ITF Sunter Dinilai Walhi dapat Timbulkan Masalah Lingkungan Baru

Berita Kawasan

ITF Sunter Dinilai Walhi dapat Timbulkan Masalah Lingkungan Baru

Pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada hari ini, pengelolaan sampah di kota Jakarta masih menjadi masalah. Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun intermediate treatment facility (ITF) Sunter sebagai solusi untuk mengelola sampah secara modern ini justru dinilai akan menimbulkan masalah lingkungan baru baru.

Manajer Kampanye Urban dan Energi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Dwi Sawung mengatakan bahwa pembangunan ITF Sunter yang menggunakan teknologi insinerator ini akan menimbulkan polusi udara. Dalam keterangan rilis yang diterima PingPoint.co.id (21/2/2020) Dwi mengatakan, pembangunan proyek tersebut juga akan menimbulkan abu yang beracun.

ITF Sunter Dinilai Walhi dapat Timbulkan Masalah Lingkungan Baru

“Pemerintah mengelola TPA sampah rumah tangga tidak mampu, apalagi mengelola abu pembakaran yang ‘tergolong bahan beracun berbahaya (B3),” Dwi menerangkan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif WALHI DKI Jakarta Tubagus Soleh Ahmadi menambahkan, program yang masuk dalam bagian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) tidak sejalan dengan UU 18 tahun 2008. Dalam aturan tersebut, pengelolaan Sampah yang mengharuskan sampah harus kembali menjadi tanggungan produsen atau penghasil sampah.

[Baca Juga: Pemkot Jakpus Minta Pasar Sediakan Tempat Pengelolaan Sampah]

“ITF Sunter dan 3 ITF lain yang direncanakan akan memunculkan masalah baru. Proyek bakar sampah ini keluar dari asas tanggung jawab pengelolaan sampah berdasar UU 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Sampah itu harus kembali pada produsen (penghasil) sampah,” katanya.

ITF Sunter Dinilai Walhi dapat Timbulkan Masalah Lingkungan Baru

Terkait hal ini, Walhi bersama Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) dan Nexus3 Foundation berharap agar Pemerintah DKI Jakarta membatalkan pembangunan proyek insinerator ITF Sunter serta proyek tiga ITF lainnya yakni Cilincing, Rawa Buaya dan Jakarta Selatan.

[Baca Juga: Bogor Siap Olah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Diesel]

Selain itu, pemerintah juga diharapkan dapat memperbaiki tata kelola sampah daerah sebagaimana U 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Perda DKI Jakarta No.3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah. Koalisi masyarakat sipil ini juga berharap agar adanya pelibatan aktif warga dan sektor informal dalam mengelola sampah. Terakhir, mereka meminta agar pemerintah menekan produsen penghasil sampah untuk bertanggung jawab.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.