Pandai BesiOK2.jpg

Properti dan Solusi

Juyono, Pandai Besi di Semarang yang Hanya Berjualan di Hari Kliwon

Tahukah Pointers apa yang membedakan antara tukang las dan pandai besi? Jika tukang las bekerja merangkai besi yang telah jadi, berbeda dengan pandai besi yang bisa mengubah besi menjadi sebuah perkakas atau alat-alat yang bisa membantu pekerjaan manusia. Meskipun pekerjaan pandai besi sangat jarang ditemukan saat ini, namun di kota Semarang terdapat salah satu pandai besi legendaris yang masih membuka usahanya.

Juyono, salah satu pandai besi senior di kampung pandai besi yang berada di Kampung Kaligetas, Kelurahan Jatibarang, Kecamatan Mijen Kota Semarang. Profesi sebagai pandai besi telah ia lakukan sejak tahun 1970 dan para pandai besi yang ada dikampung ini dahulu belajar darinya. Meskipun menggunakan peralatan sederhana, ditangannya linggis, pacul, kunci besi maupun arit dibuat olehnya dengan ketekunan sehingga menghasilkan alat-alat yang tak perlu diragukan lagi kualitasnya.

[Baca Juga: Kolaborasi ITB-Kemenperin Berdayakan Perajin Pandai Besi di Desa Mekarmaju]

Di ruang kerjanya, tak ada mesin modern untuk membantunya menempa besi, ia hanya bekerja secara manual dengan bantuan 5-6 palu berukuran besar dan berat. Masing-masing palu tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda diantaranya untuk menghancurkan, membengkokkan, menempa dan menghaluskan. Setelah ditempa, besi akan dibakar kemudian digerinda untuk menyempurnakan bentuknya.

Besi yang masih berbentuk setengah jadi itu kemudian direndam ke dalam air untuk menurunkan suhunya. Kemudian perkakas akan melalui proses yang memerlukan perhitungan matang yaitu proses pengasahan. Juyono harus bisa membedakan sisi yang tajam dan tumpul dengan perhitungan yang cermat, karena ia menilai perhitungan ini seringkali dilalaikan oleh pandai besi.

Ciri khas perkakas yang dibuat oleh Juyono yaitu adanya ukiran nama “KN III” pada alat-alat hasil tempaan tangannya. Artinya ia adalah generasi ke-3 dari Karimin. Menurut Juyono profesinya sebagai pandai besi tak hanya tentang pukul-memukul besi saja, namun ada perhitungan matang dalam menempa besi. Prinsipnya semua pandai besi haruslah berlaku prihatin. Dalam satu hari saja, Juyono mengaku bisa mengerjakan 10 alat yang biasa ia jual ke pasar Gunungpati atau dijual langsung dari rumahnya.

Pandai BesiOK.jpg

Produk hasil tempaannya biasanya laku terjual pada musim atau perayaan tertentu. Contohnya, di musim hujan orang-orang kerap membeli pacul atau arit, namun pada perayaan Idul Adha, pisau dan golok berukuran pendeklah (bendo) yang paling banyak dicari. Karena pelanggannya banyak yang berprofesi sebagai petani dan bekerja di kebun atau sawah di daerah Mijen dan Gunungpati, maka tak heran jika alat-alat buatannya banyak dicari pelanggan.

Proses pengolahan besi menjadi alat-alat yang memiliki fungsi dimulai dari pemilihan bahan baku. Besi yang digunakan biasanya berupa lempengan besi bekas per daun (leaf spring) yang dipakai untuk suspensi mobil karena kuat dan tidak rapuh ketika ditempa. Lempengan tersebut kemudian digambar lalu dibakar diatas tungku api dengan suhu mencapai 500 derajat celcius agar bisa dibentuk melalui tempaan.

[Baca Juga: Bengkel Las Sahabat Kerjakan Segala Besi Rusak dan Buat Kreasi Pagar]

Juyono mengaku jika ia bahkan pernah membuatkan bilah pisau pembajak sawah pesanan Tommy Soeharto, anak dari mantan Presiden Soeharto. Tak heran jika ia berani mengatakan jika alat-alat buatannya sudah dikenal hingga luar jawa karena kualitasnya. Hasil asahan yang halus dan rapi melebihi produksi pabrik menjadi salah satu keunggulan produk tempaan Juyono yang diminati pelanggannya.

Kendati masih aktif melakoni pekerjaannya, ia mencoba mewariskan ilmu kepada anaknya karena iapun menyadari jika usianya sudah tak muda lagi. Selain membantunya membuat alat-alat dari besi, anaknya juga sering menemaninya berjualan di Pasar Gunungpati seminggu sekali yaitu pada hari pasaran Kliwon dalam penanggalan Jawa. Harga yang ditawarkan untuk perkakas yang dibuatnya berkisar antara Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu yang konon menurut pengakuannya selalu laku terjual dan mencukupi kebutuhannya.


Read More

Artikel Lainnya

Setelah Vakum Lama, Festival Rujak Uleg Digelar Akhir Pekan Ini - Copy.jpg

Kuliner

Setelah Vakum Lama, Festival Rujak Uleg Digelar Akhir Pekan Ini

19 May 2022, 19:46

Kerinduan warga Suroboyo dengan Festival Rujak Uleg siap terobati pada tanggal 22 Mei 2022 nanti.

Akhir Pekan Ini Festival Adu Bedung dan Dondang di Mustika Jaya Siap Digela r.jpg

Berita Kawasan

Akhir Pekan Ini Festival Adu Bedung dan Dondang di Mustika Jaya Siap Digelar

19 May 2022, 17:45

Dalam rangka mempertahankan budaya daerahnya, Kecamatan Mustika Jaya akan kembali menggelar Festival Adu Bedug dan Dondang pada akhir pekan ini.

Literasi Digital Jaga Data Pribadi Jadi Kunci Cegah Penipuan Online.jpg

Pendidikan

Literasi Digital: Jaga Data Pribadi Jadi Kunci Cegah Penipuan Online

19 May 2022, 15:24

Dengan ribuan kasus kejahatan siber yang terjadi, mayoritas memanfaatkan data pribadi korban yang dibagikan di dunia maya.

Demi Masa Depan Si Kecil, Ini Instrumen Warisan ala Astra Lif e - Copy.jpg

Bisnis

Demi Masa Depan Si Kecil, Ini Instrumen Warisan ala Astra Life

19 May 2022, 14:43

Walau Anda termasuk generasi muda atau milenial yang sudah berkeluarga, aspek warisan juga menjadi yang sudah mulai Anda bisa siapkan dari sekarang demi masa depan buah hati.


Comments


Please Login to leave a comment.