Kampoeng Kopi Banaran di Kabupaten Semarang Dikemas Lebih Modern

Bisnis

Kampoeng Kopi Banaran di Kabupaten Semarang Dikemas Lebih Modern

PT Perkebunan Nusantara IX menggandeng PT Dyandra Promosindo menggarap potensi agrowisata kopi di Jawa Tengah. Konsep eduwisata dan ekowisata dikemas lebih modern dengan menyasar pasar kaum milenial. Pengembangannya dimulai dari Wisata Agro Kampoeng Kopi Banaran yang memiliki posisi strategis di jantung segitiga emas Yogyakarta-Solo-Semarang atau Joglosemar.

Demikian disampaikan Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III (Persero) Muhammad Abdul Ghani seusai penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) antara PT Perkebunan Nusantara IX dengan PT Dyandra Promosindo di Kampoeng Kopi Banaran, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Kamis, 15 Oktober 2020. Dalam penandatanganan tersebut turut hadir, di antaranya Direktur PTPN IX Tio Handoko, Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo Hendra Noor Saleh, Direktur Umum PTPN III (Persero) Seger Budiarjo, dan Komisaris Utama PTPN IX M Syarkawi.

Kampoeng Kopi Banaran di Kabupaten Semarang Dikemas Lebih Modern

Ghani mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis PTPN IX untuk mengoptimalisasi aset dan memaksimalkan pendapatan PTPN IX. “Kampoeng Kopi Banaran punya potensi besar dan kami menyadari tidak handal dalam pemasaran potensi wisata. Untuk itu, kami berkolaborasi dengan pihak lain yang memiliki jejaring pasar dan pengalaman kuat untuk mengemas ulang dan meningkatkan promosi Kampoeng Kopi Banaran,” dia menjelaskan seperti diberitakan kompas.id (16/10/2020).

Terlebih, saat pandemi masih membayangi pariwisata global, Ghani berpendapat, pengunjung lokal menjadi alternatif pasar yang bisa dioptimalkan. Dengan begitu, diharapkan juga bakal menggeliatkan perekonomian warga di sekitar agrowisata Kampoeng Kopi Banaran dan perkebunan kopi seluas total 400 hektar tersebut. Ghani juga membuka kemungkinan memperluas kerja sama pengemasan agrowisata di tempat lain. “Kami memiliki banyak lokasi dengan pemandangan yang cantik. Kami mendorong PT Dyandra Promosindo untuk mengelola potensi-potensi tersebut,” jelasnya.

[Baca Juga: Bupati Semarang Meminta Warga Ikut Pantau Para Pendatang]

Secara khusus, Ghani meyakini, PT Dyandra yang merupakan bagian dari Kelompok Kompas Gramedia memiliki pengalaman, jejaring, dan budaya perusahaan kuat, sehingga mampu memaksimalkan potensi aset-aset PTPN. Dia berharap, Kampoeng Kopi Banaran menjadi pusat agrowisata kopi tidak hanya di Jateng, tetapi juga Nusantara.

Hendra menyambut optimistis kerja sama pengelolaan tersebut. Nantinya, PT Dyandra akan mengelola aspek pengembangan infrastruktur, eduwisata dan ekowisata, termasuk pelaksanaan kegiatan (MICE). Selain memiliki potensi alam yang menarik, dia menilai Kampoeng Kopi Banaran juga memiliki keunggulan wilayah karena terletak di segitiga emas Yogyakarta-Solo-Semarang.

“Secara khusus, kami akan membidik pangsa pasar milenial. Kami ingin meningkatkan citra Kampoeng Kopi Banaran sebagai tempat nongkrong anak muda dari berbagai komunitas, seperti sepeda, lari, offroader, dan lain-lain. Untuk itu, sarana, prasarana, venue, harus dapat diterima kaum milenial,” terangnya.

Pengembangan Infrastruktur

Secara khusus, Hendra mengatakan, sejumlah infrastruktur yang akan dikembangkan untuk meningkatkan kunjungan ke Kampoeng Kopi Banaran yakni hotel, ruang pertemuan, hingga wahana flying fox. Pengembangannya akan mengutamakan konsep edukatif, menghibur, modern, dan lebih memudahkan aksesibilitas pengunjung.

Hendra mengungkapkan, PT Dyandra Promosindo beberapa waktu terakhir mulai mengembangkan bisnis pengelolaan lokasi wisata. Salah satunya bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengelola sejumlah kebun raya, termasuk Kebun Raya Bogor. Dia juga tak menutup kemungkinan menjajaki pengelolaan lokasi-lokasi wisata lain di Jawa Tengah, termasuk pengembangan Rawa Pening.

Kampoeng Kopi Banaran di Kabupaten Semarang Dikemas Lebih Modern

Kampoeng Kopi Banaran berada di tengah kebun kopi PTPN IX. Lokasinya hanya sekitar 1 kilometer dari pintu tol Bawen, yang terhubung dengan jalur tol Trans Jawa Jakarta-Semarang-Solo-Surabaya. Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga bakal membangun ruas tol Bawen-Yogyakarta. Dengan begitu, posisi Bawen sangat strategis sebagai titik temu dari simpul-simpul jalur utama. Lokasi ini memiliki panorama indah karena berlatar belakang danau Rawa Pening dan perbukitan.

Sementara itu, Direktur PTPN IX Tio Handoko mengakui, meski beberapa tahun terakhir sudah berupaya mengelola pariwisata berbasis perkebunan, sumber daya manusia di PTPN bukan ahli di bidang pemasaran, terlebih di era digital. Untuk itu, dengan kerja sama ini, pihaknya bisa lebih fokus meningkatkan kualitas dan produksi kopi.

Menurut Tio, dari sekitar 1.000 hektar kebun kopi yang dikelola PTPN IX, produktivitasnya masih rendah, masih di bawah 1 ton per hektar. Ia menargetkan, dalam lima tahun ke depan, produktivitas kopi bisa mencapai 1,8 ton per hektar. “Kami akan teruskan program peremajaan tanaman kopi karena kebanyakan sudah tua-tua. Selain itu, kami ingin meningkatkan nilai tambah di produk hilir kopi karena kebanyakan masih dijual dalam bentuk green bean,” jelasnya.

Read More

Artikel Lainnya

UMN Kembangkan Prototipe Aplikasi Koreksi Penulisan U-Tapis

Pendidikan

UMN Kembangkan Prototipe Aplikasi Koreksi Penulisan U-Tapis

29 October 2020, 10:55

Universitas Multimedia Nusantara mengembangkan prototipe aplikasi koreksi penulisan dalam bahasa Indonesia bernama U-Tapis.

Acara Luring Pertama Selama Pandemi, Galeri Nasional gelar Pameran Imersif Affandi

Hobi dan Hiburan

Acara Luring Pertama Selama Pandemi, Galeri Nasional gelar Pameran Imersif Affandi

28 October 2020, 16:31

Melalui pameran itu, tidak hanya ketokohannya karya-karya Affandi yang luar biasa juga dapat menjadi inspirasi bagi banyak seniman.

Peringati Sumpah Pemuda, Dispora Gerakan Pemuda Bandung Bersihkan Masjid Pesantren

Berita Kawasan

Peringati Sumpah Pemuda, Dispora Bandung Ajak Bersihkan Masjid & Pesantren

28 October 2020, 14:04

Di tahun ini peringatan Sumpah Pemuda lebih diarahkan untuk menguatkan solidaritas di tengah masyarakat menghadapi pandemi COVID-19.

Jangan Lupa, Warga Bekasi Diminta Tes COVID-19 Setelah Liburan

Kesehatan

Jangan Lupa, Warga Bekasi Diminta Tes COVID-19 Setelah Liburan

28 October 2020, 11:46

Pengurus RW tegas mewajibkan warganya di Kota Bekasi untuk terlebih dahulu menjalani tes COVID-19 pascaliburan.


Comments


Please Login to leave a comment.