Ini Penjelasan Karantina, Isolasi Diri, dan Social Distancing

Kesehatan

Ini Penjelasan Pengertian Karantina, Isolasi Diri, dan Social Distancing

Di Indonesia, angka kematian akibat infeksi Virus Corona jenis baru, yaitu SAR-CoV-2 semakin mengkhawatirkan. Pandemi COVID-19 memunculkan kata karantina, isolasi diri, dan social distancing atau pembatasan sosial. Beberapa upaya dalam mencegah penyebaran virus yang semakin meningkat ini adalah dengan mengisolasi diri, karantina, dan social distancing.

Hal ini tentu akan berdampak pada penanganan tim medis yang menjalani pemeriksaan pasien dengan jumlah yang sedikit. Apa maksud dari ketiga upaya pencegahan penyebaran Virus Corona ini dan bagaimana melakukannya? Berikut penjelasannya.

Agar Tidur Lebih Nyenyak, Jangan Letakkan 5 Hal Ini di Kamar Tidur

1) Karantina dan Pemantauan Diri

Pemantauan diri, yaitu dengan cara memeriksa suhu tubuh secara teratur dan mengawasi tanda-tanda penyakit pernapasan, seperti demam, batuk atau sesak napas termasuk membatasi interaksi dengan orang lain.

Sedangkan karantina, dapat dilakukan pada orang yang berisiko terinfeksi, tidak memiliki gejala, tapi memiliki peluang lebih tinggi untuk terpapar. Misalnya seperti, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau yang mengkarantina diri karena istrinya dinyatakan positif virus setelah kembali dari perjalanan ke Inggris.

Tujuan dari karantina ini adalah untuk menjaga orang-orang yang telah terpapar, atau yang mungkin telah terpapar, menjauhi keramaian selama masa inkubasi COVID-19, yaitu 14 hari lamanya meskipun gejala dapat muncul dalam beberapa hari setelah terpapar.

[Baca Juga: Kala Social Distancing Ini Hal yang Harus Dilakukan]

Melansir laman npr.org (19/03/2020). Karantina berarti tinggal di rumah dan menjauhi orang lain selama 14 hari. Orang-orang dalam keadaan ini harus mendapatkan area terpisah di rumah. Tidak hanya itu, sebaiknya juga menghindari tempat tidur yang sama dengan anggota keluarga lain. Seperti yang dikatakan Direktur Eksekutif American Public Health Association, Dr. Georges Benjamin. "Jangan tidur di kamar yang sama dengan anggota keluarga lain dan coba gunakan toilet terpisah," ucapnya.

Bila selama karantina mengalami demam, batuk atau sesak napas, segera hubungi dokter untuk mengetahui apa yang harus dilakukan.

Ini Penjelasan Karantina, Isolasi Diri, dan Social Distancing Biohazard Suit

2) Isolasi Diri

Orang yang didiagnosis COVID-19 harus diisolasi. Benjamin mengatakan, isolasi adalah ketika Anda sakit, baik di rumah atau di rumah sakit. Bila isolasi di rumah sakit, maka staf medis akan memakai perlengkapan yang lebih protektif. Selain itu, orang yang terisolasi akan diminta untuk mengenakan masker ketika meninggalkan kamar mereka atau bepergian dari rumah ke fasilitas medis untuk mencoba mencegah penyebaran tetesan yang mungkin mengandung virus.

Kala Social Distancing, Ini Hal yang Harus Dilakukan

3) Social Distancing

Social distancing atau pembatasan sosial yaitu menghindari orang banyak, tidak berjabat tangan, dan berdiri beberapa meter dari orang lain. Dan, yang paling penting, tetap tinggal di rumah jika Anda merasa sakit.

Profesor di departemen kesehatan global di Milken Institute School of Public Health di George Washington University Christopher Mores menyarankan untuk menghentikan berjabat tangan dan menjaga jarak dengan orang lain. Lalu, bila Anda masih bekerja di kantor lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dari pada angkutan umum.

[Baca Juga: Ketahui Protokol Isolasi Diri Sendiri dalam Penanganan COVID-19]

Ketika Sehat, Apa yang Harus Dilakukan? Wakil dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg Josh Sharfstein mengatakan, seseorang yang terinfeksi virus tapi tidak menunjukkan gejala sakit, kemungkinan bisa menularkan infeksi kepada orang lain, termasuk orang tua, tetangga, atau orang-orang di dalam bus. Beberapa dari orang-orang itu, bisa saja berakhir di rumah sakit.

"Ini adalah kondisi yang mungkin tidak menimbulkan ancaman bagi individu tetapi ancaman bagi masyarakat," ucap Sharfstein.


Read More

Artikel Lainnya

OneRepublic Hingga MWAM Akan Tampil di Woke Up Fest 202 3.jpg

Hobi dan Hiburan

OneRepublic Hingga MWAM Akan Tampil di Woke Up Fest 2023

28 September 2022, 16:11

Konser internasional Woke Up Fest 2023 yang menampilkan musisi ternama dari berbagai negara diumumkan akan digelar pada Februari 2023 di Istora Senayan Jakarta.

Manggung di JIS, Dewa 19 Full Team Siap Tampil di Jakarta.jpg

Hobi dan Hiburan

Manggung di JIS, Dewa 19 Full Team Siap Tampil di Jakarta

28 September 2022, 14:08

Setelah tampil di Candi Prambanan dan mengumumkan konser di Solo, konser Dewa 19 full team yang lengkap dengan anggota serta mantan anggotanya kali ini melirik JIS sebagai venue konser selanjutnya.

Melalu Menanti, Aldiv Rilis Single Ketiganya.jpg

Hobi dan Hiburan

Melalui Menanti, Aldiv Rilis Single Ketiganya

28 September 2022, 12:06

Penyanyi solois pria Aldiv kembali menunjukkan eksistensinya di blantika musik Tanah Air dengan single Menanti.

Kolaborasi dengan Free Fire, Maybelline Luncurkan Lip Cream Edisi Khusu s.jpg

Kecantikan dan Fashion

Kolaborasi dengan Free Fire, Maybelline Luncurkan Lip Cream Edisi Khusus

27 September 2022, 16:37

Maybelline baru-baru ini meluncurkan lipcream Superstay Matte Ink dengan delapan shade warna yang terinspirasi dari empat karakter perempuan di mobile game Free Fire.


Comments


Please Login to leave a comment.