Singkat, Hikmad dan Padat

Berita Kawasan

Ini Regulasi Bagi Warga Bandung yang Ingin Nikah Saat PSBB

Bagi yang telah merencanakan pernikahan dari jauh-jauh hari namun urung terlaksana karena pandemi COVID-19 kini bisa bernapas lega. Pasalnya saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini memperbolehkan warganya untuk melangsungkan pernikahan di tengah pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pelu diketahui, Pemkot Bandung kini resmi menetapkan kebijakan PSBB dengan skema proporsional. Meski tidak seketat peraturan PSBB pada umumnya, namun tetap saja ada regulasi yang harus dipatuhi masyarakat selama pemberlakuan PSBB proposional. Seperti halnya terkait dengan menggelar acara pernikahan.

[Baca Juga: Kota Bandung Terus Berkomitmen Tingkatkan Layanan Bagi Lansia]

Dalam aturan PSBB proporsional yang tertuang dalam Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 32 tahun 2020, perubahan ketiga atas Perwal nomor 21 dan 29 tahun 2020 tentang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 di Kota Bandung, kegiatan pernikahan diperbolehkan untuk dilaksanakan asalkan hanya berupa akad nikah dan tanpa resepsi.

Live Streaming Akad dan Resepsi

Dalam Pasal 19 ayat 3 disebutkan bahwa pelaksanaan kegiatan pernikahan dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) atau Kantor Catatan Sipil. Hanya keluarga inti saja yang diperbolehkan hadir dalam pernikahan tersebut dengan jumlah maksimal 10 orang.

Selain itu, para keluarga yang hadir juga harus mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan seperti penggunaan masker, serta melakukan physical distancing dengan rentang 2 meter. Bahkan akad nikah pun harus dilaksanakan seefisien mungkin. Sementara untuk resepsi pernikahan yang mengundang keramaian, Pemkot Bandung pun belum bisa memberikan izin dan mengimbau untuk menunda sampai waktu yang tidak ditentukan.

[Baca Juga: Mal di Kota Bandung Siap Kembali Dibuka. Apa Syaratnya?]

Selain pernikahan, dalam perwal yang ditandatangani wali kota Bandung Oded M. Danial pada 30 Mei lalu juga memperbolehkan acara sosial budaya lainnya seperti khitanan. Namun, sama seperti gelaran pernikahan, khitanan hanya boleh dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan tanpa resepsi syukuran.

Acara syukuran juga tidak boleh mengundang keramaian. Melainkan hanya dihadiri oleh keluarga inti dengan menerapkan protokol kesehatan.


Read More

Artikel Lainnya

Karedok Jadi Metode Penguatan Literasi untuk Anak Sekolah di Jakarta Utar a.jpg

Pendidikan

Karedok Jadi Metode Penguatan Literasi untuk Anak Sekolah di Jakarta Utara

09 December 2022, 15:51

Pemkot Jakarta Utara memiliki program bernama Karedok yang pada dasarnya menggabungkan kegiatan edukatif seru untuk menguatkan literasi bagi anak-anak sekolah di wilayahnya.

Suasana Kemeriahan Natal 2022 Terlihat di Kota Sol o.jpg

Berita Kawasan

Suasana Kemeriahan Natal 2022 Terlihat di Kota Solo

09 December 2022, 13:49

Sejak awal Desember 2022, suasana perayaan Natal sudah bisa dilihat di Kota Solo dengan lampu-lampu yang menghiasi jalan bahkan dibentuk ala pohon Natal.

Mulai Dijual Hari Ini, Infinix Note 12 2023 Dibanderol dari Rp2,6 Jutaa n.jpg

Bisnis

Mulai Dijual Hari Ini, Infinix Note 12 2023 Dibanderol dari Rp2,6 Jutaan

09 December 2022, 11:46

Infinix Indonesia pada pekan ini secara resmi meluncurkan Note 12 2023 dan sudah bisa dibeli dalam momen first sale pada hari ini 9 Desember 2022.

Cianjur Berduka, Tim Fakultas Keperawatan Unpad Berikan Layanan untuk Korban Gem pa.jpg

Kesehatan

Cianjur Berduka, Tim Fakultas Keperawatan Unpad Berikan Layanan untuk Korban Gempa

08 December 2022, 15:41

Selama tiga hari, relawan dari Fakultas Keperawatan Unpad berada di lokasi posko korban gempa Cianjur untuk memberikan layanan kesehatan fisik dan mental bagi para korban.


Comments


Please Login to leave a comment.