Inovatif! Mahasiswa Unair Cetuskan Pembuatan Hand Sanitizer dari Kulit Udang.jpg

Pendidikan

Inovatif! Mahasiswa Unair Cetuskan Pembuatan Hand Sanitizer dari Kulit Udang

Di masa pandemi COVID-19, hand sanitizer menjadi benda yang kerap kali selalu dibawa masyarakat saat beraktivitas di luar kota. Saat ini sudah banyak berbagai produk hand sanitizer yang bereda dan mayoritas terbuat dari kandungan alkohol. Namun berbeda dengan hand sanitizer konvensional, beberapa mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) baru-baru ini mencetuskan ide yang inovatif yang di mana dapat menggabungkan konsep antisipasi penyebaran COVID-19 dan penggunaan bahan baku ramah lingkungan. Pasalnya, mereka menciptakan produk hand sanitizer dengan bahan limbah kulit udang.

Kulit udang dijadikan hand sanitizer? Memang bisa? Mungkin pertanyaan seperti akan terlintas di benak Anda saat mendengar inovasi Arief Rubiana (jurusan Teknologi Hasil Perikanan) serta Reza Istiqomatul Hidayah dan Anastasya Dewi Larasati (jurusan Akuakultur). Namun pengaplikasian ide unik ini mendapatkan apresiasi dalam Lomba Inovasi Produk Festival Inovasi dan Kreativitas Mahasiswa Universitas 2020 yang berhasil menyabet juara II Tingkat Nasional.

Inovatif! Mahasiswa Unair Cetuskan Pembuatan Hand Sanitizer dari Kulit Udang .jpg

Ketiga mahasiswa yang berasal dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Unair itu memasukan produk yang mereka namakan LIKUID SANITIZER ke dalam lomba tersebut. Di mana dalam perlombaan tingkat nasional itu mengusung tema From Trash to Cash atau sampah menjadi uang dan ketiga mahasiswi itu mengambil limbah kulit udang sebang bahan utama produk inovatif mereka.

Munculnya ide yang menghasilkan produk ini sebenarnya tercipta saat Reza selaku ketua tim dalam penelitian LIKUID SANITIZER pergi ke Thailand untuk Praktik Kerja Lapang. Saat berada di sana, ia mengambil topik penelitian kitosan yang dari limbah kulit udang. “Kitosan merupakan biopolimer yang bersifat organik dan diduga mengandung aktivitas anti-bakteri yang bisa digunakan untuk inovasi ini,” jelasnya, sebagaimana dikutip dari news.unair.ac.id (31/12/2020).

[Baca Juga: Dibanding Hand Sanitizer, Cuci Tangan dengan Sabun Lebih Efektif]

Berdasarkan jurnal yang dipublikasikan di journal.ipb.ac.id (2016), kitosan merupakan bahan alami yang memiliki senyawa anti-mikroba. Dengan kitosan sendiri merupakan hasil deasetilasi kitin dan terbuat dari dari limbah industri perikanan, khususnya untuk hewan dengan karapas seperti kepiting, udang, serta rajungan. Sebagai bahan bioaktif, kitosan disebut banyak diaplikasi di dunia farmasi, kesehatan, bahkan sampai kecantikan. Karena dengan sifat anti-mikroba, kitosan disebut mampu menghambat bakteri patogen, mikroorganisme pembusuk, dan lainnya. Bahkan kitosan juga disebut dapat dijadikan bahan pengawet yang alami untuk ikan.

Dari sisi penelitian untuk pengembangan hand sanitizer ala mahasiswa Unair ini, kitosan yang bersifat organik dipandang tak mengandung protein yang dapat menimbulkan alergi sehingga tetap aman digunakan. Namun menurut Arief, produk inovatif ini masih butuh pengembangan lebih jauh demi memastikan tingkat efektivitasnya sebagai hand sanitizer dengan kemasan yang juga sesuai temanya, yakni ramah lingkungan.

Read More

Artikel Lainnya

Bupati Malang Instruksikan Swab Massal untuk ASN

Kesehatan

Bupati Malang Instruksikan Swab Massal untuk ASN

22 January 2021, 18:09

Usai menjalani penetapan Bupati dan Wakil Bupati Malang terpilih, Sanusi menuturkan jika kebijakan swab massal ASN semata-mata untuk meminimalisir penyebaran COVID-19.

Wow! Mahasiswi UI Ini Selesaikan Program Doktor 2,5 Tahun.jpg

Pendidikan

Wow! Mahasiswi UI Ini Selesaikan Program Doktor 2,5 Tahun

22 January 2021, 17:12

Seorang mahasiswi UI berhasil meraih gelar doktornya hanya dalam kurun waktu 2,5 tahun saja dan disinyalir menjadi doktor termuda serta tercepat di universitas tersebut.

Korban Banjir Bisa Mengungsi di Kantor Kecamatan Kabupaten Bekasi

Berita Kawasan

Korban Banjir Bisa Mengungsi di Kantor Kecamatan Kabupaten Bekasi

22 January 2021, 17:09

Berbagai kantor kecamatan di daerah rawan banjir di Kabupaten Bekasi akan disiapkan jadi lokasi pengungsian warga korban banjir.

Pemkot Surabaya Tambah Fasilitas Kesehatan untuk Vaksinasi COVID-19.jpg

Kesehatan

Pemkot Surabaya Tambah Fasilitas Kesehatan untuk Vaksinasi COVID-19

22 January 2021, 14:04

Demi mempercepat proses vaksinasi COVID-19 di wilayahnya, Pemkot Surabaya menambah fasilitas kesehatan yang melayani penyuntikan vaksin Sinovac.


Comments


Please Login to leave a comment.