Ini Saran untuk Keluarga Penyandang Autisme di Kala Social Distancing

Kesehatan

Ini Saran untuk Keluarga Penyandang Autisme di Kala Social Distancing

Dalam momen peringatan Hari Kesadaran Austisme sedunia yang jatuh pada 2 April, dunia juga tengah dirundung oleh bayangan penyebaran Virus Corona pemicu penyakit COVID-19. Di mana semuanya harus melakukan social distancing sampai isolasi diri agar tak terpapar virus bernama SARS-CoV-2 itu. Hal ini sebenarnya sangat mempengaruhi para penyandang autisme. Karena salah satu hal yang paling mengganggu mereka adalah terjadinya perubahan terhadap pola kehidupan sehari-hari.

Seorang pria asal Inggris bernama Richie Smith yang juga seorang penyandang Austism Spectrum Disorder atau ASD sangat memahami kondisi ini. Namun di sisi lain, ia juga menyadari harus melakukan social distancing dan berusaha tak meninggalkan rumahnya demi menekan penyebaran Virus Corona.

Ini Saran untuk Keluarga Penyandang Autisme di Kala Social Distancing

“Salah gejala autisme adalah Anda tidak suka perubahan dalam rutinitas Anda. (Social distancing) adalah perubahanan budaya besar-besaran untuk seorang penyandang autisme, serasa hidup saya terhenti,” ungkap pria yang kerap melakukan kunjungan ke berbagai sekolah di kawasan North East Inggris itu dalam usaha meningkatkan kesadaran mengenai autisme, sebagaimana dikutip dari shieldsgazette.com (26/3/2020).

Smith tidak memungkiri bahwa kondisi ini buka hanya sulit bagi para ASD tapi juga keluarga yang merangkulnya. Namun ia menyarankan agar bagi orangtua yang memang memiliki buah hati menyandang autisme maka momen ini waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama mereka dan mendengarkan mereka.

[Baca Juga: 5 Sekolah untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Jakarta]

“Semua orang berbeda. Orangtua harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mendorong anak-anak mereka menggunakan suaranya. Ini kesempatan yang bagus untuk belajar dari anak-anak mereka dan waktu keluarga ini dapat mendekatkan semuanya,” ujarnya.

Karena pola berpikir penyandang autisme berbeda, menurut Smith sangat tidak baik bagi mereka untuk melihat atau mendengar berita mengenai isu COVID-19. Karena mereka akan menanggapinya dengan sungguh-sungguh. Jadi jika anak Anda ASD dan harus tidak sekolah karena social distancing, maka jelaskan kepada mereka kondisinya tanpa memberikan kekhawatiran mengenai kondisi keuangan atau hal lainnya yang dapat mengganggu mereka.

[Baca Juga: Mengenal, Memahami, Mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus]

Smith melanjutkan, menurutnya ada baiknya jika di rumah Anda juga terdapat area khusus bagi buah hati. Di mana mereka bisa merasa aman dengan berbagai barang yang mereka sukai tanpa mengkhawatirkan untuk keluar dari rumah. Terakhir saran darinya adalah membangun sesuatu yang baru tapi tanpa meninggalkan konsep yang lama, contohnya permainan yang disukai buah hati Anda.

“Ambil pendekatan baru dan buat rutinitas baru, ambil elemen dari yang lama tapi ditambah dengan struktur baru. Maka Anda akan memiliki sesuatu jika Anda berada dalam situasi seperti ini lagi,” tambah penulis buku The Art of Weeing in the Sink itu.

Read More

Artikel Lainnya

Ganjar Minta Mahasiswa Ikut Edukasi Masyarakat Tentang Pandemi Covid-19.jpeg

Pendidikan

Ganjar Minta Mahasiswa Ikut Edukasi Masyarakat Tentang Pandemi

02 June 2020, 21:00

Mahasiswa dapat membantu masyarakat mulai mengedukasi, pendataan hingga menggerakkan ekonomi masyarakat desa.

Mulai 12 April, Pengguna Transportasi Umum Jakarta Wajib Pakai Masker

Bisnis

Selain Masalah Protokol Kesehatan, Ini Tantangan Transportasi Umum Di Masa New Normal

02 June 2020, 20:28

Bila nantinya wacana new normal ini benar-benar diterapkan, maka perlu kesiapan dalam pengaktifan transportasi umum di Ibu Kota.

Atasi Gerah di Rumah Tanpa AC_1.jpg

Properti dan Solusi

Atasi ‘Gerah’ di Rumah Tanpa AC dengan Cara Ini

02 June 2020, 20:23

Selain menggunakan AC, cara berikut dapat dipraktikkan agar tidak merasa kepanasan di dalam rumah.

Masa Transisi di Malang, Karyawan Boleh Tetap Kerja dari Rumah

Berita Kawasan

Masa Transisi di Malang, Karyawan Boleh Tetap Kerja dari Rumah

02 June 2020, 20:00

Selama masa pandemi COVID-19, perusahaan dapat menentukan pekerja yang perlu bekerja di kantor atau bekerja dari rumah.


Comments


Please Login to leave a comment.