Jamu Ginggang Jogja

Bisnis

Jamu Ginggang Jogja, Bertahan di Tengah Maraknya Jamu Instant

Ketika sedang berada di Yogyakarta, jangan lupa mampir di sebuah kios jamu tradisional yang sangat legendaris. Namanya, Kios Jamu Ginggang , yang beralamat di Jalan Masjid No 32, Pakualaman, Yogyakarta , tepatnya sebelah barat dari Istana Kadipaten Puro Pakualaman. Ditengah maraknya produksi jamu instant, bisnis jamu tradisional ini sampai sekarang masih eksis . Namun seiring dengan perkembangan jaman, Jamu Ginggang tak hanya melayani pelanggan untuk minum ditempat tetapi juga mulai merambah pasar jamu online.

Saat ini Jamu Ginggang dikelola oleh Ike Yulita Astani, yang merupakan generasi ke lima dari Joyo Tan Ginggang yang merupakan pendiri Kios Jamu Ginggang. Bagi warga Jogja, kios jamu ini sudah menjadi salah satu ikon Jogja sehingga tata letak warung maupun proses pembuatan jamu masih dipertahankan secara tradisional.

"Bisnis jamu Mbah Ginggang itu sudah ada sejak 1930-an, tapi dulu cuma penjual kaki lima. Baru tahun 1950-an, bikin kios seperti ini," ujar Ike kepada wartawan Kamis (13/1/2021) di warungnya.

Kios Jamu Ginggang

Ditambahkan Ike, pendirian kios jamu seperti sekarang ini tidak lepas dari peran Pura Paku Alaman yang memberikan ijin sehingga Kios Jamu Ginggang dapat berkembang seperti sekarang ini. Waktu itu, selain melayani para abdi dalem Istana Pura Paku Alaman, kios jamu ini juga melayani masyarakat umum. Adapun jenis jamu yang ada di Jamu Ginggang antara lain jamu beras kencur, kunyit asem, parem, pahitan, jamu sehat laki-laki, jamu pegel laki-laki, galian putri, galian singset serta jamu terlambat bulan. Hingga saat ini hampir satu abad Jamu Ginggang masih tetap eksis dan menjadi salah satu favorit jamu tradisional yang banyak diminati hingga saat ini.

"Jamu Ginggang tidak memakai bahan pengawet dan pemanis buatan. Murni gula pasir dan gula merah. Hingga saat ini alhamdulillah masyarakat sangat cocok, bahkan banyak yang bilang sejak minum Jamu Ginggang badan menjadi lebih sehat, nafsu makan bertambah.Sudah banyak yang membuktikan khasiatnya," ujarnya.

[Baca Juga: Membuat Jamu Tradisional Ala Jamu Gendong Bu Nasi’ah]

Selama masa pandemi, lanjut Ike, jumlah kunjungan di Kios Jamu Ginggang justru semakin meningkat. Banyak pelanggan yang minum jamu empon-empon dan jamu lain untuk menambah stamina. Bahkan pada masa pandemi, pihaknya meracik jamu khusus yang diberi nama Jamu Corona.

"Ini jamu ramuan beberapa bahan jamu, berupa campuran beras kencur, kunyit asem, temulawak. Sampai sekarang masih terus dicari pelanggan," ujar Ike.

Promosi Jamu Corona ini awalnya cuma diperkenalkan kepada pelanggan yang datang ke warung. Tetapi, jamu racikan ini akhirnya viral dan dikenal banyak orang. Bahkan, setiap harinya penjualan bisa 100-200 gelas.

Meski kunjungan langsung ke kios masih ramai, namun pesanan online juga tak kalah ramai. Oleh karena itu, pihaknya saat ini sedang merencanakan agar Jamu Ginggang dapat buka di kota lain. Bahkan jika memungkinkan, produk jamu ini bisa menempuh pasar luar negeri. Sedangkan, dalam hal penjualan jamu secara online, saat ini Jamu Ginggang memasarkan produknya melalui beberapa marketplace dalam bentuk jamu serbuk dan jamu cair.

Jamu Ginggang Jogja

Hendi (45) – salah seorang penikmat jamu - mengungkapkan, dirinya menjadi pelanggan Jamu Ginggang sudah agak lama. Dirinya suka Jamu Ginggang ini karena asli dari ramuan tradisional sejak jaman dulu. Sebab, dengan minum jamu badan terasa bugar setiap minum jamu ini. Adapun , f avorit jamu yang selalu ia pesan adalah jamu beras kencur kental. Menurutnya jenis jamu tersebut sangat enak dan bisa menghangatkan badan.

"Saya selalu pesan beras kencur kental. Teman-teman yang mencari jamu selalu saya rekomendasikan untuk membeli Jamu Ginggang ini," pungkasnya.


Read More

Kios Jamu Ginggang

Jamu Tradisional

+62274510466
None

Artikel Lainnya

Setelah Vakum Lama, Festival Rujak Uleg Digelar Akhir Pekan Ini - Copy.jpg

Kuliner

Setelah Vakum Lama, Festival Rujak Uleg Digelar Akhir Pekan Ini

19 May 2022, 19:46

Kerinduan warga Suroboyo dengan Festival Rujak Uleg siap terobati pada tanggal 22 Mei 2022 nanti.

Akhir Pekan Ini Festival Adu Bedung dan Dondang di Mustika Jaya Siap Digela r.jpg

Berita Kawasan

Akhir Pekan Ini Festival Adu Bedung dan Dondang di Mustika Jaya Siap Digelar

19 May 2022, 17:45

Dalam rangka mempertahankan budaya daerahnya, Kecamatan Mustika Jaya akan kembali menggelar Festival Adu Bedug dan Dondang pada akhir pekan ini.

Literasi Digital Jaga Data Pribadi Jadi Kunci Cegah Penipuan Online.jpg

Pendidikan

Literasi Digital: Jaga Data Pribadi Jadi Kunci Cegah Penipuan Online

19 May 2022, 15:24

Dengan ribuan kasus kejahatan siber yang terjadi, mayoritas memanfaatkan data pribadi korban yang dibagikan di dunia maya.

Demi Masa Depan Si Kecil, Ini Instrumen Warisan ala Astra Lif e - Copy.jpg

Bisnis

Demi Masa Depan Si Kecil, Ini Instrumen Warisan ala Astra Life

19 May 2022, 14:43

Walau Anda termasuk generasi muda atau milenial yang sudah berkeluarga, aspek warisan juga menjadi yang sudah mulai Anda bisa siapkan dari sekarang demi masa depan buah hati.


Comments


Please Login to leave a comment.