubungan seksual yang berisiko sehingga ini dipandang lebih sulit pengendalian penularannya.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV AIDS.jpg

Namun tentu saja penyakit ini tetap harus dicegah penularannya, khususnya di lingkungan kampus dan menurut Teddy apa yang harus difokuskan adalah transmisinya sendiri. “Apa yang bisa dilakukan? Changes behavior itu nomor satu,” tegasnya dalam kajian Syamil x LDF Mengenal Ancaman HIV/AIDS di Sekitar Kita/Kehidupan Mahasiswa yang digelar secara daring, sebagaimana dikutip dari Unpad.ac.id (23/9/2022).

Lantas behavior apa yang harus diubah? Teddy mengungkapkan, pencegahan sedari dini sangatlah penting dan ini bisa dilakukan dengan menghilangkan pandangan rasa ingin tahu yang besar atau merasa diri hebat sehingga berani melakukan aktivitas seksual. Selain itu, para mahasiswa harus menolak jika mendapatkan desakan teman atau pacar terkait aktivitas yang berpotensi memicu transmisi HIV/AIDS tersebut.

[Baca Juga: Kasus HIV/AIDS di Jateng Tinggi, Karang Taruna Jadi Sarana Kampanye]

Kemudian dari sisi orangtua, Teddy juga memberikan tips yang di mana ia meminta agar pola asuh serta pola didik dari orangtua dapat mencegah munculnya perilaku yang berisiko. Sehingga peran orangtua sangat penting di rumah untuk melihat behavior dari anak-anak mereka. “Kalau ingin generasi berikutnya lebih kuat, kepribadian itu dibentuk lima tahun pertama kehidupan. Oleh Karena itu pada saat itulah sebenarnya kita harus mulai intervensi,” tambah pakar Unpad itu.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.

Ini Gerai yang Pertama Kali Kenalkan Batagor di Kota Bandun g.jpg

Kuliner

Ini Gerai yang Pertama Kali Kenalkan Batagor di Kota Bandung

22 September 2022, 16:58

Jika Anda berencana wisata kuliner ke Kota Bandung, jangan lupa kunjungi lokasi kuliner satu ini yang disebut-sebut sebagai tempat ‘lahirnya’ batagor di Kota Kembang


Comments


Please Login to leave a comment.