ads
PLUIT_PENDIDIKAN_IPEKA PLUIT TEKANKAN PENTINGNYA PENDIDIKAN WIRAUSAHA_OCI_REVISI 01-01.jpg

Pendidikan

IPEKA Pluit Tekankan Pentingnya Pendidikan Wirausaha

Kemampuan wirausaha merupakan bekal berharga menuju kesuksesan. Itulah mengapa pendidikan kewirausahaan perlu diberikan sejak dini kepada anak-anak. Inilah yang diterapkan Sekolah Kristen IPEKA Pluit. Dalam situs resmi mereka disebutkan, mentalitas wirausaha yang baik perlu dibangun sejak dini agar siswa dapat memiliki mentalitas usahawan dan mampu bertahan kala kondisi di berbagai segi kehidupan sedang jatuh terpuruk.

Pembelajaran tentang wirausaha dapat dipelajari pada acara yang digelar tiap tahun di jenjang kelas 7, 8 dan 9, yaitu belajar wirausaha (etika berdagang) bersama dengan para orangtua siswa-siswi di sekolah. Pengembangan dunia wirausaha melalui pendidikan ke sekolah-sekolah juga perlu diupayakan agar generasi muda nantinya dapat menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. Melalui pendidikan kewirausahaan pula pergerakan roda ekonomi Indonesia dapat terus berkembang pesat dengan munculnya orang-orang yang siap bersaing di dunia bisnis.

[Baca Juga : Kembangkan Usaha Startup Anda di StartHub Connect]

Selain melatih mental wirausaha, Sekolah Kristen IPEKA Pluit mengutamakan pembentukan karakter siswa-siswinya. Bukan hanya karakter secara umum, melainkan karakter berdasarkan ajaran agama kristiani. Pendidikan pun tidak hanya identik dengan proses atau kegiatan belajar-mengajar dan pengembangan pengetahuan kognitif, melainkan juga perlu meningkatkan daya apresiasi siswa-siswi melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti basket, voli, paduan suara, orkestra, English debate, futsal dan manga. Selain itu, Sekolah Kristen IPEKA Pluit pun menyelenggarakan Pentas Apresiasi Seni (PAS) setiap dua tahun sekali.

Agar siswa-siswi lebih semangat lagi dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Sekolah Kristen IPEKA PLUIT melakukan proses kegiatan belajar mengajar yang kreatif dan produktif antara lain dengan:

  1. Apersepsi atau penghayatan atau pengataman mengenai segala sesuatu
  2. Orientasi, dalam proses pembelajaran ini, siswa-siswi diberi kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya tentang langkah atau cara kerja serta hasil penilaian.
  3. Eksplorasi, pada tahap ini siswa-siswi diajak untuk melakukan eksplorasi. Eskplorasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti membaca, melakukan observasi, wawancara, menonton suatu pertunjukan, melakukan percobaan, dan sebagainya
  4. Interpretasi, dalam tahap Interpretasi, hasil eksplorasi diinterpretasikan melalui analisa, diskusi, dan tanya jawab.
  5. Rekreasi, pada tahap rekreasi, siswa-siswi ditugaskan untuk menghasilkan sesuatu berupa produk kreatif yang dapat dipresentasikan atau dipajang. Dalam proses ini, siswa-siswi harus membuat segala sesuatu, sesuai dengan hasil belajarnya selama ini.

Sekolah Kristen IPEKA yang berada di dalam naungan Yayasan IPEKA (Yayasan Iman, Pengharapan dan Kasih) ini berdiri pada tahun 1984. Pada mulanya, sekolah ini menggunakan gedung GKY (Gereja Kristus Yesus) Rayon II, Pluit sebagai ruang kelas sembari menunggu selesainya pembangunan gedung sekolah yang resmi. Setelah gedung Sekolah Kristen IPEKA Pluit berhasil dibangun, mulailah dibuka kelas TK, SD, dan SMP. Kemudian pada 2006, Sekolah Kristen IPEKA Pluit membuka jenjang SMA.

[Baca Juga : Sekolah dengan Kurikulum International Baccalaureate di Meruya Utara]

ICE Curriculum

Agar apa yang diajarkan di sekolah sejalan dengan apa yang diterima anak di rumah, Sekolah IPEKA Pluit kerap mengajak orangtua untuk mengikuti pengenalan kurikulum dan metode pengajaran di sekolah. Sekolah adalah mitra orang tua dalam mendidik anak-anak mereka. Sedangkan orangtua adalah pendidik utama. Sekolah Kristen harus menyelaraskan prinsip pendidikan Kristen berkaitan pengembangan karakter dan pendisiplinan anak baik di sekolah maupun di rumah. Sebagai perpanjangan tangan dari orangtua dalam mendidik anak, Sekolah Kristen berkesempatan menggunakan pertemuan orang tua murid sebagai sarana menjalin relasi dan kebersamaan dalam mendidik anak.

IPEKA Pluit pun mengadakan Parents Fellowship bertemakan Critical Thinking. Fellowship diadakan juga untuk mengedukasi orang tua mengenai integrasi alkitab dalam pendidikan di IPEKA dan penerapannya dalam ICE (IPEKA Christian Education) Curriculum.

Dalam kegiatan ini, orang tua dapat lebih memahami mengenai penerapan ICE Curriculum di IPEKA dari pembicara Kepala Bagian Bidang Pengembangan Pendidikan Marisi Uli. Orang tua pun berkesempatan untuk berbagi pengalaman dan melakukan tanya jawab seputar integrasi alkitab dan penerapannya di sekolah. Dengan kegiatan ini, para orangtua pun akan semakin teredukasi bersama. Pihak sekolah IPEKA Pluit bisa menjadi pembimbing pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Perhatikan Hal ini Ketika Membuat Taman di Rumah.jpg

Properti dan Solusi

Perhatikan Hal ini Ketika Membuat Taman di Rumah

20 February 2019, 4 a.m.  |  12 Views

Banyak manfaat miliki taman di halaman rumah. Taman memberikan sirkulasi udara yang baik. Memandanginya juga baik untuk mata lelah.

Eka Kurniawan Jaga Kesehatan dengan Bersepeda.jpg

Kesehatan

Eka Kurniawan Jaga Kesehatan dengan Bersepeda

20 February 2019, 5 a.m.  |  29 Views

Mengetik berjam-jam di depan layar komputer dapat mengganggu kesehatan. Sastrawan Eka Kurniawan mengatasinya dengan rajin bersepeda.

Ngopi Instagramable di Serpong 1.jpg

Kuliner

4 Tempat Ngopi Instagramable di Serpong

20 February 2019, 3 a.m.  |  12 Views

Secangkir kopi panas jadi kenikmatan hakiki yang tak terbantahkan. Tak ayal, tempat ngopi juga hadir dengan interior instagramable.

Taman Bacaan Inovator.jpg

Pendidikan

Taman Baca Inovator Lahir Atas Nama Literasi

19 February 2019, 4 a.m.  |  48 Views

Gerakan taman bacaan mungkin sudah banyak ditemukan. Namun, Yayasan Taman Baca Inovator punya sentuhan berbeda.


Comments

Please Login to leave a comment.

ads