Inilah Kisah Tiga Warga Jakarta Penyintas COVID-19

Kesehatan

Inilah Kisah Tiga Warga Jakarta Penyintas COVID-19

Menurut laman corona.jakarta.go.id, pada 16 April 2020 pagi, total pasien positif COVID-19 di DKI Jakarta berjumlah 2.670 orang. Dari angka tersebut rinciannya adalah 1.601 pasien positif corona dirawat, 619 orang isolasi mandiri, 202 orang sembuh dan 248 meninggal.

Angka yang terus meroket bukan berarti tak ada usaha menekan laju pertumbuhan pandemi COVID-19. Beragam upaya telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta, salah satunya dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kebijakan ini mulai diberlakukan sejak Jumat (10/4/2020) hingga dua pekan ke depan.

Kendati angka positif kasus terus bertambah setiap harinya, bukan berarti juga tidak ada kabar baik selama pandemi berlangsung. Sebut saja kabar mengenai 142 warga Jakarta yang dinyatakan sembuh COVID-19 pada hari ke-3 penerapan PSBB, Minggu (12/4/2020).

Inilah Kisah Tiga Warga Jakarta Penyintas COVID-19

Kini beberapa dari jumlah tersebut pun bersedia berbagi pengalamannya saat berjuang sembuh dari virus SARS-CoV-2 tersebut, sebagaimana diberitakan beritajakarta.id, Kamis (16/4/2020). Melati (16) mengatakan, dirinya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. "Awalnya sempat stres, tapi dukungan dari keluarga membuat saya terus bersemangat.

Melati juga mengaku mendapat dukungan dari teman dan sahabat ibunya. Dirinya tergabung dalam grup Whatsapp yang beranggotakan pasien COVID-19 dari klaster yang sama, termasuk ibu dan rekannya yang negatif COVID-19.

"Kesembuhan saya ini tidak terlepas dari dukungan tenaga medis yang selama ini merawat dirinya. Selain dukungan mama dan pasien positif lainnnya, tim medis juga support saya. Tim medisnya ramah," terangnya.

[Baca Juga: Ini Penjelasan Pengertian Karantina, Isolasi Diri, dan Social Distancing]

Tidak kalah penting, sambung Melati, untuk menunjang kesembuhan perlu selalu berpikir positif. Salah satunya dengan menghindari informasi atau berita terkait COVID-19 karena hanya akan menimbulkan kekhawatiran yang dapat menurunkan daya tahan atau imun tubuh. "Positive thinking, soalnya kalau mikir yang negatif pasti imunnya drop. Jangan mengikuti berita yang belum pasti sumber dan kebenarannya atau berita hoaks," imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Sunar (53), pasien COVID-19 yang telah berhasil sembuh setelah menjalani perawatan di RSUD Pasar Minggu selama 27 hari. "Motivasi dan dukungan keluarga membuat saya semakin kuat keinginan untuk sembuh. Awalnya tidak selera makan, berkat dikungan istri saya berpikir dengan makan dan minum vitamin justru mendukung kesehatan dan daya tahan tubuh," jelasnya.

Pemkab Bekasi Gelar Rapid Test COVID-19 Hari Ini

Sunar menambahkan, dirinya berupaya melawan rasa cemas yang ada dalam dirinya dengan selalu berpikir positif bahwa dirinya bisa sembuh dari COVID-19. Perlahan Sunar dapat mengatasi kecemasan dan bersemangat di hari berikutnya.

"Saya sampai bikin jadwal sendiri, setelah salat Subuh saya tidak langsung tidur, tapi olahraga gerakin badan dengan jalan-jalan di ruang isolasi jaga kondisi, kemudian istirahat dan konsumsi banyak air mineral," kata Sunar.

Selama di ruang isolasi, Sunar mencari berita-berita dan informasi positif terkait pasien yang berhasil sembuh dari COVID-19. Pasien positif COVID-19 yang juga berhasil sembuh, Rani Mauliani (42) menceritakan pengalamannya saat melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

[Baca Juga: Ketahui Protokol Isolasi Diri Sendiri dalam Penanganan COVID-19]

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil swab dirinya dinyatakan positif COVID-19 yang diduga kuat terpapar dari suami. Akan tetapi, dirinya tidak mengalami gejala atau keluhan. Untuk itu, atas saran dokter dirinya diminta untuk menjalankan isolasi mandiri.

"Selama mengisolasi diri saya menjaga jarak dengan orang di rumah, dan kebetulan anak sebelumnya sudah saya titip di rumah saudara. Saran dokter kalau ada sakit baru ke rumah sakit. Saya kebetulan mendapat asistensi dari tiga dokter, ada dokter pribadi dan dari Dinas Kesehatan," terangnya.

Bagaimana Prosedur Tes Covid-19

Rani menjelaskan, selama 14 hari dirinya fokus melakukan aktivitas yang membuat suasana hatinya senang dan menjaga daya tahan tubuh terjaga. Selain itu, dirinya juga rutin mengonsumsi ramuan herbal untuk memperkuat imun, obat antivirus, antibiotik, serta vitamin sesuai petunjuk dokter.

Dipesankannya, kepada pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri walaupun positif agar jangan takut karena dengan mengisolasi diri sendiri terbukti bisa sembuh. "Hati yang senang adalah obat. Kita harus lawan penyakit ini. Kalau kita bahagia imunnya kebangun, kalau imunnya kuat virus bisa kalah. Saya tidak mau imun saya makin drop, saya bikin suasana supaya tetap bahagia," tuturnya.

Dia meminta, warga DKI Jakarta, di masa pandemi COVID-19 untuk mematuhi imbauan pemerintah untuk melakukan kegiatan atau pun pekerjaan di rumah. Bila tidak ada sesuatu mendesak dan penting jangan keluar rumah.


Read More

Artikel Lainnya

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Vaksinasi, Pemkot Surabaya Siap Sweepin g.jpg

Kesehatan

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Imunisasi, Pemkot Surabaya Siap Sweeping

27 January 2023, 13:57

Banyaknya kasus campak di wilayah perbatasan Surabaya-Madura, mendorong Pemkot Surabaya untuk bergerak secara agresif demi memastikan anak-anak Kota Pahlawan sudah mendapatkan imunisasi campak.

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak.jpg

Kesehatan

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak

27 January 2023, 10:55

Dinkes Kota Yogyakarta meminta agar orangtua melindungi buah hatinya dari ancaman penyakit campak dengan segera datang ke puskesmas untuk mendapatkan imunisasi.

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur In i.jpg

Bisnis

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur Ini

26 January 2023, 15:30

Baru-baru ini perusahaan startup manufaktur Imajin disebut berhasil meraih suntikan pendanaan awal yang dipimpin East Ventures.

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus.jpg

Pendidikan

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus

26 January 2023, 13:28

Tim dosen Unpad berhasil membuat inovasi tes khusus yang dapat menunjukan bagaimana kompetensi mahasiswa dalam berbahasa Indonesia.


Comments


Please Login to leave a comment.