Kanker Payudara Ada di Urutan Pertama Insiden Kanker Indonesia

Kesehatan

Kanker Payudara Ada di Urutan Pertama Insiden Kanker Indonesia

Kementerian Kesehatan menyebutkan kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang menduduki urutan pertama sebagai penyebab kematian terbanyak akibat penyakit itu di Indonesia. "Insiden kanker di Indonesia ini ada lima yang terbanyak, yang pertama yaitu kanker payudara 16,7 persen," kata Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes Rita Rogayah dalam Dialog Cancer Information & Support Center (CISC).

Kanker Payudara Ada di Urutan Pertama Insiden Kanker Indonesia

Selain kanker payudara, jenis kanker berikutnya yang menyebabkan kematian paling banyak kedua akibat kanker di Indonesia adalah kanker serviks sebanyak 9,3 persen, kanker paru 8,6 persen, kanker kolorektal atau usus besar juga 8,6 persen dan kanker hati sebanyak 5,3 persen, serta diikuti oleh kanker-kanker jenis lainnya. "Jadi kalau kita lihat di sini memang urutan pertama kanker terbanyak adalah kanker payudara," Rita menambahkan dalam diskusi yang membahas Akses Penanganan Kanker Payudara HER2 positif secara virtual yang diikuti PingPoint.co.id (19/2/2021) tersebut.

[Baca Juga: 4 Tanda Kanker Payudara yang Harus Diketahui Setiap Perempuan]

Berdasarkan tingkat keganasannya, Rita juga menyebutkan bahwa kanker payudara merupakan jenis kanker paling ganas yang paling banyak dialami masyarakat Indonesia, terutama perempuan, dengan tingkat keganasan sebesar 11,65 persen per 100 ribu penduduk, disusul kanker serviks, kanker rahim, kanker tiroid dan beberapa jenis kanker lainnya. "Kalau dilihat angkanya kanker payudara ini cukup tinggi dan di lihat di sini ada beberapa distribusi keganasan pada wanita di beberapa wilayah di Indonesia," katanya.

Sementara, berdasarkan data tentang penyakit-penyakit katastropik, yaitu penyakit noninfeksi, jumlah kasus penyakit kanker payudara di Indonesia juga tercatat terus meningkat dari tahun ke tahun.

Kanker Payudara Ada di Urutan Pertama Insiden Kanker Indonesia

Untuk itu, guna dapat menurunkan jumlah kasus penyakit itu, menurut Rita, upaya deteksi dini sangat diperlukan agar dapat segera menemukan dan melakukan pengobatan lebih lanjut sehingga penyakit tersebut dapat lebih cepat disembuhkan. "Memang yang penting harusnya kita lakukan adalah meningkatkan deteksi dini, penemuan dan pengobatan lebih lanjut, sehingga kita bisa menemukan sedini mungkin diagnosisnya sehingga bisa dilakukan tindak lanjut yang lebih cepat," kata Rita.

Dengan melakukan deteksi dini tersebut, maka Rita berharap angka kematian akibat kanker di Indonesia dapat terus menurun. Upaya lain yang juga perlu diperhatikan adalah tentang bagaimana meningkatkan kualitas hidup penderita kanker sehingga mereka memiliki kehidupan yang jauh lebih baik.


Read More

Artikel Lainnya

IMG_03122021_102258_(1100_x_600_piksel).jpg

Bisnis

Dari Usaha Rumahan, Sirup Markisa Noerlen Jadi Oleh-oleh Khas Medan

03 December 2021, 22:09

Sirup markisa Noerlen menggunakan bahan baku buah markisa segar dan berkualitas dari Berastagi, Karo, Sumatera Utara, tanpa pengawet dan pewarna dan sangat menyehatkan."

IMG_03122021_105549_(1100_x_600_piksel).jpg

Kecantikan dan Fashion

Tetap Tampil Fashionable Meski Pakai Sepatu Bekas

03 December 2021, 21:09

Seperti yang ada di Pasar Melati Medan. Di sini merupakan pusatnya penjualan sepatu bekas murah namun bermerk di Kota Medan.Pasar ini berada Jalan Flamboyan Medan Tuntungan, Sumatera Utara.

IMG_03122021_184213_(1100_x_600_piksel).jpg

Bisnis

Aplikasi Kuncie dan Fita dari Telkomsel Raih Google Play Awards 2021

03 December 2021, 20:04

Walau belum genap setahun kedua aplikasi tersebut dihadirkan, tapi sambutan khususnya dari pengguna OS Android sudah semakin meningkat.

Catat! Ganjl-Genap di Jalan Margonda Siap Diuji Coba 4 Desember 202 1.jpg

Berita Kawasan

Catat! Ganjl-Genap di Jalan Margonda Siap Diuji Coba 4 Desember 2021

03 December 2021, 19:07

Pemkot Depok siap memulai kebijakan ganjil-genap di kawasan Jalan Margonda Raya mulai besok siang!


Comments


Please Login to leave a comment.