Kabar Baik untuk Guru Non-PNS! Pemkot Surabaya Siap Berikan Insentif.jpg

Pendidikan

Kabar Baik untuk Guru Non-PNS! Pemkot Surabaya Siap Berikan Insentif

Guru merupakan salah satu “tonggak” yang memiliki peran penting dalam perkembangan pendidikan anak. Sayangnya, hal ini acap kali tak didukung dengan apresiasi terhadap jasa-jasa mereka apalagi perihal kesejahteran para guru, khususnya yang berstatus sebagai bukan Pegawai Negeri Sipil alias non-PNS. Hal inilah yang berusaha diubah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam upayanya di bidang pendidikan Kota Pahlawan. Pasalnya, Pemkot Surabaya siap memberikan tunjangan alias insentif untuk para guru non-PNS, termasuk untuk para guru mengaji.

Bila sesuai rencana, tunjangan setiap bulannya ini akan diberikan untuk para guru non-PNS yang mengajar di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Di mana menurut Dinas Pendidikan Kota Surabaya, langkah pemberian tunjangan ini merupakan langkah Pemkot Kota Pahlawan untuk mendorong keberhasilah pendidikan bagi generasi muda di wilayahnya yang berpengaruh terhadap kemajuan bangsa dan salah satu upayanya adalah dengan mendorong kesejahteraan guru. Di mana Pemkot Surabaya sudah menganggar dana Rp37,4 miliar untuk tunjangan bagi guru non-PNS tersebut.

Kabar Baik untuk Guru Non-PNS! Pemkot Surabaya Siap Berikan Insentif .jpg

“Di Surabaya untuk guru jenjang SD-SMP non-PNS mendapatkan intervens berupa tunjangan atau insentif sebesar Rp1.000.000 setiap bulan. Guru yang mendapatkan insentif tersebut jumlah 2.700 orang,” ucap Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kota Surabaya Supomo, sebagaimana dikutip dari surabaya.go.id (15/10/2020).

Ternyata tak hanya guru SD-SMP saja, tunjangan juga akan diberikan kepada para guru dan tenaga pengajar di Taman Kanak-Kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), Taman Penitpan Anak (TPA), dan Pos Paud Terpadu (PPT). Untuk tenaga pengajar di tingkat ini, Pemkot Surabaya sudah menyiapkan dana Rp400.000 per bulan untuk satu guru tapi dengan catatan khusus.

[Baca Juga: Perlu Payung Hukum Pembatasan Wilayah Magang Siswa SMK di Jawa Timur]

Catatan khusus ini disebut Dinas Pendidikan Kota Surabaya sebagai langkah penyeimbangan. Contohnya perihal TK, insentif dengan jumlah tersebut hanya diberikan untuk guru yang mengajar di TK yang tak menarik biaya untuk para peserta didiknya. Sedangkan untuk guru yang mengajar di TK konvensional maka mereka juga tetap mendapatkan insentif tapi dengan angka yang lebih kecil, yaitu Rp250.000.

Pemkot Surabaya juga menaruh perhatian untuk sekolah yang berfokus dalam bidang pendidikan agama. Oleh karena itu insentif ini juga sudah disiapkan diberikan kepada pengajar di Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Ibtidaiyah (MI) negeri dan swasta. Bahkan guru mengaji dan pengajar di Sekolah Minggu juga turut mendapatkan tunjangan Rp400.000 per bulannya.

Selain para guru dan tenaga pengajar, insentif juga turut ditargekan kepada para pelajar agar mereka semakin terpacu untuk berprestasi. Seperti insentif untuk anak-anak penghapal Al’Quran dan beasiswa untuk para mahasiswa di perguruan tinggi negeri serta swasta.

Read More

Artikel Lainnya

UMN Kembangkan Prototipe Aplikasi Koreksi Penulisan U-Tapis

Pendidikan

UMN Kembangkan Prototipe Aplikasi Koreksi Penulisan U-Tapis

29 October 2020, 10:55

Universitas Multimedia Nusantara mengembangkan prototipe aplikasi koreksi penulisan dalam bahasa Indonesia bernama U-Tapis.

Acara Luring Pertama Selama Pandemi, Galeri Nasional gelar Pameran Imersif Affandi

Hobi dan Hiburan

Acara Luring Pertama Selama Pandemi, Galeri Nasional gelar Pameran Imersif Affandi

28 October 2020, 16:31

Melalui pameran itu, tidak hanya ketokohannya karya-karya Affandi yang luar biasa juga dapat menjadi inspirasi bagi banyak seniman.

Peringati Sumpah Pemuda, Dispora Gerakan Pemuda Bandung Bersihkan Masjid Pesantren

Berita Kawasan

Peringati Sumpah Pemuda, Dispora Bandung Ajak Bersihkan Masjid & Pesantren

28 October 2020, 14:04

Di tahun ini peringatan Sumpah Pemuda lebih diarahkan untuk menguatkan solidaritas di tengah masyarakat menghadapi pandemi COVID-19.

Jangan Lupa, Warga Bekasi Diminta Tes COVID-19 Setelah Liburan

Kesehatan

Jangan Lupa, Warga Bekasi Diminta Tes COVID-19 Setelah Liburan

28 October 2020, 11:46

Pengurus RW tegas mewajibkan warganya di Kota Bekasi untuk terlebih dahulu menjalani tes COVID-19 pascaliburan.


Comments


Please Login to leave a comment.