Kampung Silat Beksi Jakarta Selatan.jpg

Berita Kawasan

Kampung Silat Beksi Direncanakan Jadi Tempat Wisata

Pencak silat merupakan salah satu ilmu bela diri khas Indonesia yang mencampurkan nilai seni dan budaya di dalamnya. Pencak silat sangat banyak jenisnya, tergantung dari mana asalnya. Setiap jenis silat memiliki keunikan masing-masing, misalnya Betawi yang memiliki Silat Beksi.

Melansir dari jurnal dengan judul Mitos Silat Beksi Betawi (2018) karya Yuzar Purnama, silat Beksi atau masyarakat Betawi lebih sering menyebutnya dengan maen pukulan terdiri dari banyak jenis, di antaranya beksi, kotek, trotok, cingkrik, ma’apil kelabang nyebrang (sabeni). Kata beksi dari nama silat beksi berasal dari kata bie sie yaitu isilah yang dikatakan pesilat bernama Lie Ceng Oek. Kemudian, ucapan tersebut berubah menjadi beksi sesuai lidah orang Betawi yang artinya pertahanan empat penjuru.

[Baca Juga: Merawat Budaya Kuliner Betawi dengan Berjualan Bir Pletok]

Silat Beksi Betawi awalnya dikembangkan masyarakat dari daerah Kampung Dadap, Kosambi, Tangerang. Selanjutnya, Silat Beksi menyebar ke daerah Petukangan, Jakarta Selatan.

Budaya Silat Beksi hingga kini masih terus dilestarikan, salah satu yang masih aktif melestarikan silat beksi adalah Sanggar Seni Budaya Topeng blantik Fajar Ibnu Sena, Petukangan. Sanggar seni ini mendirikan Kampung Silat Beksi guna melestarikan bela diri khas Betawi.

Silat Beksi Pencaksilat Indonesia

Di tahun 2019 ini, Kampung Silat Beksi rencananya akan dijadikan salah satu destinasi wisata di Jakarta Selatan sesuai pernyataan Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marulla Matali saat memberikan kata sambutan di Ruang Rapat Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan (17/1/2019).

“Silat Beksi akan dijadikan Kampung Silat Beksi namun tetap perlu dikaji dengan baik lagi mengenai rencana ini," ujarnya seperti yang dilansir dari selatan.jakarta.go.id (21/1/2019).

[Baca Juga: Wisata Rumah Tokoh Legendaris Betawi di Kampung Marunda]

Menurutnya, kajian ini diperlukan agar pariwisata berbasis budaya ini bisa berumur panjang. "Kajian sangat diperlukan supaya tempat wisata ini nantinya tidak sekadar satu atau dua tahun saja," ujarnya.

Ketua Rombongan Sanggar Seni Budaya Topeng Blantik Fajar Ibnu Sena Abdul Azis mengatakan, pihaknya ingin keberadaan Kampung Silat Beksi dapat dilegalisasikan agar dapat mempromosikan Silat Beksi sebagai salah satu budaya khas Betawi. "Kami mengunjungi pihak pemerintah kota dengan maksud membuat kampung wisata yang mengambil budaya silat beksi.” katanya.


Read More

Artikel Lainnya

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Ell y.jpg

Kuliner

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Elly

07 December 2022, 16:31

Fore Coffee baru-baru ini mengumumkan menu pendamping baru yang tepat untuk jadi teman minum kopi dan menu ini merupakan hasil kreasi kolaborasi dengan Oma Elly.

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kot a.jpg

Bisnis

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kota

07 December 2022, 14:29

Pada akhir pekan lalu, Kawan lama Group kembali menggelar aksi donor darah secara serentak di puluhan gerai ACE serta Informa yang tersebar di 27 kota.

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital.jpg

Bisnis

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital

07 December 2022, 12:26

Perusahaan Amartha mengumumkan berhasil menggandeng hingga lebih dari 50.000 UMKM di Sumatera Barat untuk proses adopsi digitalisasi via Amartha+.

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rist a.jpg

Bisnis

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rista

06 December 2022, 16:16

Hadapi perwakilan Chatime dari enam negara lainnya, tea-rista Chatime Indonesia berhasil menyabet juara kedua di kompetisi brewed tea tingkat dunia di Taiwan.


Comments


Please Login to leave a comment.