Java Aquatic, Hobi Biota Laut yang Dikembangkan Jadi Bisnis   .jpg

Bisnis

Java Aquatic, Hobi Biota Laut yang Dikembangkan Jadi Bisnis

Tak sedikit orang-orang yang memulai bisnisnya dari hobi atau passion mereka di satu bidang sehingga rela untuk terjun dan menghadapi berbagai tantangan yang muncul dalam pengembangan usaha tersebut. Mungkin inilah gambaran yang mencerminkan bagaimana dorongan Nico Christy Susanto dan Steven Ponto dalam hobinya mengenai biota laut hingga mendorong mereka menjadi perancang akuarium hias air laut. Bahkan usai berbagai tantangan yang keduanya harus hadapi, mereka tetap berhasil mendirikan toko bernama Java Aquatic yang mengakomodir para penghobi lainnya.

Java Aquatic, Hobi Biota Laut yang Dikembangkan Jadi Bisnis.jpg

Perjalanan berdirinya Java Aquatic di Jalan Ciledug Raya, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan sebenarnya tak terlepas dari perjuangan Nico dan Steven yang mengalami jatuh bangun dalam bisnis mereka di bidang hobi ini. Di mana pertemuan keduanya justru terjadi ketika Steven masih bekerja di bank dengan Nico adalah salah satu nasabahnya. Ternyata keduanya memiliki hobi yang serupa hingga pembicaraan mengenai mendirikan bisnis akuarium hias air laut pun dimulai yang memicu Steven rela melepaskan pekerjaannya untuk fokus di sini.

“Sebenarnya dari passion yang kita isi di Indonesia itu ‘kekosongan’. Karena basically dulu di Indonesia, semua merek-merek (perlengkapan akuarium laut) mahal itu, mahal banget. Jadi merek mahal itu di sini dijual 40-50 persen sampai 60 persen di atas harga retail di luar negeri. Kita mungkin satu-satunya distributor yang mulai dari toko kecil banget, kita mulai dari jualan ikan, set up bikin akuarium,” tutur Nico kepada PingPoint.co.id di Java Aquatic (28/9/2020).

[Baca Juga: Hadapi New Normal, Ini Tips untuk Pengusaha Ikan Hias]

Sebelum mendirikan Java Aquatic, keduanya mendirikan toko akuarium dengan ikan serta biota laut di Cengkareng pada tahun 2015-an. Di sini cost yang dikeluarkan masih terbilang kecil dengan ditopang e-commerce (sempat membuat laman sendiri tapi akhirnya ditutup dan memanfaatkan Tokopedia hingga kini) membuat keduanya mulai menjangkau konsumen.

Kemudian lanjut dengan membuka toko kedua di Green Lake di tahun kedua. Pada momen inilah keduanya mengalami rintangan berat terkait finansial akibat berbagai cost yang perlu dikeluarkan bahkan sampai harus menutup toko tersebut. Namun berkat kegigihan keduanya serta menurut Nico, optimisme dari Steven, mereka tetap fokus untuk tetap menjalankan bisnisnya dengan mempertimbangkan sebenarnya apa yang sangat dibutuhkan di pasar penghobi akuarium hias air laut.

Java Aquatic, Hobi Biota Laut yang Dikembangkan Jadi Bisnis .jpg

Proses jatuh bangun ini pun akhirnya dapat menuntun keduanya secara perlahan merealisasikan toko Java Aquatic yang sedikit banyak terinspirasi dengan toko retail hewan peliharaan di Amerika Serikat seperti Petco dan PetSmart. Di mana saat ini Java Aquatic menyediakan berbagai perlengkapan untuk aquarium hias air laut, dari mulai biotanya seperti koral, anemon, bahkan hingga ikan-ikannya. Tak lupa juga berbagai suplemen sampai filter yang dijual untuk memastikan ekosistem mini air laut konsumennya tetap terjaga.

Selain itu karena peminat aquscape dan hal-hal yang berhubungan dengan ikan hias air tawar juga tinggi peminatnya, Java Aquatic juga menyediakannya. Namun Nico menegaskan, apa yang tersedia di tokonya ini dipastikan tidak ditemukan di toko akuarium konvensional. “Minimal next level dibandingkan yang dijual di luar sana,” tuturnya.

[Baca Juga: Komunitas Ini Edukasi Masyarakat Mengenai Hewan Reptil]

Kemudian penghobi reptil juga turut digandeng Java Aquatic. Di mana di toko ini disediakan berbagai perlengkapan reptil, bahkan termasuk hewannya. Ketika PingPoint berkunjung, hewan reptil yang terlihat masih tersedia adalah kura-kura darat sulcata, bunglon alias chameleon yang diimpor dari luar negeri, dan bearded dragon. Untuk saat ini Nico mengklaim, hewan reptil yang masih fokus dijual di tokonya adalah chameleon. Bahkan Java Aquatic menjadi distributor resmi dari berbagai perlengkapan reptil yang sebelumnya dijual dengan harga tinggi di Indonesia karena para pengusaha di bidang ini masih banyak mengimpor produk-produk tersebut dari luar negeri.

Menurut Nico, dirinya dan Steven masih memiliki visi untuk mengembangkan Java Aquatic agar serupa dengan toko hewan peliharaan yang menjadi inspirasinya. Dengan setiap lantainya nanti akan ditambahkan area untuk jenis hewan tertentu tapi untuk saat ini fokusnya adalah di akhir tahun 2020 menjadi toko yang memiliki aksesoris untuk reptil terlengkap di Ibu Kota bahkan di Indonesia.

Java Aquatic, Hobi Biota Laut yang Dikembangkan Jadi Bisnis  .jpg

Nico menambahkan, satu hal yang membedakan Java Aquatic dengan toko hobi hias air laut, aquascape, atau pet shop lainnya adalah dirinya serta timnya ingin memberikan edukasi mengenai perlakuan hewan peliharaan sebaik mungkin. Karena ia memandang tak sedikit masyarakat yang ingin memelihara hewan peliharaan apapun itu cenderung tidak memperlakukannya sebaik mungkin dan hal ini didukung dengan para pengusaha di bidang ini yang hanya fokus untuk menjual produk mereka secepatnya.

“Ada thin line antara pebisnis dan penghobi, kita ingin di line ini. Kita itu jualan bukan hanya untung dan rugi tapi juga sharing knowledge. Saya rasa ini yang sulit ditemukan di Indonesia,” imbuhnya. Hal ini tersebut juga tercermin dari usahanya melakukan aquaculture untuk jenis-jenis koral tertentu agar tidak makin banyak orang yang mengambilnya dari alam.

Read More

Artikel Lainnya

Indekos, Toko Bunga, dan Museum, Inilah Perubahan Wajah Gedung Sumpah Pemuda

Berita Kawasan

Museum Sumpah Pemuda Gelar Pameran Sartono: Sang Pejuang Demokrasi

27 October 2020, 17:54

Dalam momen perayaan Sumpah Pemuda tahun ini, Museum Sumpah Pemuda menggelar pameran yang memperlihatkan sosok yang dipandang sebagai tokoh pejuang demokrasi di Indonesia, Sartono.

Dari realme Narzo 20 Hingga AIoT, Pekan Depan realme Rilis Jajaran Produk Baru!.jpg

Bisnis

Dari realme Narzo 20 Hingga AIoT, Pekan Depan realme Rilis Jajaran Produk Baru!

27 October 2020, 15:36

i awal November 2020, realme Indonesia sudah siap memperkenalkan beragam produk barunya, termasuk ponsel pintar yang targetkan mobile gamer.

Jelang Unjuk Rasa Omnibus Law di Surabaya, Wali Kota Risma Lakukan Init.jpg

Berita Kawasan

Jelang Unjuk Rasa Omnibus Law di Surabaya, Wali Kota Risma Lakukan Ini

27 October 2020, 14:29

Wali Kota Risma berpesan kepada warganya yang hendak ikut demonstrasi Omnibus Law pada hari ini.

Persiapan Libur Panjang, Pemprov Jawa Barat Siap Gelar Rapid Test Dadakan.jpg

Berita Kawasan

Persiapan Libur Panjang, Pemprov Jawa Barat Siap Gelar Rapid Test Dadakan

27 October 2020, 13:36

Pemprov Jawa Barat sudah mulai mempersiapkan untuk antisipasi potensi penyebaran COVID-19 saat libur panjang.


Comments


Please Login to leave a comment.