Inilah Perubahan Skema Operasi MRT Jakarta

Berita Kawasan

Inilah Perubahan Skema Operasi MRT Jakarta

Berdasarkan data penumpang sejak MRT Jakarta beroperasi secara komersial yang dimulai pada 1 April 2019, masyarakat pengguna moda transportasi baru ini terus meningkat hingga menyentuh angka rata-rata 82 ribu orang per hari. Hasil operasi tersebut juga menunjukkan 99,8 persen ketepatan waktu operasional kereta dengan jalur Lebak Bulus - Bundaran HI itu sebagaimana dirilis jakartamrt.com (6/4/2019).

Meningkatnya pengguna moda transportasi terbaru Jakarta ini, membuat PT MRT Jakarta mengubah skema operasi kereta MRT Jakarta. Mulai 1 Mei 2019, PT MRT Jakarta telah memberlakukan skema operasi penuh, yaitu dengan jam operasi yang dimulai pukul 05.00 dan berakhir pada pukul 24.00 setiap harinya. Keberangkatan antar rangkaian kereta menjadi setiap lima menit pada waktu sibuk dan setiap 10 menit di luar waktu sibuk.

[Baca Juga: Presiden RI Menjajal MRT Bersama Penyandang Disabilitas]

Adapun waktu sibuk yang ditetapkan PT MRT Jakarta yakni dari pukul 07.00-09.00 dan pukul 17.00-19.00 yang berlaku setiap hari Senin hingga Jumat. Selain itu, PT MRT Jakarta juga memberlakukan peraturan kereta perempuan pada waktu sibuk tersebut untuk kereta nomor satu setiap rangkaian. Serta, PT MRT Jakarta juga menggunakan 14 rangkaian kereta dengan 12 rangkaian beroperasi dari Stasiun Lebak Bulus, satu rangkaian dari Stasiun Blok M, dan satu rangkaian dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia.

Inilah Perubahan Skema Operasi MRT Jakarta

Sedangkan untuk di hari Sabtu dan Minggu, serta pada hari libur nasional, peraturan jam sibuk tidak diberlakukan. Sehingga, seluruh kereta beroperasi dengan selang waktu keberangkatan setiap 10 menit dengan jam operasi yang sama seperti di hari Senin-Jumat, yakni dari pukul 05.00-24.00.

[Baca Juga: Kios UMKM di Stasiun MRT Jakarta Akan Beroperasi Pada Mei 2019]

Dan yang menggembirakan lagi bagi pengguna MRT Jakarta adalah pemberlakuan tarifnya yang masih menerapkan potongan 50 persen dari harga normal. Pemberlakuan tersebut diperpanjang hingga tanggal 12 Mei 2019 untuk menambah peningkatan penumpang baru serta mempertahankan penumpang setia MRT Jakarta.

Selain itu, selama bulan Ramadan, PT MRT Jakarta juga membolehkan penumpang untuk makan dan minum hanya di saat buka puasa dan hanya untuk membatalkan puasa, serta tidak untuk mengonsumsi makanan dan minuman setelahnya. Peraturan selama bulan puasa ini juga diikuti dengan ketentuan bagi pengguna MRT Jakarta hanya boleh mengonsumsi air putih dan buah kurma, serta tetap dianjurkan menjaga kebersihan kereta dan stasiun.

[Baca Juga: Laporan Keluhan Via Aplikasi MRT-J Agar Dapat Segera Ditangani]

Jadi, ayo naik MRT Jakarta karena kereta ini sudah beroperasi secara penuh! Jadi, Anda tidak perlu khawatir jika beraktivitas hingga larut malam.

Read More

Artikel Lainnya

The Changcuters Suguhkan Pengalaman Baru Menikmati Musik dalam Augmented-reality

Hobi dan Hiburan

The Changcuters Suguhkan Pengalaman Baru Menikmati Musik dalam Augmented-reality

20 September 2020, 16:00

Ada aplikasi baru menghadirkan musisi dan band langsung ke rumah Anda. The Changcuters jadi salah satu pelopor yang menggunakannya.

Tumpeng Mini, Alternatif Hidangan Perayaan yang Lebih Personal

Kuliner

Tumpeng Mini, Alternatif Hidangan Perayaan yang Lebih Personal

20 September 2020, 10:00

Tumpeng menjadi hidangan wajib dalam berbagai perayaan. Mulai dari ulang tahun hingga syukuran menyajikan tumpeng. Tumpeng mini ini menjadi jawaban sajian di tengah pandemi.

Targetkan Ibu Muda untuk Berkreasi di Dapur, Masako Gandeng Isyana Sarasvati .jpg

Bisnis

Targetkan Ibu Muda untuk Berkreasi di Dapur, Masako Gandeng Isyana Sarasvati

19 September 2020, 17:15

Brand bumbu penyedap Masako baru-baru ini mengumumkan Isyana Sarasvati sebagai brand ambassador mereka yang baru sejalan dengan target konsumen Masako saat ini.

Pemkot Semarang Terima Bantuan 10 Ton Beras dari Krematorium Kedungmundu

Berita Kawasan

Pemkot Semarang Terima Bantuan 10 Ton Beras dari Krematorium Kedungmundu

19 September 2020, 16:00

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 10 ton beras diserahkan Ketua Yayasan Aman Gautama kepada Pemerintah Kota Semarang.


Comments


Please Login to leave a comment.