Ini Rekomendasi LIPI untuk Beradaptasi dengan Covid-19

Kesehatan

Ini Rekomendasi LIPI untuk Beradaptasi dengan Pandemi

Sejumlah negara mulai kembali membuka sekolah dan tempat-tempat usaha setelah mengakhiri masa pembatasan mobilitas wilayah atau karantina wilayah yang sebelumnya diberlakukan untuk mencegah penularan COVID-19. Beberapa negara tersebut yakni seperti Jerman, Korea Selatan dan Vietnam. Meski demikian, pencabutan status karantina wilayah bukan berarti pandemi COVID-19 telah berakhir.

“Kami ingin menekankan kembali bahwa pelonggaran pembatasan bukanlah akhir dari epidemi di negara manapun,” Kata Director-General World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus dilansir dari laman un.org (20/5/2020).

Ini Rekomendasi LIPI untuk Beradaptasi dengan Covid-19

Di satu sisi, kehidupan masyarakat terus berjalan. Namun, vaksin untuk menangani COVID-19 pun diprediksi belum dapat tersedia sampai tahun 2021. Terkait hal ini, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Laksana Tri Handoko mengatakan, masyarakat perlu beradaptasi sampai vaksin dan imunisasi massal dilakukan.

“Sampai vaksin ditemukan dan imunisasi massal dilakukan masyarakat harus beradaptasi dengan COVID-19 melalui mitigasi yang terkontrol dan terukur berbasis data,” kata Handoko, dilansir dari laman lipi.go.id (20/5/2020).

[Baca Juga: Survei LIPI Temukan 30 Persen Korban PHK Lulusan Sarjana]

Lebih lanjut, Handoko merekomendasikan setidaknya ada enam cara bagi masyarakat untuk beradaptasi dengan COVID-19.

  1. Kontrol dan mitigasi yang terukur untuk mengaktifkan aktivitas ekonomi masyarakat. “Fokusnya di screening massal di simpul mobilitas publik berbasis Rapid Diagnostic Test atau RDT dan uji Polymerase Chain Reaction atau PCR di lokasi kerumunan permanen seperti rumah sakit, sekolah dan kampus, dan perkantoran serta industri,” jelas Handoko.
  2. Data akurat, masif dan terukur untuk menangani Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Pasien positif dan keluarganya harus menjalani masa isolasi dan karantina serta melakukan disinfeksi di lokasi tempat tinggalnya. “Untuk pasien positif dari masyarakat berpenghasilan rendah, keluarganya ditetapkan sebagai penerima bantuan sosial,” jelasnya.
  3. Protokol utama penanganan COVID-19 perlu diperketat. Caranya yaitu seperti kewajiban memakai masker di semua lokasi dan kondisi, jaga jarak saat beraktivitas, serta menjaga kebersihan dan strerilisasi. “Bila perlu dilakukan dengan mekanisme pemberian denda bagi yang melanggar,” terang Handoko.
  4. Pengerahan seluruh infrastruktur dan SDM untuk meningkatkan kapasitas uji berbasis RDT dan PCR. Pelaksanaannya pun perlu dilakukan secara menyeluruh mulai dari pengadaan nasional untuk RDT dan test kit PCR dari sumber teruji, serta rekrutmen SDM untuk operator swab, ekstraksi sampel, dan analisis hasil uji. “Alat PCR yang ada di seluruh instansi dan kampus dikelola secara terpadu sehingga distribusi sampel dapat diatur dengan baik dan hasil cepat keluar,” ujar Handoko.
  5. Pembentukan tim pakar yang terdiri dari praktisi dan ilmuwan di sektor terkait dan ahli epidemiologi untuk setiap sektor. Tim ini berfungsi untuk mengevaluasi dan memberi rekomendasi teknis lebih lanjut secara berkala. “Sehingga rekomendasinya berbasis data dan perkembangan sains dengan didukung rekayasa teknologi untuk mendukung implementasi,” ungkapnya.
  6. Perlu adanya penguatan ketahanan dengan mempercepat riset yang terkait dengan konten lokal. Cara ini mencakup pengembangan suplemen penguat imunitas tubuh dari bahan alam lokal, karakteristik biologi virus SARS-CoV2, pembuatan bahan dan test kit uji PCR lokal, metode baru uji virus secara molekuler.

Menurutnya, riset tersebut lebih murah dan mudah dilakukan di berbagai fasilitas. Selain itu, dilakukan pula pengembangan Rapid Diagnostic Test lokal, dan pengembangan alat sterilisasi barang berbasis disinfektan untuk area publik. “Juga penciptaan model bisnis baru untuk UMKM melalui teknologi tepat guna berbasis riset, sehingga bisa menjangkau pasar yang lebih luas dengan daya tahan lebih lama,” tutup Handoko.

Read More

Artikel Lainnya

Hari Ulang Tahun Kota Bogor Dirayakan Via Konferensi Video .jpg

Berita Kawasan

Hari Ulang Tahun Kota Bogor Dirayakan Via Konferensi Video

06 June 2020, 13:00

Di ulang tahun ke 538, Hari Jadi Bogor dirayakan dengan sederhana tak seperti biasanya karena terselenggara di tengah pandemi.

berjalan tertib, begini prosedur rapid test di sukolilo2.jpg

Berita Kawasan

Berjalan Tertib, Begini Prosedur Rapid Test di Sukolilo

06 June 2020, 12:00

Sepekan sudah uji cepat dan uji swab dilakukan di penjuru Surabaya. Pelaksanaan relatif berlangsung tertib, seperti yang terjadi di kawasan Terminal Keputih Sukolilo.

Kota Bekasi Perpanjang PSBB Kembali Hingga 2 Juli .jpg

Berita Kawasan

Kota Bekasi Perpanjang PSBB Kembali Hingga 2 Juli

06 June 2020, 11:00

Sembari menjalankan masa new normal, Kota Bekasi kembali memperpanjang masa PSBB selama 28 hari

Begini Caranya Atasi Wajah Berminyak Secara Alami Lidah Buaya

Berita Kawasan

Baru! Kota Malang Ciptakan Kampung Aloe vera di Masa Pandemi COVID-19

06 June 2020, 10:46

Kampung Aloe vera diinisiasi Pertamina Fuel Terminal Malang melalui Program Coorporate Social Responsibility (CSR) yang bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)


Comments


Please Login to leave a comment.