Jelang HUT RI ke-77, Ini Gedung Saksi Sejarah Perobekan Bendera Belanda di Bandun g.jpg

Properti dan Solusi

Jelang HUT RI ke-77, Ini Gedung Saksi Sejarah Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bila Anda merupakan penggemar hal-hal yang berhubungan dengan sejarah atau ingin memanfaatkan momentum HUT RI ke-77 dengan wisata edukasi melihat lokasi yang kental hubungannya dengan perjuangan memperebutkan kemerdekaan Tanah Air, maka Kota Bandung jadi salah satu lokasi yang tepat untuk dikunjungi. Pasalnya peristiwa besar Bandung Lautan Api terjadi di Ibu Kota Provinsi Jawa Barat pada 23 Maret 1946. Namun sebelum peristiwa bersejarah itu, tahukah Anda bahwa semangat para pejuang di Kota Kembang juga sempat dikobarkan dengan perobekan bendera belanda di salah satu gedung yang saat ini masih berdiri kokoh di Jalan Braga?

Bila mendengar peristiwa perobekan bendera Bendera, mayoritas publik Tanah Air akan mengingat inside Hotel Yamato yang terjadi di Surabaya pada 19 September 1945 yang dilakukan para pemuda dari Kota Pahlawan. Namun peristiwa yang serupa juga turut terjadi di Kota Kembang, yakni di gedung yang memiliki nama NV. De Eerste Nederlandsch-Indische Spaarkas atau DENIS (sekarang Bank BJB).

Jelang HUT RI ke-77, Ini Gedung Saksi Sejarah Perobekan Bendera Belanda di Bandung.jpg

Gedung yang memiliki nama lain PT. Bank Tabungan Hindia Belanda Pertama ini berada di Jalan Bragaweg 14, Sumur Bandung dan hingga kini bentuknya masih dipertahankan yang digunakan sebagai lokasi Bank BJB sejak 20 Mei 1961. Sebelum kemerdekaan RI, gedung yang dibangun tahun 1935 ini sebagaimana dilansir dari Bandung.go.id (10/8/2022) digunakan untuk memberikan layanan tabungan, asuransi, serta hipotek.

Proklamasi kemerdekaan yang dikumandangkan pada 17 Agustus 1945 memberikan harapan besar bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk warga Kota Bandung, untuk bisa secara bangga mengibarkan bendera merah putih sebagai identitas bangsa. Namun bendera Belanda yang berada di menara gedung DENIS ini ternyata masih berkibar hingga bulan Oktober 1945 dan kondisi tersebut tentu saja membuat emosi rakyat Bandung yang memandang ada oknum dari Pemerintah Hindia Belanda yang tidak menghormati kemerdekaan Tanah Air.

[Baca Juga: Sejarah Gedung Grahadi, Bangunan Peninggalan Masa Belanda]

Berdasarkan penjelasan di buku Wisata Parijs Van Java (2011) karya Her Suganda, para pemuda yang melewati gedung DENIS merasa naik pitam melihat masih berkibarnya bendera Belanda tersebut. Dari sinilah Moh. Endang Karmas dan Mulyono nekat memanjat gedung tersebut walau dihalau tembakan dari para serdadu Belanda yang berada di Savoy Homan. Dihujani peluru, tekad keduanya untuk mengobarkan semangat kemerdekaan tidak luntur dan tetap nekat untuk memotong bagian biru di bendera Belanda tersebut dengan bayonet mereka.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.