Kasih Sayang Tak Henti, Ini Kisah Orangtua dari Anak dengan Autisme

Pendidikan

Kasih Sayang Tak Henti, Ini Kisah Orangtua dari Anak dengan Autisme

Fantaustis life, mungkin dua kata itulah yang bisa menggambarkan segala momen yang harus dijalani setiap hari bagi para orangtua dengan buah hati dengan autisme. Momen yang membuat mereka dapat menghargai kebersamaannya. Karena tak bisa dipungkiri, memiliki anak yang memiliki Spektrum Autisme atau SA maka Anda harus siap untuk mendedikasikan diri untuk merangkul mereka setiap saat. Atau menghadapi momen yang muncul bak tantangan besar, tapi tetap harus dilalui demi menunjukkan bahwa kasih sayang untuk buah hatinya itu tak pernah terhenti. Mungkin dua kisah ini dapat memberikan gambarannya.

Terdapat kesamaan antara Maria Theodora Isabella dan Erita Sitorus. Di mana keduanya membesarkan putra dengan austime yang saat ini sudah menginjak usia dewasa, sekitar 25 tahunan. Sebagai ibu, keduanya membesarkan anaknya masing-masing di tengah berbagai rintangan serta batasan dan tetap memandang bahwa buah hati mereka adalah anugerah dari Tuhan yang perlu dijaga serta terus dirangkul dengan kasih sayang.

Kasih Sayang Tak Henti, Ini Kisah Orangtua dari Anak dengan Autisme

Jordie

Sebagai orangtua dengan buah hati yang menyandang autisme, bagi Maria setiap momen bisa dideskripsikan sebagai sesuatu yang berharga. Karena baginya, keberadaan Jordie di sisinya membuat ia benar-benar menghargai waktu. Namun bila membahas momen yang membuatnya paling sering tersenyum bagi Maria adalah ketika putranya itu sedang tertidur.

“Saat kecil, momen paling menyenangkan saat Jordie tidur. Karena saya seperti masuk surga, saya rasa bersyukur luar biasa karena saat momen itu saya bisa me time. Bisa berhenti dari semua kegiatan rutinitas, sendiri, merenung, santai. Pada saat itu juga saya lihat mukanya Jordie seperti lihat malaikat, makanya saya selalu tulis dia sebagai My Little Angel dalam media sosial saya,” ungkap Maria kepada PingPoint.co.id melalui aplikasi chat (1/4/2020).

[Baca Juga: Fantastis Life Autism: Perhatikan Kemampuan Anak dengan Autisme]

Menurutnya momen seperti ini sangat jarang, karena bila Jordie bangun maka ia harus siap dengan berbagai kegiatan yang dilakukan putranya itu di rumah. Bahkan ia menggambarkan kondisi itu layaknya seperti kesibukan di Bursa Saham Tokyo. Hal ini bahkan berlanjut hingga putranya itu dewasa.

“Di rumah kita kadang saya cuman bertiga dan itu seperti ada 20 anak, karena kehebohan akan terjadi sekitar jam tiga pagi di mana Jordie bangun. Dia nyalakan semua yang bisa dinyalakan, seperti lampu dan TV. Dia siapkan semua kopi, teh, dan lain-lain. Dia dengar YouTube dengan volume yang luar biasa yang ditambahan celotehan dia yang aneh-aneh tapi lucu,” jelas Maria.

Maria menyebut, putranya itu memiliki pola yang baik mengingat anak penyandang autisme memang bila sudah terbiasa dengan pola tertentu maka ia akan kesulitan atau marah bila terjadi perubahan. Jadi menurut Maria, bila ada yang berubah dari jadwal keseharian yang contohnya adalah penggunaan gelas mug yang berbeda maka Jordie akan merespons hal tersebut dengan marah seperti melakukan flapping atau menyentil dekat area matanya.

Namun terlepas dari berbagai hal yang terjadi, menurut Maria, hal yang terpenting bagi Jordie adalah melihat respons emosi dari ibunya. Karena bila yang dipaparkan menu cinta kasih, responsnya pun akan positif. “Dia bisa rasa apa yang kita rasa. Dari situlah kita belajar untuk ikhlas memaafkan. Karena hati jadi lega juga dan Jordie lebih happy. Karena Jordie tahu kalau kita panik, malah dia buat ulah. Kita belajar lebih paham arti atau makna hidup. Karena kalau kita tenang dia juga tenang, jadi semacam manajemen emosi ya,” tambahnya.

Menelisik Perkembangan Anak Penyandang Autisme

Cohen

Sama seperti cerita Maria, bagi Erita, puluhan tahun membesarkan putranya bernama Cohen dengan SA, ia juga memiliki kisah momen yang menyenangkan serta terbilang menantang. Dan menariknya, Erita juga sangat mensyukuri momen ketika putranya itu bisa tertidur pulas, bahkan ia memandangnya ini bak kado dari Tuhan. Namun ini bisa dikatakan juga setara ketika ia pertama kali mendengar putranya itu bisa berbicara.

“Kenangan yang terindah saya rasakan dalam tumbuh kembang Cohen, adalah saat dia bisa bicara, Saat dia bisa tidur pulas tanpa obat medis. Rasanya momen ini ajaib dan dasyat yang merupakan anugerah Tuhan sekaligus kado terindah,” sebut tenaga pengajar di salah satu universitas swasta di Ibu Kota itu.

Namun rasa sedih serta tantangan juga tak dipungkiri Erita acap kali membayangi dalam merawat buah hatinya itu. Biasanya ini terjadi ketika Cohen tak bisa mengontrol kondisi hiperaktifnya. Karena Erita harus menyaksikan putranya itu menggigit tubuhnya sendiri atau membenturkan kepalanya ke tembok.

[Baca Juga: Menelisik Perkembangan Anak dengan Autisme]

“Saya kehilangan kesabaran, muncul rasa kecewa, rasa capek, marah. Sampai terucap ‘Kenapa Tuhan kasih anak SA’. Hal ini terasa bagi Cohen, energi amuknya hebat. Kami jadi berantam, saya pukul dia, Cohen balik memukul saya, terjadi kekacauan dengan perabot rusak ,dan berantakan. Akhirnya saya menangis dan stres, Cohen juga tidak tenang,” tutur Erita.

Namun ketika Erita sadar dengan kondisi tersebut, ia pun berusaha kembali merangkul putranya itu. Ia merasa harus berdamai dengan dirinya sendiri, bahkan meminta ampun kepada putra kesayangannya itu, lalu memeluknya sembari menghaturkan rasa terima kasihnya kepada Tuhan terhadap momen ini.

“Perjalanan hidup anak saya Cohen mengajarkan pelajaran sekolah kehidupan nyata bagi saya. Cohen adalah guru besar saya sampai hari ini, agar saya mampu dan selalu bersyukur kepada Tuhan, dan percaya kepada Tuhan. Karena hidup ini adalah anugerah dan Cohen tidak meminta dilahirkan sebagai individu SA,” pungkasnya.


Read More

Artikel Lainnya

Ini Komunitas Unpad Peduli Anabul Penghuni Area Kampus.jpg

Pendidikan

Ini Komunitas Unpad Peduli Anabul Penghuni Area Kampus

06 February 2023, 14:53

Bergabung dalam UnpadSF, sejumlah mahasiswa Universitas Padjadjaran mengisi sela-sela waktunya untuk membantu serta melindungi anabul yang tinggal di sekitaran kampus Unpad.

CFD Kota Medan Bawa Berkah Bagi Pengusaha UMKM.jpg

Bisnis

CFD Kota Medan Bawa Berkah Bagi Pengusaha UMKM

06 February 2023, 12:51

Selain untuk berolahraga, CFD Kota Medan juga menjadi momen berkumpul bersama keluarga serta teman dan ini menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha UMKM Kota Melayu Deli.

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah.jpg

Bisnis

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah

03 February 2023, 16:35

Demi memastikan tidak adanya ketimpangan digital di daerah pedesaan luar Jawa, Amartha Foundation baru-baru ini meresmikan desa digital di wilayah Sulawesi Tengah.

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.jpg

Bisnis

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

03 February 2023, 14:20

Melalui kemitraan dengan PT KCIC, pengguna tiket.com ke depannya bisa memesan tiket untuk layanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).


Comments


Please Login to leave a comment.