Kasus Obesitas Bisa Ditangani dengan Bedah Bariatrik

Kesehatan

Kasus Obesitas Bisa Ditangani dengan Bedah Bariatrik

Tidak sedikit masyarakat yang memiliki masalah dengan kegemukan atau obesitas karena gaya hidup kurang sehat. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan penduduk dewasa di Indonesia berusia di atas 18 tahun yang mengalami obesitas adalah sebesar 21,8 persen.

Salah satu penanganan kasus obesitas dapat dilakukan dengan cara bedah bariatrik. Hal itu seperti yang dikatakan Dr. dr. Peter Ian Limas, Sp. B-KBD, dokter spesialis bedah konsultan bedah digestif RS Pondok Indah, Pondok Indah. “Tindakan ini dapat dilakukan apabila pasien sudah dikategorikan sebagai obesitas morbid dan memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi,” katanya dalam keterangan rilis yang diterima PingPoint.co.id (15/3/2019).

[Baca Juga: Atasi Masalah Obesitas dengan Gastric Banding di RS Pluit]

Bedah bariatrik yang paling sering dilakukan adalah sleeve gastrectomy, bypass lambung, dan ikat lambung. Ketiga tindakan ini sama-sama memiliki hasil akhir penurunan berat badan akibat berubahnya bentuk organ pencernaan pasien sehingga memengaruhi pola makan dan penyerapan makanan di dalam tubuh.

Kasus Obesitas Bisa Ditangani dengan Bedah Bariatrik

  1. Sleeve gastrectomy merupakan tindakan pemotongan lambung pasien kurang lebih sebanyak 85 persen sehingga didapatkan ukuran lambung yang lebih kecil.
  2. Bypass lambung merupakan tindakan penggabungan bagian atas lambung dengan usus kecil sehingga makanan tidak lagi melewati lambung dan tidak banyak kalori makanan yang diserap.
  3. Ikat lambung merupakan tindakan pemasangan karet pengikat pada lambung yang bersifat adjustable sehingga pasien dapat menentukan berapa banyak porsi makanan yang ingin dikonsumsi.

Diet dan Konsultasi Sebelum Bedah

Sebelum melakukan tindakan, pemeriksaan awal akan dilakukan dengan teknologi skrining melalui pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan jantung, dan USG dengan teropong (endoskopi) untuk melihat kondisi lambung. Pemeriksaan tersebut akan menentukan layak tidaknya seseorang menjalani prosedur bariatrik dan juga menjadi faktor penentu tindakan bedah bariatrik apa yang sesuai untuk dilakukan.

[Baca Juga: Atasi Obesitas, Mohammad Naufal Abdillah Jalani Bedah Bariatrik]

Pasien juga dihimbau untuk menjalani diet rendah kalori selama sekitar sepuluh hari sebelum tindakan, manfaatnya adalah untuk mengecilkan organ hati yang letaknya terkadang menutupi pandangan daerah bedah.

Pasien pun diwajibkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik dan dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik, dan diabetes pada saat sebelum dan sesudah tindakan bariatrik.

[Baca Juga: RS Tebet Melayani Pengobatan Holistik untuk Diabetes]

“Bagi pasien obesitas morbid yang membutuhkan penurunan berat badan secara ekstrim, bedah bariatrik memiliki berbagai kelebihan, salah satunya dapat menurunkan berat badan dengan lebih cepat dan relatif menetap. Dengan menggunakan minimal invasive laparoscopy, pasien pun akan merasakan nyeri yang lebih minimal, juga risiko komplikasi tindakan yang lebih rendah, sehingga masa rawat inap di rumah sakit akan lebih singkat,” lanjut dr. Peter.

Read More

Artikel Lainnya

Pemprov DKI Siapkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat

Berita Kawasan

Pemprov DKI Siapkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat

27 September 2020, 17:01

Pertumbuhan penduduk jika tidak disertai perbaikan sistem pengelolaan pembuangan air limbah domestik dapat menyebabkan pencemaran.

IBB TV Satelit Bandung132, Kado HUT ke-210 bagi Warga

Berita Kawasan

IBB TV Satelit "Bandung132", Kado HUT ke-210 bagi Warga

27 September 2020, 09:59

IBB TV Bandung132 diresmikan langsung oleh Wali Kota Bandung Oded M. Danial di Pendopo Kota Bandung, 25 September 2020.

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

Berita Kawasan

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

26 September 2020, 17:46

Menelan anggaran sebesar 20 milyar rupiah, pelebaran akses yang menghubungkan Gunungpati dan Gajahmungkur itu ditargetkan rampung November 2020.

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

Hobi dan Hiburan

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

26 September 2020, 11:39

Ini dilakukan outdoor. Mudah-mudahan tidak terlalu khawatir juga sama COVID-19. Karena kita berada di mobil sendiri relatif lebih aman.


Comments


Please Login to leave a comment.