Kasus COVID-19 Jawa Barat Melonjak, Keterisian Rumah Sakit Capai 66,55

Kesehatan

Kasus COVID-19 Jawa Barat Melonjak, Keterisian Rumah Sakit Capai 66,55%

Pelonjakan kasus COVID-19 terjadi di Jawa Barat pascalibur panjang akhir Oktober 2020. Peningkatan ini bahkan berdampak pada tingkat keterisian rumah sakit. Warga diimbau semakin meningkatkan kedisiplinan saat menerapkan protokol kesehatan.

Berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (Pikobar) pada Rabu, 18 November 2020) pukul 17.30 WIB, jumlah kasus COVID-19 terkonfirmasi di Jabar berjumlah 45.697 orang. Jumlah kasus rata-rata harian dalam sepekan terakhir mencapai 551 kasus. Dari jumlah tersebut, 9.402 pasien masih dalam isolasi. Hal tersebut berdampak pada tingginya keterisian rumah sakit oleh pasien.

Kasus COVID-19 Jawa Barat Melonjak, Keterisian Rumah Sakit Capai 66,55

Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Bandung menyatakan, tingkat keterisian rumah sakit di Jabar mencapai 66,55 persen. Hal tersebut membuat pihaknya mewaspadai lonjakan kasus pascalibur panjang yang terjadi akhir Oktober 2020.

Sebagian besar peningkatan kasus ini terjadi di daerah Bogor-Depok-Bekasi (Bodebek) sebagai penyangga DKI Jakarta. Jumlah kasus terkonfirmasi tertinggi di Jabar adalah Kota Bekasi dengan jumlah kasus 8.460 orang. Selanjutnya jumlah kasus tertinggi berada di Kota Depok (6.730), Kabupaten Bekasi (5.443), Kabupaten Bogor (3.932), dan Kota Bandung (3.266).

”Ada peningkatan keterisian rumah sakit di Jabar. Kami akan terus menekan angka tersebut. Kolaborasi dari semua pihak menjadi benteng utama dalam mencegah penyebaran COVID-19,” ujarnya seperti diberitakan kompas.id (19/11/2020).

[Baca Juga: Hendrar Prihadi: Faskes Penanganan COVID-19 di Semarang Terkendali]

Dari sisi penanganan epidemiologi, Kamil menyatakan tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Jabar terus meningkat dari 73 persen menjadi 76,9 persen. Di samping itu, pengetesan metode uji usap hingga 607.045 spesimen.

Kolaborasi yang dilakukan tidak hanya dalam melaksanakan pelacakan dan penanganan kasus positif COVID-19 di masyarakat. Kamil juga meminta setiap elemen masyarakat tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Imbauan ini tidak hanya berlaku bagi warga, tetapi juga komunitas dan organisasi masyarakat. Kamil menggarisbawahi protokol terkait pembatasan kerumunan yang harus diterapkan demi menghindari persebaran COVID-19 dari kegiatan yang ada.

”Silakan mengadakan acara keagamaan, rapat, seminar, tetapi kehadiran dibatasi. Adakan acara dengan menggunakan adaptasi kebiasaan baru (AKB). Jangan sampai menggunakan pola kebiasaan lama. Intinya, semua boleh produktif asalkan dengan kebiasaan baru,” ujarnya.

Tutup Ruang Publik

Kolaborasi dalam pengawasan dalam pelaksanaan protokol kesehatan ini juga dilaksanakan Pemerintah Kota Bandung. Menempati posisi kelima tertinggi, Kota Bandung pun memperketat pengawasan protokol kesehatan dengan menutup alun-alun dan taman dalam waktu dekat.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bandung Ema Sumarna menuturkan, lokasi-lokasi ini berpotensi menimbulkan keramaian. Jadi penutupan yang ada diharapkan bisa mencegah kerumunan dalam jumlah besar.

[Baca Juga: 20 RS Rujukan COVID-19 di Surabaya Tak Bisa Lagi Tampung Tambahan Pasien]

”Semua alun-alun di Kota Bandung akan ditutup, seperti Cicendo, Ujungberung, Regol, hingga Asia-Afrika. Saya mohon maaf sebelumnya karena itu menimbulkan keramaian,” tuturnya.

Ema menyatakan, pengetatan ini dilakukan karena mobilisasi masyarakat semakin tinggi. Di samping itu, pihaknya juga tengah memantau kluster keluarga dengan mengingatkan warga Bandung untuk tetap berhati-hati saat berkumpul.

”Terjadi pergerakan-pergerakan yang harus kami antisipasi. Kluster keluarga telah bergerak pada angka 30 persen. Hal yang menjadi penyebab kebanyakan adalah kontak erat,” katanya.

Read More

Artikel Lainnya

JILF 2020 Menuju Lanskap Sastra yang Mudah Diakses, Beragam, dan Setara

Pendidikan

JILF 2021 Menuju Lanskap Sastra yang Mudah Diakses, Beragam, dan Setara

05 December 2020, 15:02

Berangkat dari keinginan untuk mendengarkan narasi dari suara-suara yang lama diredam, Road to JILF 2021 mengusung tema “Heroes: (Re)making History”.

Shell Eco-marathon Memacu Generasi Muda Siap Mencapai Mobilitas Berkelanjutan

Bisnis

Shell Eco-marathon Memacu Generasi Muda Siap Mencapai Mobilitas Berkelanjutan

05 December 2020, 09:05

Dalam perjalanan 10 tahun partisipasi Indonesia di SEM, ada peningkatan jumlah mahasiswa yang terlibat yaitu sebanyak lebih dari 200 persen.

Sebelum Vaksinasi Nasional Dilakukan, Wali Kota Bogor Tekankan Tiga Hal Ini

Kesehatan

Sebelum Vaksinasi Nasional Dilakukan, Wali Kota Bogor Tekankan Tiga Hal Ini

04 December 2020, 15:33

Bima Arya membagi tiga kategori warga yang enggan diberi vaksin, yakni ada warga yang tidak ingin diberi vaksin karena tidak percaya bahwa COVID-19 itu ada dan nyata, ada juga karena alasan keagamaan dan ada juga karena takut.

Lantik Pengurus PCI 2020-2024, Koni Kabupaten Bogor Optimistis Majukan Cricket

Berita Kawasan

Lantik Pengurus PCI 2020-2024, Koni Kabupaten Bogor Optimistis Majukan Cricket

04 December 2020, 14:37

Ketua Koni Kabupaten Bogor Junadi Syamsudin mengatakan, di kukuhkannya kepengurusan PCI periode 2020-2024. Dapat menjalankan berbagai program kegiatan dengan inovatif sehingga Cabor Cricket bisa lebih maju.


Comments


Please Login to leave a comment.