ads
Inilah Referensi Musik Meditasi Terbaik.jpg

Kesehatan

Inilah Referensi Musik Meditasi Terbaik

Musik adalah mediator antara kehidupan indera dan kehidupan roh sebagaimana dikatakan Ludwig van Beethoven. Musik memiliki kemampuan untuk menenangkan pikiran yang terus berdatangan dan memungkinkan mendapatkan rasa tenang yang lebih besar kepada pendengarnya.

[Baca Juga: Program Kesehatan Jiwa di Puskesmas Cakung Jakarta Timur]

Meskipun proses untuk mendapatkan ketenangan melalui musik tidak lebih singkat dari proses meditasi, tetapi dengan musik dapat memudahkan seseorang untuk menenangkan pikiran. Karena biasanya saat meditasi yang tampaknya sederhana dengan duduk diam dan fokus pada napas akan terganggu dengan pikiran-pikiran lain yang bermunculan kemudian. Sehingga untuk mendapatkan fokus pada napas saat bermeditasi agar bisa menenangkan pikiran bukan hal yang mudah.

Mengutip dari artikel terjemahan vulture.com (11/3/2019), kemampuan untuk mendengarkan dan keluar ke suara menyebabkan industri rumahan menyediakan musik meditasi untuk relaksasi, menghilangkan stres, bermimpi jernih, audit chakra, yoga, dan meditasi.

[Baca Juga: Jangan Takut Konsumsi Obat Demi Kesehatan Jiwa]

Seorang mistikus India dan guru Osho menuliskan, musik dan meditasi adalah dua aspek dari fenomena yang sama. Meditasi akan terasa kurang tanpa musik, dan meditasi sedikit membosankan tanpa musik.

Berikut beberapa album yang bisa Anda jadikan petunjuk dan membantu upaya meditasi Anda dengan variasi musik tenang, hening, beberapa dengan sapuan suara dan dengung di akarnya. Anda bisa memilih beberapa album berikut sesuai selera Anda dan atur musik pilihan Anda dengan volume terendah yang dirangkum dari vulture.com (11/3/2019).

  • Tony Scott, Music for Yoga Meditation (1972)

Tony Scott merilis “Music for Zen Meditation and Other Joys” dengan permainan klarinetnya bergerak lambat seperti aliran gunung setelah dia kembali dari perjalanannya ke Jepang. Scott adalah pendahulu yang penting bagi kebangkitan musik Zaman Baru, tetapi Music for Yoga Meditation adalah yang harus Anda coba dengarkan untuk bisa membantu Anda bermeditasi.

  • Charlemagne Palestine, Strumming Music (1974)

Strumming Music bila Anda dengarkan akan terasa semakin mendalam dari menit awal hingga akhir. Musik dari Palestine ini akan membantu Anda sangat fokus dan selaras dengan permainan musiknya yang tumpang tindih muncul dari piano. Palestina menciptakan suara yang berkelanjutan yang bersifat transitif dan bisa dijadikan pilihan musik Anda untuk mendapatkan ketenangan.

  • Steve Hillage, Rainbow Dome Music (1979)

Gitaris Inggris Steve Hillage pada 1979 diminta untuk membuat suasana sekitar di London untuk Festival ke-3 untuk Roh Tubuh Pikiran, pertemuan suku-suku untuk orang-orang yang tertarik pada astrologi, UFO, misteri Bumi, yoga, tarian, kehidupan alami, dan banyak lagi. Hillage menciptakan musik yang berdurasi 43 menit ini dengan nada beraturan dari gitar yang dirawat, ARP sekejap, suara gemericik air, dan lonceng Tibet. Rainbow Dome Music akan membuat pikiran Anda jauh lebih tenang dari proses meditasi tanpa musik.

  • Craig Kupka, Clouds (1981)

Clouds diciptakan Kupka untuk kelas relaksasi, meditasi, waktu tenang di sekolah-sekolah dasar, rumah atau kantor, sebagai alternatif musik non-timur untuk Yoga dengan gerakan chord kumulatif yang menakjubkan. Selain itu, Clouds dapat digunakan dalam Dance Therapy & Modern Dance Classes. Jika Anda mendengarkan Clouds tentu cocok sekali untuk membiarkan pikiran Anda melepaskan semua masalah duniawi.

  • Brian Eno, Thursday Afternoon (1985)

Thursday Afternoon awalnya disusun sebagai soundtrack untuk "lukisan video" dari Christine Alicino. Karya Brian Eno ini berdurasi satu jam dengan musik yang terdengar cukup sederhana dari piano akustik yang bergerak perlahan-lahan dan lembut. Musik ini bisa harus Anda coba dengarkan bagi Anda yang lebih menyukai suara piano untuk bermeditasi.

  • Laraaji, Essence / Universe (1987)

Laraaji memulai karir baru sebagai saluran musik New Age yang berawal dari catatan Brian Eno yang ingin berbicara tentang rekaman. Laraaji kemudian menciptakan Essence/Universe yang bisa membawa Anda seperti di atas awan. Anda bisa mendengarkannya untuk merasakan ketenangan di atas awan selama 29 menit.

  • Henry Wolff dan Nancy Hennings, Tibetan Bells III (1988)

Henry Wolff dan Nancy Hennings menciptakan Tibetan Bells pada saat memutuskan untuk mengurung diri di studio Island Records. Mereka membuat karya terbaik yang pernah ada di dunia saat itu karena menciptakan musik ini hanya dengan lonceng Tibet dan mangkuk bernyanyi. Mereka telah menghadirkan lebih dari beberapa sekuel dari aslinya, termasuk Tibetan Bells III yang bisa Anda dengarkan. Tibetan Bells III membunyikan nada-nada keterpusatan lonceng-lonceng dan membawa Anda dalam perjalanan ke dalam diri Anda.

  • Pauline Oliveros/Stuart Dempster/Panaiotis, Deep Listening (1989)

Album Deep Listening tahun 1989 milik Oliveros adalah konsep yang diciptakannya dari penulisan teks yang berbunyi seperti meditasi. Album Deep Listening berdurasi sekitar 60 menit yang mengeksplorasi suara kekosongan. Reverb yang panjang pada album ini jika Anda dengarkan seperti suara yang mendekati keagungan.

  • Eliane Radigue, Trilogie de la Mort (1998)

Album Trilogie de la Mort sebuah karya yang berdurasi hampir tiga jam bisa Anda dengarkan untuk menenangkan pikiran. Radigue menciptakan musik di album ini dengan hati-hati menyaring frekuensi instrumen andalannya hingga menjadi seperti dengungan surgawi.

  • Gas, Pop (2000)

Album musik Pop menghadirkan suara-suara hutan, rangkaian teknologi ambient brilian yang memuncak. Dengan mendengarkan musik dari album Pop yang berdurasi sekitar satu jam, Anda akan menemukan suara gemericik sungai dan burung dengan ketukan yang seolah menggedor batang pohon. Bagi Anda yang ingin duduk bermeditasi sambil memvisualisasikan jalan-jalan alam, album Pop ini cocok sekali untuk Anda dengarkan.

Referensi album musik di atas dapat Anda temukan lebih mudah di Youtube. Selamat bermeditasi!

[Baca Juga: Ketika Jiwa Pun Butuh ‘Vitamin’]

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Mi yang Enak Menurut Pencerita Kuliner

Kuliner

Mi yang Enak Menurut Pencerita Kuliner

22 March 2019, 11:00  |  10 Views

Menurut pencerita kuliner Ade Putri Paramadita mi yang enak bergantung pada empat hal. Simak penjelasannya berikut ini.

Kasus Obesitas di Indonesia Banyak Dialami Usia Muda

Kesehatan

Kasus Obesitas di Indonesia Banyak Dialami Usia Muda

22 March 2019, 12:00  |  4 Views

Data Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan bahwa penduduk dewasa berusia di atas 18 tahun yang mengalami obesitas sebesar 21,8 persen dan meningkat dari tahun 2013.

Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia

Berita Kawasan

Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia, Bukan untuk Jual Beli

22 March 2019, 10:00  |  25 Views

Penjual hewan biasanya ikut komunitas hobi untuk bisa lebih dekat dengan konsumen. Tidak demikian di Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia yang melarang jual-beli.

Cara Mencegah Demensia Sejak Dini

Kesehatan

Cara Mencegah Demensia Sejak Dini

22 March 2019, 14:00  |  5 Views

Mencegah demensia sejak awal adalah langkah terbaik yang bisa Anda lakukan untuk melindungi kesehatan otak. Tidak perlu menunggu hingga usia 65 tahun.


Comments


Please Login to leave a comment.

ads