Kecap Manis SH Tangerang

Kuliner

Inilah Kecap Legendaris dari Kota Tangerang

Bicara mengenai Tangerang, biasanya langsung terkait dengan Sungai Cisadane atau banyaknya aktivitas industri penunjang ekonomi Jakarta. Di balik itu semua, Tangerang juga menyimpan jejak kuliner yang bersejarah. Anda tentu mengenal kecap manis sebagai salah satu bahan pelengkap makanan atau masakan, namun tak banyak yang mengungkap latar belakang terciptanya kelezatan kecap Tangerang.

Geliat ekonomi di Kota Tangerang lama dimulai sejak tahun 1880. Ketika itu banyak warga keturunan Tionghoa yang tinggal di wilayah kota lama, karena letaknya yang dekat dengan Sungai Cisadane. Mereka kemudian memulai usaha perdagangan di sana, maka tak heran kalau banyak yang menyebut kota lama sebagai kawasan Cina Benteng. Sejak zaman VOC, sekitar tahun 1684, Belanda membangun benteng sebagai wilayah pertahanan Batavia dalam mempertahankan diri dari serangan pasukan Banten.

5 Oleh-oleh Tangerang yang Wajib Dibawa Pulang

Awalnya ada banyak warga Cina Benteng yang bekerja sebagai petani dan nelayan. Tapi oleh Pemerintah Kolonial Belanda, mereka dijadikan buruh. Ketekunan dan kerja keras mereka membantu mereka untuk mengubah nasib, yang tadinya hanya sebagai buruh, kemudian menjadi pedagang. Sehingga mereka mampu menghidupi ekonomi keluarga dan kerabatnya.

Pramoedya Ananta Toer dalam buku Jalan Raya Pos, Jalan Daendels, menyebutkan tentang kecap produksi Tangerang yang tersohor. Dia menuliskan, “Tanah yang datar dan subur saja menghasilkan beras, juga berbagai palawija, terutama kedelai. Ini membikin Tangerang jadi produsen kecap sejak jaman Kompeni, jaman Hindia Belanda, Jepang, sampai kemerdekaan Nasional. Kecap produksi sini juga dikenal sebagai kecap Benteng.”

[Baca Juga: Berburu Kuliner Legendaris di Pasar Lama Tangerang]

Apa yang diungkapkan oleh Pramoedya Ananta Toer tersebut tidak berlebihan, karena pabrik kecap tertua memang ada di Tangerang. Kecap Benteng didirikan oleh Teng Hay Soey pada 1882 dan diteruskan oleh Teng Giok Seng. Kecap Benteng merupakan kecap tertua yang masih beroperasi dan saat ini menggunakan merek Cap Istana. Selain itu, ada juga kecap buatan Siong Hin yang mulai diproduksi pada tahun 1920 oleh Lo Tjit Siong.

Dulu kedua pabrik kecap tersebut tentu menandai tumbuhnya geliat ekonomi warga Cina Benteng yang ada di kota Tangerang lama. Saat ini, kedua kecap tersebut memang tidak sepopuler dulu, apalagi keduanya masih diproduksi secara tradisional dan dalam jumlah yang terbatas.

[Baca Juga: Kaus Ikonik Kota Tangerang Jadi Pilihan Oleh-oleh Unik]

Pabrik lain yang memiliki alat pembuatan kecap secara modern, tentu membuat kedua kecap legendaris dari Tangerang ini sulit untuk bersaing. Namun setidaknya masih jadi favorit warga Tangerang. Kecap Siong Hin lebih banyak dipakai untuk aneka jajanan, seperti mie bakso, mie ayam, dan bermacam gorengan, karena rasanya yang gurih dan manis. Sedangkan untuk masakan yang diolah, Kecap Benteng yang banyak dipilih.

Salah satu produk kecap nasional yang ternama saat ini, yakni Kecap Bango, awalnya pun berasal dari Tangerang. Kecap Bango awalnya merupakan sebuah industri rumah tangga yang dimulai pada 1928 oleh Tjoa Pit Boen. Akhirnya pada tahun 1992, PT Unilever Indonesia mengakuisisi merek dan usaha Kecap Bango, serta resmi menjadi salah satu produk PT Unilever Indonesia pada 2001.

Jika kebetulan sedang mengunjungi kota Tangerang, jangan lupa untuk membeli dan merasakan nikmatnya kecap legendaris yang memiliki rasa khas tempo dulu untuk menemani aneka makanan kesukaan Anda.


Read More

Artikel Lainnya

carro_1.jpg

Bisnis

Gerai CARRO di PRJ Suguhkan Pengalaman Menarik Beli Mobil Bekas

06 July 2022, 17:00

CARRO memiliki harapan untuk dapat semakin menjangkau masyarakat luas melalui layanan pembelian mobil bekas yang berkualitas.

Kedai Ini Hadirkan Sajian Kopi Butter di Pasar Kranggan Yogyakarta.jpg

Kuliner

Kedai Ini Hadirkan Sajian Kopi Butter di Pasar Kranggan Yogyakarta

05 July 2022, 17:48

Kedai Terang Bintang di Pasar Kranggan Yogyakarta memiliki menu yang bisa dikatakan masih jarang ditemukan di kedai kopi lainnya di Kota Gudeg, yakni kopi butter.

Tak Sampai 1,5 Juta, realme Kembali Hadirkan Smartphone yang Ramah di Kantung.jpg

Bisnis

Tak Sampai 1,5 Juta, realme Kembali Hadirkan Smartphone Ramah Kantong

05 July 2022, 13:47

Perusahaan realme terus menggandeng para konsumennya yang menginginkan ponsel pintar dengan harga terjangkau dan kali ini hal itu direalisasikan melalui produk realme C30.

Tiga Mahasiswi ITB Menangi L’Oréal Brandstorm 2022 Global Tech Track

Pendidikan

3 Mahasiswi ITB Ini Berhasil Sabet Juara L’Oreal Brandstorm 2022 'Tech Track'

05 July 2022, 11:44

Para mahasiswi ITB berhasil membanggakan almamaternya usai meraih gelar juara di salah satu kategori kompetisi tingkat global L’Oreal Brandstorm 2022.


Comments


Please Login to leave a comment.