Inilah Penjelasan Kondisi Paru-Paru Ketika Menderita COVID-19

Kesehatan

Inilah Penjelasan Kondisi Paru-Paru Ketika Menderita COVID-19

Pandemi virus baru ini dimulai pada akhir 2019 dikenal dengan penyakit COVID-19 yang disebabkan Virus Corona SARS-CoV-2. Penyakit ini menyerang pernapasan akut.

WHO mengatakan sekitar 80 persen orang dengan COVID-19 dapat sembuh tanpa memerlukan perawatan khusus. Lalu, bagaimana COVID-19 dapat berkembang menjadi penyakit serius dengan pneumonia dan bagaimana paru-paru saat terserang COVID-19?

Melansir theguardian (23/03/2020) Seorang dokter pernapasan Prof. John Wilson asal AS mengatakan, orang yang terpapar penyakit COVID-19 dengan infeksi pada saluran pernapasan bagian atas, yaitu demam, batuk, serta gejala yang lebih ringan seperti sakit kepala atau konjungtivitis masih bisa menularkan virus tetapi mungkin tidak menyadarinya.

[Baca Juga: Waspada, Pneumonia Misterius China Sudah Makan Puluhan Korban]

WHO mengatakan orang tua dan orang-orang dengan penyakit mendasar seperti tekanan darah tinggi, seperti jantung, paru-paru atau diabetes lebih rentan terkena Virus Corona. Prof Wilson menambahkan, ketika orang dengan COVID-19 mengalami batuk dan demam, inilah infeksi yang mencapai pohon pernapasan, saluran udara yang mengalirkan udara antara paru-paru dan bagian luar. ”Lapisan pohon pernapasan menjadi terluka, menyebabkan peradangan. Pada gilirannya akan mengiritasi saraf di lapisan jalan napas. Hanya setitik debu dapat merangsang batuk,” ucapnya.

[Baca Juga: Latihan Teknik Pernapasan Untuk Tingkatkan Fungsi Paru-paru]

Ia melanjutkan, jika kantung udara kemudian meradang, menyebabkan cairan dan sel inflamasi membawanya ke paru-paru dan berakhir dengan pneumonia.

Paru-paru yang dipenuhi dengan bahan inflamasi tidak mampu mendapatkan oksigen yang cukup untuk aliran darah, mengurangi kemampuan tubuh untuk mengambil oksigen dan menyingkirkan karbondioksida. "Itulah penyebab kematian dengan pneumonia berat," katanya.

Bagaimana Pengobatan yang Diterima oleh Pasien COVID-19

Bagaimana Cara Mengobati Pneumonia?

Seorang dokter pernapasan Prof. Christine Jenkins mengaku, belum menemukan obat untuk menghentikan pneumonia COVID-19. “Orang-orang sudah menguji coba semua jenis obat dan kami berharap bahwa kami mungkin menemukan bahwa ada berbagai kombinasi obat virus dan anti-virus yang bisa efektif,” ujar Head of the Respiratory Group at The George institute for Global Health Australia.

Selama belum menemukan obatnya, para medis melakukannya dengan memberikan ventilasi dan mempertahankan kadar oksigen yang tinggi sampai paru-paru mereka dapat berfungsi secara normal kembali. “Usia adalah prediktor utama risiko kematian akibat pneumonia. Pneumonia selalu serius untuk orang yang lebih tua dan pada kenyataannya dulu menjadi salah satu penyebab utama kematian pada orang tua. Sekarang kami memiliki perawatan yang sangat baik untuk pneumonia,” jelas Prof. Jenkins.


Read More

Artikel Lainnya

Tak Sampai Rp2 Juta! Redmi 10A Resmi Hadir di Indonesi a.jpg

Hobi dan Hiburan

Tak Sampai Rp2 Juta! Redmi 10A Resmi Hadir di Indonesia

20 May 2022, 18:40

Xiaomi Indonesia secara resmi meluncurkan produk entry-level mereka yang terbaru dengan kehadiran Redmi 10A.

East Ventures Suntik Pendanaan Awal ke Startup Pendidikan MySkill.jpg

Bisnis

East Ventures Suntik Pendanaan Awal ke Startup Pendidikan MySkill

20 May 2022, 16:37

Startup yang berfokus meningkatkan skill para pencari kerja di Tanah Air, My Skill, disebut meraih pendanaan awal dari East Ventures.

Sampai 29 Mei 2022, Toys Kingdom Gandaria City Adakan Diskon Hingga 90 %.jpg

Bisnis

Sampai 29 Mei 2022, Toys Kingdom Gandaria City Diskon Hingga 90%

20 May 2022, 14:36

Bagi Anda yang berniat membelikan mainan untuk buah hati maka bisa memanfaatkan momen Crazy Sale di Toys Kingdom Mall Gandaria City.

CFD Akan Kembali Digelar di Wilayah Ibu Kot a.jpg

Berita Kawasan

CFD Akan Kembali Digelar di Wilayah Ibu Kota

20 May 2022, 11:34

Pemprov DKI Jakarta mengumumkan akan melakukan uji coba penerapan CFD alias Hari Bebas Kendaraan Bermotor di wilayahnya pada akhir pekan ini.


Comments


Please Login to leave a comment.