ANCOL-KAWASAN-PEMKOT JAKARTA UTARA TAMBAH SARANA DAN PRASARAN PENYANDANG DISABILITAS-RACHLI-1100 px X 600 px-01.jpg

Kesehatan

Ini Yang Harus Dipahami Dari Istilah Difabel dan Disabilitas

Mungkin sebagian dari kalian sering mendengar atau membaca kata difabel dan disabilitas baik di sekitar maupun di beberapa media masa. Istilah difabel dan disabilitas memiliki maksud yang sama yakni sama-sama merupakan kata ganti dari kata ‘penyandang cacat’ yang dianggap terlalu kasar. Namun sebagian orang masih banyak yang mempertanyakan perbedaan itu. Manakah yang lebih tepat, penggunaan kata difabel atau disabilitas?

[Baca Juga: Aplikasi Ini Permudah Layanan Kesehatan Lansia dan Difabel]

Secara umum, difabel berasal dari akronim dari kata different ability yang berarti memiliki kemampuan yang berbeda. Dengan begitu, difabel bisa diartikan juga sebagai sekelompok orang yang memiliki kemampuan fisik atau mental yang berbeda daripada orang pada umumnya. Mereka biasanya memiliki cara lain yang tidak dilakukan orang kebanyakan ketika melakukan aktifitas. Seperti contoh, orang yang terlahir tanpa tangan mampu memainkan piano dengan menggunakan kakinya. Sama halnya dengan kemampuan orang yang tidak bisa melihat namun mampu beraktifitas seperti layaknya orang normal.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Memulihkan Kelainan pada Kaki?

Sedangkan istilah disabilitas diambil dari kata disability atau disabilities yang memiliki arti ketidakmampuan. Penyandang disabilitas juga dapat diartikan sebagai individu yang mempunyai keterbatasan fisik atau keterbatasan mental. Mereka dianggap sulit untuk berpartisipasi penuh dalam kehidupan bermasyarakat. Hal itu juga dikarenakan kurangnya kesadaran lingkungan terhadap kubutuhan para penyandang disabilitas.

Yang harus dipahami ketika membedakan arti dari keduanya adalah dilihat sudut cara pandang. Para Difabel melihat seseorang dari sudut pandang kemampuan yang berbeda sebagai manusia seutuhnya. Sedangkan penyandang disabilitas memandang seseorang dari sisi keterbatasan, hambatan dan partisipasi sosial. Maka dari itu, dalam menggunakan kata difabel maupun disabilitas harus memperhatikan situasi dan lingkungannya.

Alat Bantu Dengar Widex Evoke Tawarkan Ragam Keunggulan

Sementara itu, ahli bahasa dari Universitas Pendidikan Indonesia, Andhika Duta Baharimengatakan bahwa istilah disabilitas lebih tepat untuk digunakan. Hal itu mengacu pada kesepakatan dunia internasional yang menyarankan untuk menggunakan istilah disabilitas, bukan difabel.

Namun, Andhika juga tidak menyalahkan penggunaan kata difabel. Apalagi jika dilihat dari segi sosial, penyandang disabilitas lebih senang menggunakan istilah difabel. Hal itu karena mereka merasa lebih dihargai dan tidak dipandang aneh di masyarakat.

[Baca Juga: Kesempatan Penyandang Disabilitas Mengejar CPNS DKI Jakarta]

"Kalau dalam bahasa sehari-hari saya kira istilah difabel sudah jadi biasa dan dipahami secara lazim karena adanya pergeseran paradigma dari orientasi medis ke orientasi sosial. Tapi untuk komunikasi keilmuan, istilah difabel akan jadi masalah karena konvensinya adalah disability atau disabilitas," ucap Andhika dikutip dari Beritabaik.id.


Read More

Artikel Lainnya

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Ell y.jpg

Kuliner

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Elly

07 December 2022, 16:31

Fore Coffee baru-baru ini mengumumkan menu pendamping baru yang tepat untuk jadi teman minum kopi dan menu ini merupakan hasil kreasi kolaborasi dengan Oma Elly.

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kot a.jpg

Bisnis

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kota

07 December 2022, 14:29

Pada akhir pekan lalu, Kawan lama Group kembali menggelar aksi donor darah secara serentak di puluhan gerai ACE serta Informa yang tersebar di 27 kota.

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital.jpg

Bisnis

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital

07 December 2022, 12:26

Perusahaan Amartha mengumumkan berhasil menggandeng hingga lebih dari 50.000 UMKM di Sumatera Barat untuk proses adopsi digitalisasi via Amartha+.

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rist a.jpg

Bisnis

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rista

06 December 2022, 16:16

Hadapi perwakilan Chatime dari enam negara lainnya, tea-rista Chatime Indonesia berhasil menyabet juara kedua di kompetisi brewed tea tingkat dunia di Taiwan.


Comments


Please Login to leave a comment.