TEBET_PROPERTI_HUNIAN-VERTIKAL-KALIBATA-CITY-GREEN-PALACE-DAN-TOD_OCI.jpg

Properti dan Solusi

Kalibata City Green Palace dan Konsep Kawasan TOD

Kawasan Kalibata, Jakarta Selatan memiliki kompleks hunian vertikal di atas lahan seluas 12,5 hektar. Kalibata City Green Palace merupakan kawasan transit terpadu atau transit oriented development (TOD). Stasiun Duren Kalibata dirancang sebagai sentra transportasi warga sekitar, termasuk warga dua kompleks apartemen tersebut.

Hunian vertikal di Kalibata City terdiri dari dua jenis, yakni Kalibata Residences dan apartemen Green Palace. Kalibata Residences adalah rumah susun sederhana milik (rusunami) yang dibangun dengan uang subsidi dari pemerintah daerah sehingga harga awal tergolong murah, yakni Rp100 juta-Rp200 juta per unit. Sementara, apartemen Green Palace tidak bersubsidi. Harga pada waktu itu lebih dari Rp300 juta per unit. Itu daftar harga saat kompleks ini dibuka tahun 2009.

Perbedaan dua jenis hunian itu adalah fasilitas penunjang. Apartemen Green Palace dibangun dengan fasilitas jaringan keamanan, kolam renang, dan fasilitas peralatan fitness. Lobinya pun berbeda, dibuat lebih mewah dengan petugas keamanan siaga 24 jam. Meski fasilitas tak selengkap apartemen, rumah susun Kalibata Residences tetap diminati warga Jakarta. Hal itu karena lokasinya yang strategis dan dekat dengan pusat perbelanjaan dan Stasiun Kalibata.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Tuty Kusumawati, seperti dilansir dari Kompas.com, menegaskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2017 telah mengamanatkan peningkatan kapasitas dan kualitas sarana prasarana Kota Jakarta, antara lain ditandai dengan beroperasinya sistem transportasi yang efisien.

Tujuan tersebut dapat dicapai dengan mengembangkan jaringan transportasi yang saling terhubung seperti dalam konsep TOD. Konsep TOD itu telah lama ditetapkan dalam rencana pembangunan dan masuk dalam Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2030.

Kawasan TOD

Pembangunan kawasan dengan konsep transit oriented development (TOD) disebut-sebut sebagai solusi kota layak huni. Meski tengah ramai diperbincangkan, seperti dimuat dalam berita di Kompas.com, belum ada standar baku TOD, selain yang sudah ditetapkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 44 Tahun 2017.

Dalam rangka menyempurnakan standar baku kawasan transit, Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) meluncurkan TOD Standard 3.0. TOD Standar ini disusun untuk menjamin hak semua orang dalam mengakses kota. Ada beberapa prinsip dasar bagaimana TOD harus dilakukan, antara lain:

  1. Jarak berjalan kaki warga ke angkutan umum tidak boleh lebih dari 1 kilometer. Ia mencontohkan Jakarta sebagai megapolitan, jika ditarik radius 800 meter dari titik-titik transit, baik itu kereta komuter maupun bus Transjakarta, maka hampir seluruh area memenuhi prinsip tersebut.
  2. Prinsip yang memungkinkan penggunaan sepeda untuk bepergian. Selain mengurangi polusi, bersepeda dapat memberikan manfaat kesehatan bagi pengendara.
  3. Warga yang berjalan kaki dan bersepeda perlu terhubung dengan jaringan jalan dan trotoar.
  4. Pembangunan hunian transit terpadu yang dekat jaringan angkutan umum.
  5. Pembauran pembangunan sejumlah peruntukan atau kegiatan dalam satu area. Sebagai contoh, adanya tempat tinggal, tempat kerja, dan ritel dalam satu kawasan.
  6. Transportasi memiliki prinsip memadatkan. Artinya, kota memiliki angkutan umum yang cepat dan berkala. Berkala maksudnya angkutan umum bisa diakses sesering mungkin, sekitar 5 menit sekali. Kalau Anda masih harus mengecek jadwal angkutan umum, itu artinya tidak cukup berkala.
  7. Prinsip merapatkan, kawasan harus terbangun dengan jarak kebutuhan perjalanan yang pendek.
  8. Prinsip beralih maksudnya mobilitas warga harus meningkat melalui penataan parkir dan kebijakan.

Ramai Pengembang

Pengembangan kawasan berkonsep transit oriented development (TOD) alias pengembangan kawasan terpadu dekat tempat-tempat pemberhentian tengah gencar dilakukan sejumlah pengembang. Tujuannya adalah mendekatkan masyarakat dengan akses transportasi umum.

Untuk itu, pengembangan kawasan berkonsep TOD tak melulu dilakukan dengan cara penyediaan hunian, tapi juga lokasi komersial yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan berbagai kegiatan ekonomi. Hal tersebut salah satunya dilakukan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, melalui Departemen TOD dan Hotel dengan mengembangkan kawasan dengan konsep Transit Oriented Development dengan nama LRT City. Salah satunya adalah LRT City Sentul-Royal Sentul Park yang berdekatan dengan Light Rail Transit (LRT).

Royal Sentul Park yang tidak berlokasi di Jakarta akan lebih terasa dalam berhasil tidaknya menerapkan konsep TOD. Jika di warga di Kalibata City Green Palace masih memiliki pilihan untuk menggunakan kendaraan pribadi, dengan jarak yang lebih jauh dari pusat Kota Jakarta, warga Royal Sentul Park akan lebih bergantung pada transportasi umum LTR. Bila berhasil, diharapkan konsep TOD dapat mengurangi tingkat kemacetan kota Jakarta.

Read More

Artikel Lainnya

Mengapa Akhir-Akhir Ini Banyak Bermunculan Ular Liar

Berita Kawasan

Mengapa Akhir-Akhir Ini Banyak Bermunculan Ular Liar?

11 December 2019, 09:00

Beberapa hari terakhir wilayah Jabodetabek dihebohkan dengan banyaknya kemunculan ular-ular liar. Apa penyebabnya?

Cara Atasi Jerawat di Leher dengan 4 Bahan Alami Ini

Kesehatan

Cara Atasi Jerawat di Leher dengan 4 Bahan Alami Ini

11 December 2019, 08:00

Meski secara umum tidak berbahaya, jerawat di leher sering kali membuat penggunanya menjadi kurang percaya diri. Bagaimana cara mengatasinya?

Ingin Kurus? Jangan Coba-coba Makan Ini di Malam Hari

Kesehatan

Ingin Kurus? Jangan Coba-coba Makan Ini di Malam Hari!

10 December 2019, 18:00

Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung kalori saat malam hari akan membuat berat badan naik. Ingin kurus? hindari jenis makanan ini jelang tidur!

Avrist Senang dengan Hasil Program Avrist Warrior Woman

Bisnis

Avrist Senang dengan Hasil Program Avrist Warrior Woman

10 December 2019, 17:00

Melihat antusiasme serta perkembangan bisnis peserta Avrist Warrior Woman, perusahaan Avrist menilai program CSR ini sukses.


Comments


Please Login to leave a comment.