DEPOK-KESEHATAN-19 RUMAH SAKIT DI DEPOK MASIH BEKERJASAMA DENGAN BPJS KESEHATAN-KIKI-1100 px X 600 px-01.jpg

Kesehatan

Kabar Gembira, Iuran BPJS Kesehatan Tak Jadi Naik!

Iuran BPJS Kesehatan awalnya ditetapkan naik 100 persen pada Januari 2020 lalu, namun Mahkamah Agung (MA) telah mengabulkan permohonan terhadap Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan Pasal 34 ayat (1) dan (2) yang disebutkan bertentangan dengan ketentuan lain seperti UUD 1945, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Putusan yang dibacakan pada 27 Februari 2020 lalu ini membawa angin segar ke masyarakat, di mana berarti iuran BPJS kembali seperti semula, yang mulanya kelas 3 naik dari Rp25.500 menjadi Rp42.000, kemudian kelas 2 yang yang mulanya Rp51.000 naik menjadi Rp110.000, dan kelas 1 yang awalnya Rp80.000 naik menjadi Rp160.000. Namun adanya keputusan tersebut, iuran terbaru tak akan berlaku.

BEKASI_KESEHATAN_PROLANIS-JADI-PROGRAM-UNGGULAN-DI-KLINIK-BPJS-KESEHATAN_OCI_REVISI-01.jpg

Mengutip dari tribunnews.com (10/3/2020), permohonan tersebut diajukan Komunitas Pasien Cuci Darah yang merasa keberatan dengan adanya kenaikan tersebut. Gugatan diajukan karena kenaikan iuran tersebut berpotensi memberatkan hidup.

[Baca Juga: Imbas Kenaikan Iuran, BPJS Kesehatan Berkomitmen Perbaiki Layanan]

Menurut MA, Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan Pasal 34 ayat (1) dan (2) tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Perihal keputusan MA ini, pemerintah melalui Staf Khusus Presiden Joko Widodo Dini Purwono menyebutkan, pihaknya menghormati keputusan MA.

Dini akan memastikan pelayanan BPJS Kesehatan akan tetap berjalan baik seperti biasa. Menurutnya berdasarkan lansiran dari detik.com, pemerintah akan berupaya agar pelayanan terhadap masyarakat pengguna BPJS bisa tetap baik dan tak ada yang terganggu.

[Baca Juga: Kader JKN Dekatkan BPJS Kesehatan untuk Pelayanan Masyarakat]

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun mengatakan keputusan MA ini harus dilihat kembali dampaknya kepada keuangan BPJS Kesehatan. menurutnya, keuangan BPJS Kesehatan sampai Desember masih negatif meskipun sudah ditambahkan dana sebesar Rp 15 triliun. Kedepannya, pihaknya akan memantau lagi keuangan BPJS Kesehatan.

Walaupun MA sudah mengeluarkan keputusan tersebut, belum diketahui secara pasti kapan iuran dengan tarif baru berlaku serta kejelasan dana iuran dengan tarif yang sudah naik 100 persen, akankah dikembalikan ke rekening pengguna atau digunakan untuk pembayaran bulan selanjutnya?


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.