Kampung Batik Siap Tampil di Festival Budaya Musim Semi Belanda.jpg

Kecantikan dan Fashion

Kampung Batik Siap Tampil di Festival Budaya Musim Semi Belanda

Gaung Kampung Batik Kembang Mayang, Kecamatan Larangan makin menggema. Tidak lama lagi mereka siap go international. Belanda adalah negara pertama yang akan diperkenalkan batik buatan wilayah paling timur di Kota Tangerang ini.

Menurut Sekretaris Kecamatan Larangan Samsul Karmala, Kampung Batik akan menggandeng salah satu universitas swasta yang di Jakarta Selatan untuk mengadakan pameran di negeri kincir angin tersebut. "Kita difasilitasi Universitas Budi Luhur untuk mengikuti pameran budaya di Belanda saat musim semi tahun 2019 ini," ujar Samsul seperti dikutip dari tangerangkota.go.id (22/2/2019).

Pihak Pemkot kini tengah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak untuk dapat terus mengembangkan Kampung Batik. Sebab pada Kampung Batik Kembang Mayang ini, ujarnya, tercermin batik nusantara. "Dari Sumatera dari Jawa juga ada. Dan perlu diketahui bahwa sekretariat membatik se-Indonesia juga ada di Larangan, yakni tepatnya di RW 11," terang Samsul.

[Baca Juga: Kampung Tematik Tangerang Tingkatkan Pola Asuh Orang Tua]

Selain itu, dengan keberadaan Kampung Batik ini, diharapkan masyarakat tidak cuma sekadar belajar membatik semata, tetapi mampu mengundang pihak luar untuk belajar membatik dan sekaligus menghidupkan ekonomi masyarakat. "Dengan begitu, harapannya nantinya bukan saja Larangan Selatan mempunyai kreatifitas, tapi juga kelurahan lain juga harus dikembangkan," ucapnya.

Sejauh ini, menurut Samsul, respon positif sudah ditunjukkan oleh sejumlah sekolah di Kota Tangerang yang ditandai dengan kedatangan mereka ke Kampung Batik Kembang Mayang untuk menitipkan anak didiknya. "Dan itu tidak sulit, kenapa? Mungkin anak kecil cepat menyerap apa yang disampaikan," ujarnya.

Disinggung apa yang membedakan antara batik Larangan dengan wilayah lain, menurut Samsul, dari sepengetahuannya, sebetulnya ada salah satu wilayah lain yang lebih dahulu mempunyai aktivitas membatik di Kota Tangerang. Tapi desain yang dipergunakan wilayah tersebut dibuat dari daerah lain di Pulau Jawa. "Tapi kalau di wilayah Larangan, para tutornya atau pengajarnya memang tersertifikasi, jadi mereka bukan cuma mencanting, tapi mempola juga" ucapnya.

[Baca Juga: Cara Merawat Batik Agar Tahan Lama dan Tak Luntur]

Selain itu, menurutnya, di Larangan tidak saja menerima pesanan batik, melainkan sekaligus memberikan pengetahuan kepada masyarakat umum untuk budaya membatik. "Jadi bukan cuma memproduksi, tapi sekaligus mengenalkan bahkan kepada anak-anak sedini mungkin, kita juga membuka kelas untuk membatik," ungkapnya. Bahkan ia menambahkan, Kampung Batik siap bersinergi dengan Dinas Pendidikan untuk mengenalkan batik menjadi ekstrakurikuler di sekolah Kota Tangerang," ujarnya.

Read More

Artikel Lainnya

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik .jpg

Berita Kawasan

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik

29 September 2020, 16:08

Salah satu inovasi yang diterapkan di Terminal Jatijajar di masa pandemi seperti sekarang adalah pemberlakukan sistem e-ticketing.

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir.jpg

Berita Kawasan

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir

29 September 2020, 15:03

Wali Kota Tangerang memastikan pihaknya sudah mempersiapkan skenario antisipasi terhadap potensi terjadinya banjir akibat musim hujan.

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember.jpg

Berita Kawasan

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember

29 September 2020, 14:02

Pemkot Tangerang saat ini tengah bekerja keras untuk mengubah status wilayahnya dari zona orange menjadi zona hijau COVID-19.

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September .jpg

Berita Kawasan

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September

29 September 2020, 13:01

Pasar Ciplak di wilayah Jakarta Selatan disebut ditutup pada pekan ini usai ada pedagang yang positif COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.