KEBON JERUK-KESEHATAN-JANGAN ABAIKAN JIKA BERASA NYERI DI LEHER-RACHLI-1100 px X 600 px-03.jpg

Kesehatan

Jangan Abaikan Jika Berasa Nyeri di Leher

Setiap orang tentu pernah mengalami rasa nyeri pada leher. Mulai dari kondisi ringan sampai yang bisa menggagu aktivitas. Namun, banyak di antara mereka yang masih mengabaikan rasa nyeri tersebut. Padahal, rasa nyeri itu bisa menjadi tanda bahwa ada yang tidak beres dari tubuh. Bisa jadi rasa nyeri di leher mengindentifikasikan saraf kejepit.

Seperti diterangkan dr. Phedy, Sp.OT-K, jepitan saraf leher atau cervical disc herniation adalah kondisi isi dari bantalan tulang leher bocor keluar sehingga menjepit saraf leher. Jepitan saraf leher umumnya terjadi pada orang yang berusia 30-50 tahun.

Cedera Jepitan Saraf Leher

Namun hal tersebut juga dapat terjadi pada usia muda maupun lebih tua. Jepitan saraf leher juga bisa lebih dapat terjadi karena adanya riwayat cedera leher, akan tetapi seringkali terjadi secara spontan tanpa penyebab yang jelas.

[Baca Juga: Terapi Untuk Nyeri Punggung di RS Premier Bintaro]

Keluhan yang terjadi bergantung pada lokasi jepitan. Jika jepitan terjadi di pinggir, keluhan yang muncul adalah kaku, nyeri leher yang menjalar, kesemutan, atau rasa lemah pada lengan dan tangan. Jika terjadi di tengah, keluhan yang muncul berupa kehilangan keseimbangan, kaku saat berjalan, rasa lemah pada tungkai sampai gangguan buang air besar dan kecil. Bahkan dapat mengakibatkan kelumpuhan secara total.

Untuk membuktikan adanya jepitan saraf dapat dilakukan pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Sedangkan untuk pengobatannya bervariasi, seperti dikutip dari keterangan pers yang diterima PingPoint.co.id, Selasa (30/10/2018), mulai dari obat-obatan, fisioterapi, hingga operasi tergantung pada keparahan jepitan saraf. Pada kasus tertentu ditemukan kelemahan yang parah, maka operasi menjadi satu-satunya pilihan untuk menyembuhkan.

Nyeri Leher

Dokter Spesialis Ortopedi Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini juga menuturkan, operasi dilakukan dengan tujuan membebaskan jepitan dengan cara mengambil bantalan yang menekan saraf. Dengan teknik Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy (PECD), jepitan dapat diambil dengan luka sayatan 0,5 cm.

[Baca Juga: 5 Gangguan Kesehatan yang Bisa Diatasi dengan Minimal Invasive]

Luka tersebut lebih kecil dibandingkan dengan operasi konvesional yang luka sayatan mencapai 2 cm. Bantalan yang diambil dapat diganti menggunakan tulang atau bantalan sintetik, sehingga leher tidak kehilangan fungsi gerak dan dapat menjalankan fungsinya seperti semula.

“Risiko kegagalan operasi untuk jepitan saraf leher cukup rendah. Perdarahan selama operasi umumnya kurang dari 50 cc dan lama operasi berkisar 45-90 menit. Selain itu kelebihan dari PECD ini adalah dalam beberapa jam setelah menjalankan operasi pasien dapat pulang dari rumah sakit (one day care),” terangnya.

Read More

Artikel Lainnya

3 Masterpiece Sutradara Mouly Surya Bisa Ditonton di Netflix

Hobi dan Hiburan

3 Masterpiece Sutradara Mouly Surya Bisa Ditonton di Netflix

01 December 2020, 18:49

Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak, fiksi., Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta, ketiganya bisa Anda tonton mulai Desember 2020 ini di Netflix.

Aplikasi Si Poltak Permudah Warga Medan yang Alami Kecelakaan

Berita Kawasan

Aplikasi Si Poltak Permudah Warga Medan yang Alami Kecelakaan

01 December 2020, 17:28

Angka kecelakaan di Kota Medan cukup tinggi sehingga perlunya penanganan yang cepat bagi korban kecelakaan agar korban dapat segera ditangani dan diselamatkan.

Warganya Mulai “Kendor” Protokol Kesehatan, Risma Peringatkan Gelombang Kedua COVID-19.jpg

Kesehatan

Warganya Mulai “Kendor” Protokol Kesehatan, Risma Peringatkan Gelombang Kedua COVID-19

01 December 2020, 16:42

Wali Kota Risma khawatir dengan masyarakat Kota Surabaya yang semakin menurun tingkat kesadaran protokol kesehatannya padahal terdapat potensi gelombang kedua COVID-19.

Bandara Abdulrachman Saleh Tidak Terpengaruh Aktivitas Gunung Semeru

Berita Kawasan

Bandara Abdulrachman Saleh Tidak Terpengaruh Aktivitas Gunung Semeru

01 December 2020, 15:57

Aktivitas di Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Jawa Timur, masih berlangsung normal dan belum terpengaruh oleh aktivitas vulkanik Semeru.


Comments


Please Login to leave a comment.