Jamu Gendong Menyimpan Filosofi Budaya Jawa dalam Tiap Jenisnya

Kuliner

Jamu Gendong Menyimpan Filosofi Budaya Jawa dalam Tiap Jenisnya

Jamu dikenal sebagai obat tradisional Indonesia dengan menggunakan ramuan bahan dari bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, maupun campuran dari bahan-bahan tersebut. Kata jamu sendiri berasal dari bahasa Jawa Kuno, yaitu “Djampi” yang berarti metode penyembuhan dengan menggunakan ramuan herbal.

Saat ini ragam bentuk jamu pun sudah bervariasi, seperti jamu dalam kemasan saset, kapsul, tablet, maupun campuran. Namun jamu yang paling populer di kalangan masyarakat adalah jamu gendong. Disebut jamu gendong karena metode penjualan jamunya dengan cara menggendong bakul yang terisi botol-botol jamu. Jamu gendong lebih disukai masyarakat karena diracik secara langsung oleh penjualnya. Selain hasil racikan sendiri, 8 jenis jamu pun memiliki filosofi menarik yang jarang diketahui oleh masyarakat.

Jamu Gendong Menyimpan Filosofi Budaya Jawa dalam Tiap Jenisnya

Filosofi urutan minum delapan ragam jamu gendong yang ideal pun selayaknya fase kehidupan manusia, yang dimulai dari rasa manis-asam, sedikit pedas-hangat, pedas, pahit, tawar hingga akhirnya manis kembali. Berikut seperti dirangkum dari surakarta.go.id (16/11/2022):

  1. Kunyit asam, yang memiliki rasa manis-asam sebagai simbol awal kehidupan manusia yang terasa manis, yaitu saat manusia dalam masa bayi hingga pra-remaja.
  2. Beras kencur, memiliki rasa sedikit pedas yang melambangkan fase kehidupan manusia yang perlahan-lahan mulai merasakan kehidupan yang sebenarnya.
  3. Cabe puyang, memiliki rasa pahit dan manis sebagai lambang dari kehidupan manusia pada usia 19-21 yang mulai memasuki fase dewasa yang mulai labil dalam menjalani kehidupan.
  4. Pahitan melambangkan bahwa hidup ini tak hanya terasa manis saja, akan ada rasa pahitnya juga. Sekalipun rasanya pahit tetapi tetap harus ditelan atau dijalankan.
  5. Kunci suruh, melambangkan bahwa kehidupan akan membaik setelah adanya kepahitan hidup. Selayaknya ‘kunci’ yang merupakan bumbu penyedap makanan dan ‘suruh’ yang memiliki banyak khasiat dalam mengobati penyakit, maka kesuksesan pun akan datang setelah banyak hal yang terlewati.
  6. Kudu laos, merupakan jamu penghangat yang memberikan simbol bahwa dalam melewati fase kehidupan, kita harus mampu menjadi penghangat dan pengayom bagi orang di sekeliling kita.
  7. Uyup-uyup, merupakan jamu yang bersifat penetral dan rehabilitatif, yang bermakna pengabdian diri seutuhnya dan kepasrahan diri secara tulus kepada Tuhannya.
  8. Sinom, memiliki rasa manis yang melambangkan bahwa jika manusia di awal dilahirkan dengan fitrah, maka harus kembali kepada Tuhan dalam keadaan fitrah juga.

[Baca Juga: Jamu Tradisional Masuk Kafe. Ini 3 Pilihan yang Bisa Anda Pesan]

Berawal dengan manis maka diakhiri pula dengan manis. Begitulah siklus delapan rasa jamu gendong yang seperti kehidupan manusia, di mana manusia dilahirkan secara fitrah maka akan kembali dalam keadaan fitrah pula.

Namun, saat ini masih banyak masyarakat yang enggan mengonsumsi jamu, karena adanya stigma rasa pahit jamu tanpa mempedulikan khasiat jamu itu tersendiri. Padahal, mengonsumsi jamu dapat membuat tubuh sehat dan secara perlahan pun dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Maka dari itu mengonsumsi jamu ini perlu kita galakkan, hingga akhirnya dapat menjadi kebiasaan setiap harinya.


Read More

Artikel Lainnya

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Ell y.jpg

Kuliner

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Elly

07 December 2022, 16:31

Fore Coffee baru-baru ini mengumumkan menu pendamping baru yang tepat untuk jadi teman minum kopi dan menu ini merupakan hasil kreasi kolaborasi dengan Oma Elly.

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kot a.jpg

Bisnis

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kota

07 December 2022, 14:29

Pada akhir pekan lalu, Kawan lama Group kembali menggelar aksi donor darah secara serentak di puluhan gerai ACE serta Informa yang tersebar di 27 kota.

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital.jpg

Bisnis

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital

07 December 2022, 12:26

Perusahaan Amartha mengumumkan berhasil menggandeng hingga lebih dari 50.000 UMKM di Sumatera Barat untuk proses adopsi digitalisasi via Amartha+.

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rist a.jpg

Bisnis

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rista

06 December 2022, 16:16

Hadapi perwakilan Chatime dari enam negara lainnya, tea-rista Chatime Indonesia berhasil menyabet juara kedua di kompetisi brewed tea tingkat dunia di Taiwan.


Comments


Please Login to leave a comment.