Jejak Perjalanan Bubble Tea, Minuman Fenomenal dari Taiwan

Kuliner

Jejak Perjalanan Bubble Tea, Minuman Fenomenal dari Taiwan

Bubble tea menjadi minuman yang diminati di Jabodetabek sampai saat ini. Ada banyak sekali merek bubble tea hingga mungkin menarik perhatian Anda untuk mencobanya satu per satu. Kala pandemi COVID-19, bubble tea pun bisa jadi salah satu minuman andalan yang Anda beli melalui layanan pesan antar. Ternyata, minuman fenomenal asal Taiwan ini memiliki kisah panjang. Seperti kisahnya?

Bermula dari Shou Yao

Diberitakan CNN (30/4/2020), munculnya bubble tea erat kaitannya dengan shou yao, yaitu minuman yang muncul di tahun 1949.

Shou yao adalah minuman teh yang dibuat oleh warga Taiwan bernama Chang Fan Shu. Ia sebelumnya bekerja sebagai ahli racik minuman di area Izakaya di Taiwan selama perang dunia kedua. Setelah itu, dia membuka kedai teh dan terciptalah shou yao. Karena dibuat dengan cara dikocok, Shou Yao terlihat seperti es teh yang punya gelembung halus di atasnya.

Jejak Perjalanan Bubble Tea, Minuman Fenomenal dari Taiwan

Dibuatnya shou yao menjadi penemuan revolusioner kala itu. Pasalnya, minuman dingin di Taiwan belum sering dijumpai. Terlebih lagi, di masa itulah muncul tren mengonsumsi makanan dan minuman sebagai sebuah hiburan karena sebelumnya Taiwan diselimuti oleh suasana perang.

[Baca Juga: Konsumsi Secara Wajar Bubble Tea Dapat Bermanfaat Bagi Tubuh]

Oleh karena itu, bubble tea yang berbahan dasar teh tak bisa lepas dari sejarah munculnya shou yao di Taiwan.

“Tren minuman teh berkembang bersamaan dengan meningkatnya tren makanan di tahun 1980-an karena Taiwan mengalami pertumbuhan ekonomi yang cepat,” ungkap Tseng Pin Tsang, pakar sejarah Taiwan.

Dua Orang Mengklaim Menjadi Penciptanya

Sampai saat ini orang-orang belum bisa menyebut satu nama pencipta bubble tea. Bila ditanya siapa penciptanya, Anda mungkin bisa menyebut dua nama warga Taiwan, yaitu Tu Tsong He dan Lin Hsiu Hui.

Dari sudut pandang Tu Tsong He, ide membuat bubble tea muncul ketika Ia mengunjungi Pasar Yamuliao di Tainan. Tu melihat fenyuan, makanan berbentuk bulat dari tapioka yang menjadi kesukaannya sejak kecil.

Jejak Perjalanan Bubble Tea, Minuman Fenomenal dari Taiwan

Sebelumnya, Tu menggarap restoran makanan, tetapi tutup lantaran bangkrut. Oleh karenanya, Ia memutar otak agar bisnis tehnya kali ini tidak mengalami nasib yang serupa.

“Saya berpikir kenapa saya tidak menambahkan saja fenyuan ini ke minuman green tea yang saya buat? Fenyuan putih terlihat transparan ketika diseduh di dalam green tea, seperti kalung mutiara ibu saya. Jadi saya menyebutnya zhen zhu lu cha,” tutur Tu.

Jejak Perjalanan Bubble Tea, Minuman Fenomenal dari Taiwan

Seiring berjalannya waktu, Tu bereksperimen membuat bola-bola besar berwarna hitam dari bahan tapioka dan Ia memasukkannya ke teh susu. Itulah minuman bubble tea yang menjadi fenomenal hingga saat ini.

Akhirnya Ia membuka kedai bubble tea pertamanya bernama Hanlin pada Oktober 1986.

Cerita versi kedua dari sudut pandang Lin Hsiu Hui. Ia adalah Manajer Produk Chun Shui Tang, sebuah gerai bubble tea di Taiwan.

Jejak Perjalanan Bubble Tea, Minuman Fenomenal dari Taiwan

Ia mengatakan menciptakan bubble tea kali pertama saat rapat pegawai di tahun 1988. Lin menuangkan bola tapioka ke dalam teh Assam dari India. Disukai oleh banyak orang, minuman buatan Lin pun dijadikan menu di Chun Shui Tang.

“Semua orang di rapat menyukai minuman itu dan dengan cepat , semua es teh kami yang lain laku terjual dalam beberapa bulan,” kata Lin.

Jejak Perjalanan Bubble Tea, Minuman Fenomenal dari Taiwan

Persoalan pencipta bubble tea pun ternyata pernah naik ke meja hijau. Namun, pengadilan tetap tidak mengeluarkan hasil tentang siapa penciptanya. Pengadilan memutuskan bahwa bubble tea adalah minuman yang bisa dibuat oleh siapa pun. Karenanya, tak perlu memperdebatkan siapa penciptanya.

Tu Tsong He sendiri akhirnya tak ambil pusing. “Gugatan dengan Chun Shui Tang adalah pertarungan yang harus diperjuangkan demi kebenaran, tapi bukan masalah personal. Kami akan membiarkan orang-orang yang meminum teh kami menjadi hakim yang menentukan,” kata Tu, sang pendiri Hanlin.

Jadi Identitas Diri Orang Taiwan

Tseng Pin Tsang, sejarawan Taiwan mengatakan, bubble tea adalah contoh sukses produk dari makanan tradisional, yaitu fenyuan dan teh. Ia menyebut bubble tea sebagai simbol identitas dan kepercayaan diri orang Taiwan.

Pada tahun 2004, Kementerian Pertahanan Taiwan membuat selebaran dan menyebarkannya kepada masyarakat tentang kebutuhan perlengkapan militer.

[Baca Juga: 4 Bubble Tea Enak Di Kelapa Gading yang Wajib Dicoba]

Dalam selebaran itu, tertulis bila warga Taiwan tidak membeli satu gelas bubble tea setiap minggunya selama lima belas tahun ke depan, mereka bisa menyumbang cukup banyak untuk membayar biaya militer.

Menanggapi hal itu, pihak Easy Way, brand bubble tea di Taiwan lantas mengatakan “Kenapa tidak meminta orang-orang berhenti minum coke saja?”

Mudah Mengotak-atiknya

Tak bisa dimungkiri, bubble tea berkembang dengan varian rasa yang sangat banyak. Anda akan menemukan varian rasa buah, kopi, dan mungkin kini dengan pemanis yang beragam. Ini menjadi tanda bubble tea adalah minuman yang mudah dikembangkan dan dibuat sesuai selera. Pun bagaimana tetap saja, pada dasarnya minuman ini adalah kombinasi dari teh, susu, dan bola tapioka.


Read More

Artikel Lainnya

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam.jpg

Kecantikan dan Fashion

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam

03 October 2022, 17:32

Alih-alih menggunakan kulit sapi, kambing, atau reptil, salah satu brand di Kota Bandung menggunakan ceker ayam sebagai bahan baku produk sepatunya.

Melalui Buku Ini, Masyarakat Diajak Sajikan dan Lestarikan Kuliner Asli Betawi.jpg

Kuliner

Lestarikan Kuliner Asli Betawi Melalui Buku

03 October 2022, 14:30

Belum lama ini Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia, istri Gubernur DKI Jakarta dan istri mantan Sekda DKI Jakarta berkolaborasi guna menghasilkan buku yang mengulas resep tradisional khas Betawi.

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air.jpg

Bisnis

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air

03 October 2022, 11:28

East Ventures setidaknya telah mendanai tiga perusahaan startup yang mendukung perkembangan ekosistem kopi di Tanah Air.

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.


Comments


Please Login to leave a comment.