Ini Sejarah Hantavirus, Sebelum Virus Tersebut Menyerang China

Kesehatan

Ini Sejarah Hantavirus, Sebelum Virus Tersebut Muncul di China

Orang-orang mulai panik setelah dikabarkan China kembali diserang virus mematikan. Itu terjadi setelah seorang penumpang yang meninggal di bus di China telah dites positif terkena virus yang sama sekali berbeda dari COVID-19, tapi dengan gejala sesak napas yang sama.

Korban tak dikenal dari provinsi Yunnan meninggal ketika di dalam bus sewa menuju tempat kerjanya di provinsi Shandong, seperti dikutip dari Global Times yang dikelola pemerintah China lewat akun Tweet-nya (24/3/2020).

Namun, para ahli dengan cepat menunjukkan bahwa itu bukan virus baru, dan hampir tidak ada penularan antarmanusia. “Hantavirus pertama kali muncul pada 1950-an dalam perang Amerika-Korea di Korea (sungai Hantan). Ini menyebar dari tikus / binatang pengerat jika manusia menelan cairan tubuh mereka. Penularan manusia-manusia jarang terjadi,” tulis ilmuwan asal Swedia Dr. Sumaiya Shaikh langsung menjelaskan, juga lewat akun Twitter di hari yang sama.

"Tolong jangan panik, kecuali kamu berencana untuk makan tikus," dia menekankan.

Ini Sejarah Hantavirus, Sebelum Virus Tersebut Menyerang China

Sejarah Virus

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan hantavirus jarang terjadi, tapi memiliki persentase kematian cukup tinggi, yaitu 38 persen. Penyakit yang menyerang paru-paru ini juga pernah diberitakan secara nasional di AS pada 1995, tetapi belum ada kasus yang diketahui menular antar manusia.

Berawal pada Mei 1993, ketika AS mengalami wabah penyakit paru-paru yang tidak dapat dijelaskan. Tepatnya terjadi di Amerika Serikat bagian Barat Daya, New Mexico, Colorado dan Utah. Seorang lelaki muda Navajo yang sehat secara fisik yang menderita sesak napas, lalu dilarikan ke rumah sakit di New Mexico dan meninggal dengan sangat cepat.

[Baca Juga: Cara Ampuh Mengusir Tikus Curut di Rumah]

Sejak kasus tersebut terjadi, Kantor Investigasi Medis New Mexico OMI mencoba menemukan pasien yang menderita penyakit serupa. Dalam beberapa jam, dr. Bruce Tempest dari Layanan Kesehatan India (IHS) yang bekerja dengan Kantor Investigasi Medis New Mexico OMI, telah menemukan lima orang muda yang sehat, semuanya meninggal setelah mengalami gagal pernapasan akut.

Ini Sejarah Hantavirus, Sebelum Virus Tersebut Menyerang China

Para Peneliti Mulai Meneliti Virus Baru

Melansir cdc.gov (26/03/2020). Serangkaian tes laboratorium gagal mengidentifikasi kematian yang disebabkan oleh penyakit yang diketahui seperti wabah pes. Sampel jaringan dari pasien yang mendapatkan penyakit dikirim ke CDC untuk analisis lengkap. Ahli virologi di CDC menggunakan beberapa tes, termasuk metode baru untuk menentukan gen virus pada tingkat molekuler dan mampu menghubungkan sindrom paru dengan virus, khususnya jenis hantavirus yang sebelumnya tidak diketahui.

[Baca Juga: Leptospirosis Penyakit yang Berkembang Saat Banjir]

Para peneliti tahu bahwa semua hantavirus yang dikenal lainnya ditransmisikan ke manusia oleh tikus dan binatang pengerat lain. Untuk itu, OMI menjebak sebanyak mungkin spesies tikus. Di antara tikus yang terperangkap, tikus rusa (Peromyscus maniculatus) ditemukan menjadi inang utama untuk jenis hantavirus yang sebelumnya tidak diketahui. Sekitar 30 persen dari tikus rusa yang diuji menunjukkan bukti infeksi hantavirus. Tes juga menunjukkan bahwa beberapa jenis hewan pengerat lainnya terinfeksi, walaupun jumlahnya lebih sedikit.

Ini Sejarah Hantavirus, Sebelum Virus Tersebut Menyerang China

Penyakit Hantavirus Pulmonary Syndrome atau HPS

Institut Penelitian Medis Angkatan Darat Amerika Serikat untuk Penyakit Menular (USAMRIID) juga mengembangkan temuan virus dari seseorang di New Mexico yang menderita penyakit tersebut dan juga dari tikus yang terperangkap di California.

Virus baru itu disebut virus Muerto Canyon yang kemudian diubah menjadi virus Sin Nombre (SNV) dan penyakit baru yang disebabkan oleh virus itu bernama hantavirus pulmonary syndrome atau HPS. HPS adalah penyakit pernapasan yang parah, kadang fatal, pada manusia yang disebabkan oleh infeksi hantavirus.

Cara Ampuh Mengusir Tikus Curut di Rumah

Menular Lewat Tikus

Para peneliti menetapkan, seperti hantavirus lainnya, virus yang menyebabkan HPS tidak ditularkan dari orang ke orang seperti halnya infeksi lain, seperti flu biasa. Namun, wabah HPS di Argentina pada tahun 1996 berbeda. Jenis hantavirus di Amerika Selatan dapat ditularkan dari orang ke orang.

Siapa pun yang bersentuhan dengan tikus yang membawa hantavirus berisiko terkena HPS. Adanya hewan pengerat di dalam dan sekitar rumah tetap menjadi risiko utama terpapar hantavirus. Bahkan orang sehat pun berisiko terkena infeksi HPS jika terpapar virus.

Sampai saat ini, tidak ada kasus HPS yang telah dilaporkan di Amerika Serikat di mana virus ditularkan dari satu orang ke orang lain. Di Chili dan Argentina, kasus yang jarang terjadi penularan dari orang ke orang telah terjadi di antara kontak dekat seseorang yang sakit dengan jenis hantavirus yang disebut virus Andes.


Read More

Artikel Lainnya

Jakarta Concert Week 2023 Siap Digelar di GJAW.jpg

Hobi dan Hiburan

Jakarta Concert Week 2023 Siap Digelar di GJAW

07 February 2023, 14:00

Gaikindo Jakarta Auto Week 2023 nantinya tak hanya berisikan pameran otomotif tapi juga siap didampingi acara konser seru bertajuk Jakarta Concert Week 2023.

Sukses Raih Penghargaan Acer Smart School Awards 2022, Ini 12 Pemenangnya.jpg

Pendidikan

Sukses Raih Penghargaan Acer Smart School Awards 2022, Ini 12 Pemenangnya

07 February 2023, 11:00

Melalui Acer Smart School Awards 2022, Acer beri penghargaan kepada belasan sekolah dan para guru kreatif yang dipandang mendorong transformasi pendidikan Indonesia.

Ini Komunitas Unpad Peduli Anabul Penghuni Area Kampus.jpg

Pendidikan

Ini Komunitas Unpad Peduli Anabul Penghuni Area Kampus

06 February 2023, 14:53

Bergabung dalam UnpadSF, sejumlah mahasiswa Universitas Padjadjaran mengisi sela-sela waktunya untuk membantu serta melindungi anabul yang tinggal di sekitaran kampus Unpad.

CFD Kota Medan Bawa Berkah Bagi Pengusaha UMKM.jpg

Bisnis

CFD Kota Medan Bawa Berkah Bagi Pengusaha UMKM

06 February 2023, 12:51

Selain untuk berolahraga, CFD Kota Medan juga menjadi momen berkumpul bersama keluarga serta teman dan ini menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha UMKM Kota Melayu Deli.


Comments


Please Login to leave a comment.