Komunitas Mini Figure ID a.jpg

Berita Kawasan

Jatuh Hati pada Figur Mini

Bisa dibilang, mini figure merupakan benda yang unik dan menarik. Sebab dari benda yang memiliki skala 1:64 sampai 1:160 bila dibandingkan ukuran sebenarnya itu, bisa tercipta berbagai cerita dan setting unik yang menggambarkan kehidupan sehari-hari. Hebatnya lagi, figur kecil ini juga umumnya dibuat dengan sangat detail, sehingga mengundang decak kagum banyak orang yang melihatnya.

Pendiri Komunitas Mini Figure ID Kris Hartanto

Dari sekian banyak orang yang merasa kagum dan tertarik dengan “kemampuan” mini figure dalam membuat cerita, Kris Hartanto adalah salah satu nama yang patut disebut. Soalnya, pria yang tinggal di kawasan BSD, Tangerang ini mengaku sangat tertarik sehingga mengoleksi ratusan mini figure di rumahnya. Selain itu, karena kecintaannya terhadap mini figure, ia pun mengumpulkan orang-orang yang memiliki ketertarikan serupa sampai akhirnya mendirikan Komunitas Mini Figure ID (KMFI).

“Dulu pertama kali lihat ada yang foto miniatur di website Fotografi Indonesia. Di situ ada benda [berupa] HP (handphone, red), tapi di sekitarnya ada miniatur dan ada story-nya. HP di situ tidak cuma sebagai pajangan, tapi bagian dari story,” ungkap Kris menceritakan awal mula dia jatuh cinta pada mini figure.

Komunitas Mini Figure ID atau KMFI

Kepada PingPoint.co.id, Kris melanjutkan bahwa sejak saat itu ia mulai mencari informasi terkait tempat-tempat yang menjual miniatur. Dari penelusuran tersebut, ia pun banyak belajar dan mengetahui kalau figur-figur kecil yang kerap digunakan dalam miniatur memiliki ukuran dengan skala 1:87. Sangat kecil memang, tapi Kris bilang justru di situlah menariknya. Ia pun menemukan fakta bahwa banyak fotografer serta komunitas miniatur di berbagai negara, namun tidak demikian dengan Indonesia.

[Baca Juga: Tidak Hanya Menghibur, Mobile Games Berikut Ini Juga Bisa Asah Otak]

“Waktu itu sekitar tahun 2014, dan sampai sekarang sudah tidak terhitung berapa total jumlah koleksi mini figure-nya. Mungkin ratusan,” bebernya. Terkait karakter mini figure yang dimilikinya, Kris mengaku bahwa itu juga terdiri dari berbagai macam karakter. Ada pelukis, pekerja, pemancing, dan lain sebagainya. Intinya, semua koleksi itu bisa di-setting sehingga bisa menggambarkan kehidupan manusia sehari-hari.

Karya Foto Komunitas Mini Figure ID atau KMFI

Impor dari Eropa dan Berdirinya KMFI

Pria pencinta anjing ini menegaskan, kebanyakan koleksi mini figure-nya ia beli dan datangkan dari benua Eropa. Sebab balik lagi, di Indonesia sendiri, mini figure belum begitu eksis sehingga masih cukup sulit didapatkan. Tapi karena impor, Kris mengatakan harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli set mini figure yang diinginkannya. Ia pun bilang kalau hal tersebut tidak menjadi masalah. Sebab selain koleksi, ia juga kerap membeli mini figure untuk kemudian dijual kembali di akun Instagram @gulalitoys dan www.gulali.net.

“Per set isi lima figure ada yang [harganya] Rp1 jutaan kalau nggak salah, soalnya langka dan sudah tidak diproduksi lagi. Itu set Balap Tour de France,” terang Kris menjelaskan salah satu set koleksi mini figure yang dianggapnya paling berharga.

Karya Foto Komunitas Mini Figure ID atau KMFI

Sementara terkait KMFI sendiri, Kris menjelaskan kalau komunitas itu ditujukan untuk kolektor yang suka mengabadikan koleksinya dalam bentuk fotografi, dan secara khusus memiliki figur skala 1:64 sampai dengan 1:160. Komunitas ini sengaja didirikan mengingat semakin hari, semakin banyak orang yang tahu, suka, dan akhirnya mengoleksi mini figure.

[Baca Juga: Mengulas Komunitas Pecinta Anjing di Kota Depok]

“Komunitas ini didirikan sebagai sarana komunikasi antarkolektor, berbagi foto dan kreativitas, jual-beli kolpri (koleksi pribadi, red), serta kegiatan barter. Figur skala atau properti lain boleh ditampilkan dalam foto di dalam komunitas ini, namun hanya sebatas pendukung. Pemeran utama harus dari figur skala 1:64 sampai 1:160,” tutur Kris seraya menjelaskan kalau pertemuan, pameran, serta sesi unggah foto bareng di Instagram menjadi agenda rutin KMFI.


Read More

Artikel Lainnya

UTBK di ITB Capai 23.705 Orang 3.jpg

Pendidikan

Sebanyak 23.705 Orang Ikuti UTBK di Institut Teknologi Bandung

15 April 2021, 09:00

Pelaksanaan UTBK di ITB terdapat di beberapa lokasi, yakni di Kampus ITB dan di sejumlah sekolah menengah

pusdai3.jpg

Berita Kawasan

Kasus Terkonfirmasi COVID-19 Menurun, Masjid Pusdai Bandung Gelar Salat Tarawih Berjamaah

15 April 2021, 08:30

Kota Bandung menunjukan grafik menurun, sehingga beberapa Masjid besar di Kota Bandung sudah diizinkan untuk melakukan salat tarawih berjamaah.

Vaksinasi UPi 3.jpg

Kesehatan

Universitas Pendidikan Indonesia Lakukan Vaksinasi untuk Ribuan Dosen dan Tenaga Kependidikan

15 April 2021, 08:00

Sebanyak 2.000 Dosen dan Tenaga Kependidikan melakukan vaksinasi di Gymnasium UPI pada 5-7 April kemarin. Vaksinasi kali ini mayoritas diperuntukan bagi dosen dan tenaga pendidikan UPI yang berusia di bawah 60 tahun.

Dekan Psikologi Undip

Pendidikan

Prof. Dian Ratna Sawitri, Sosok di Balik Prodi Terfavorit UNDIP

14 April 2021, 06:30

Prodi paling Favorit yang banyak diminati calon mahasiswa pada SBMPTN tahun 2021 di Universitas Diponegoro adalah Prodi Psikologi. Prodi ini memiliki peminat mencapai 3.538 orang.


Comments


Please Login to leave a comment.