Jadi Korban Penipuan Online Begini Cara Tindaklanjutnya

Berita Kawasan

Jadi Korban Penipuan Online? Begini Cara Tindaklanjutnya

Polda Metro Jaya memiliki tim khusus menangani kasus kejahatan dunia maya yang tergabung dalam Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), seperti penipuan online yang hingga kini masih terjadi, khususnya di Jakarta. Sebelum sampai ke tahap penyelidikan dalam kasus cyber crime, siapa pun bisa mendatangi Ruang Konseling Reserse Kriminal Khusus terlebih dahulu yang dilayani bagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Namun, selain Polda Metro Jaya, korban cyber crime juga bisa mendatangi ke SPKT di Polda setiap wilayah DKI Jakarta.

Sementara, Ruang Konseling milik Ditreskrimsus yang berada di lantai 1 Gedung Samsat Polda Metro Jaya yang berlokasi di Jl. Jend. Sudirman No.Kav. 55, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini melayani tahap awal dari berbagai dugaan kasus yang berhubungan dengan perkara Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

[Baca Juga: Cek Keaslian Sertifikat Tanah dengan Aplikasi Online BPN]

“Ruang konseling ini ketika peristiwa itu sudah terjadi, siapa pun bisa datang untuk didengarkan terlebih dahulu tentang dugaan tindak pidana yang dilakukan korban, ” jelas Bripda Nebill kepada tim PingPoint.co.id (2/5/2019) ketika ditemui di Ruang Konseling Ditreskrimsus.

Kasus perkara ITE meliputi kejahatan dunia maya atau sosial media, seperti salah satunya penipuan online. Untuk saati ini, khusus kasus yang berhubungan dengan cyber crime seperti penipuan online diarahkan ke Ruang Konselin Ditreskrimsus yang ada di Polda Metro Jaya sebagaimana dikatakan Bripda Nebil.

[Baca Juga: Cegah Penipuan Online Sejak Dini dari Diri Sendiri]

Saat datang ke Ruang Konseling Ditreskrimsus, korban dari cyber crime akan ditanya apa yang dialami. Sehingga, pada saat sesi konseling, Anda perlu menceritakan kronologi secara lengkap. Selain itu, siapkan saksi bila memang ada saksi yang mendukung kebenaran. Dan hal terpenting dari sesi konseling ini agar didapatkan fakta, korban juga perlu mengumpulkan bukti berupa dokumen. Jika bukti yang dimiliki dalam bentuk digital, maka korban harus mencetak terlebih dahulu untuk dibawa ke ruang konseling.

Jika sudah ditemukan fakta dengan bukti yang cukup dari dugaan kasus perkara ITE yang dialami korban, maka pihak Reserse Ditreskrimsus yang bertugas di ruang konseling akan membuatkan laporan rekomendasi dalam bentuk dokumen. Laporan rekomendasi dari ruang konseling sudah dituliskan jenis perkara berdasarkan pasal-pasal yang sudah diatur dalam Undang-Undang ITE. Sehingga, laporan tersebut bisa diteruskan untuk diserahkan ke petugas Sentra Pelayanan Kepolisian. Selanjutnya akan diproses mulai dari investigasi dan penyidikan dari pihak Ditreskrimsus.

[Baca Juga: Ratusan Polisi Dikerahkan untuk Amankan HUT Transmedia]

Bila Anda sudah memiliki cukup bukti dan bisa membawa dugaan kasus perkara ITE untuk diproses pihak Kepolisian, maka salah satu menindaklanjuti penipuan yang Anda alami adalah datang ke SPKT di Polda setiap wilayah masing-masing dengan mengunjungi Ruang Konseling Ditreskrimsus terlebuh dahulu.

Read More

Artikel Lainnya

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik .jpg

Berita Kawasan

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik

29 September 2020, 16:08

Salah satu inovasi yang diterapkan di Terminal Jatijajar di masa pandemi seperti sekarang adalah pemberlakukan sistem e-ticketing.

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir.jpg

Berita Kawasan

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir

29 September 2020, 15:03

Wali Kota Tangerang memastikan pihaknya sudah mempersiapkan skenario antisipasi terhadap potensi terjadinya banjir akibat musim hujan.

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember.jpg

Berita Kawasan

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember

29 September 2020, 14:02

Pemkot Tangerang saat ini tengah bekerja keras untuk mengubah status wilayahnya dari zona orange menjadi zona hijau COVID-19.

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September .jpg

Berita Kawasan

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September

29 September 2020, 13:01

Pasar Ciplak di wilayah Jakarta Selatan disebut ditutup pada pekan ini usai ada pedagang yang positif COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.