ads
BOGOR_PENDIDIKAN_INSTITUT PERTANIAN BOGOR UNIVERSITAS KEBANGGAN KOTA HUJAN

Pendidikan

Institut Pertanian Bogor, Universitas Kebanggaan ‘Kota Hujan’

Bogor yang bergelar ‘Kota Hujan’ memiliki salah satu institusi pendidikan ternama di Indonesia yang sudah harum namanya. Lembaga yang bernama Institut Pertanian Bogor atau Bogor Agricultural University ini juga memiliki singkatan populer yaitu IPB. Menarik benang merah terkait Institut Pertanian Bogor, maka perguruan tinggi ini memiliki hubungan erat dengan Universitas Indonesia.

Bagaimana bisa? Untuk lebih jelasnya lagi, artikel ini akan mengulas mengenai institusi pendidikan tersebut. Institut Pertanian Bogor tidak berdiri begitu saja, akar kemunculan pendidikan agrikultural di Bogor ini pertama kali dicanangkan oleh Direktur Buitenzorg Botanical Garden (Kebun Raya Bogor), Rudolph Scheffer pada 1876. Saat itu ia menamakannya Landbouwschool te Buitenzorg atau Sekolah Pertanian.

Beberapa tahun kemudian, banyak sekolah baru bermunculan dengan lingkup pembelajaran baru yang diperuntukkan untuk para warga pribumi di Bogor. Institut pendidikan yang terpusat di Bogor pada saat itu pun akhirnya berfokus terhadap dua ilmu yaitu kedokteran hewan dan sekolah pertanian.

Pada era sebelum pecahnya Perang Dunia II, institut pendidikan di Bogor terbagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Middlebare Landbouwschool (pertanian)
  2. Middlebare Bosbouwschool (kehutanan)
  3. Nederlandsch Indiche Veeartsenschool (kedokteran hewan)

Namun institut pendidikan di kota hujan itu pun mengalami perubahan ketika seorang politisi Belanda bernama Hermanus Johannes Lovink ditunjuk sebagai direktur di Departemen Pendidikan Pertanian pada 1910. Hermanus Johannes Lovink mengubah kurikulum yang berlaku saat itu menjadi berbasis pelatihan kepada staf pemerintahan dan pihak swasta yang bergerak di bidang bisnis pertanian kolonial. Ia menegaskan bahwa para pejabat di Kementerian Pertanian Belanda perlu lebih paham mengenai praktik pertanian di Jawa. Ketika Perang Dunia II tengah bergejolak, tepatnya pada 1940, Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Sekolah Tinggi Pertanian di Bogor dengan nama Landbouw Hogeschool yang kemudian diganti namanya setahun kemudian menjadi Landbouwkundige Faculteit.

Nama tersebut bila dalam bahasa Indonesia berarti “Fakultas Pertanian”. Sayangnya, Landbouwkundige Faculteit ditutup akibat pendudukan Jepang di Indonesia. Saat itu hanya Nederlandsch Indiche Veeartsenschool (kedokteran hewan) yang masih beroperasi atas izin Jepang dan mereka pun mengubah namanya menjadi Bogori Juigakko atau Sekolah Kedokteran Hewan Bogor. Setahun setelah deklarasi kemerdekaan Tanah Air, Kementerian Kesejahteraan Indonesia menaikkan status Sekolah Kedokteran Hewan Bogor menjadi Perguruan Tinggi Kedokteran Hewan.

Tidak lama kemudian, Belanda kembali ke Indonesia dan mengambil alih ulang institusi pendidikan di Bogor dan Landbouwkundige Faculteit diputuskan untuk kembali dibuka dengan nama Faculteit Voor Landbouw-Wetenschappen.

Saat itu, lembaga pendidikan tersebut memiliki jurusan di fakultas pertanian dan kehutanan. Perubahan terjadi pada 1948 dan kali ini menargetkan Perguruan Tinggi Kedokteran Hewan yang dirombak namanya serta menjadi bagian dari Universitas Indonesia, yang saat itu bernama Universiteit van Indonesie.

Pada 1950, saat Indonesia sudah sepenuhnya merdeka, Faculteit Voor Landbouw-Wetenschappen pun menjadi bagian dari Universitas Indonesia dan dimasukkan ke Fakultas Pertanian. Perlahan tetapi pasti, berbagai jurusan yang sebelumnya dipegang kendalinya oleh Belanda mulai terintegrasi dengan Fakultas Pertanian di Universitas Indonesia.

Institut Pertanian Bogor lahir pada 1 September 1963 berdasarkan keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan dan disahkan oleh Presiden RI saat itu, Ir. Soekarno. Saat ini, Institut Pertanian Bogor yang berlokasi di Jalan Raya Dramaga, Bogor, menjadi saksi sejarah dalam perkembangan pendidikan di Indonesi

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Perhatikan Hal ini Ketika Membuat Taman di Rumah.jpg

Properti dan Solusi

Perhatikan Hal ini Ketika Membuat Taman di Rumah

20 February 2019, 4 a.m.  |  4 Views

Banyak manfaat miliki taman di halaman rumah. Taman memberikan sirkulasi udara yang baik. Memandanginya juga baik untuk mata lelah.

Eka Kurniawan Jaga Kesehatan dengan Bersepeda.jpg

Kesehatan

Eka Kurniawan Jaga Kesehatan dengan Bersepeda

20 February 2019, 5 a.m.  |  7 Views

Mengetik berjam-jam di depan layar komputer dapat mengganggu kesehatan. Sastrawan Eka Kurniawan mengatasinya dengan rajin bersepeda.

Ngopi Instagramable di Serpong 1.jpg

Kuliner

4 Tempat Ngopi Instagramable di Serpong

20 February 2019, 3 a.m.  |  4 Views

Secangkir kopi panas jadi kenikmatan hakiki yang tak terbantahkan. Tak ayal, tempat ngopi juga hadir dengan interior instagramable.

Taman Bacaan Inovator.jpg

Pendidikan

Taman Baca Inovator Lahir Atas Nama Literasi

19 February 2019, 4 a.m.  |  48 Views

Gerakan taman bacaan mungkin sudah banyak ditemukan. Namun, Yayasan Taman Baca Inovator punya sentuhan berbeda.


Comments

Please Login to leave a comment.

ads