Cara Menghadapi Anak Tantrum.jpg

Pendidikan

Kata Pakar Tentang Trik M.A.B untuk Atasi Anak Tantrum

Apa yang Anda lakukan sebagai orangtua ketika anak balita menangis meraung-raung di tempat umum karena keinginannya tidak terpenuhi? Mungkin sebagian dari Anda akan langsung memenuhi keinginan anak agar tangisnya mereda dan tidak malu di hadapan banyak orang.

Sebagian lagi mungkin marah-marah karena terpancing emosi dan merasa harus lebih mendominasi ketika anak memberontak. Banyak pakar mengatakan, kedua cara mendidik anak tidak tepat. Lalu, bagaimana sih cara yang benar dalam menghadapi anak tantrum?

Belinda Agustya,M.Psi.,Psikolog

Menurut Belinda Agustya, M.Psi, Psikolog dari Klinik Psikologi Rainbowcastle, orangtua bisa mencoba trik M.B.A (Mengapa-Apa-Bagaimana). Dalam akun Instagramnya (24/1/2019), klinik psikologi berbasis bermain pertama di Indonesia yang berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan itu mengunggah langkah-langkah menerapkan trik menghadapi anak tantrum dari Belinda. “Dibandingkan langsung bereaksi marah dengan membentak anak atau kasih iming-iming agar anak anteng, orangtua bisa coba tiga langkah berikut ketika menghadapi anak yang sedang tantrum,” tulis Belinda.

[Baca Juga: Ternyata, Ada Cara Khusus untuk Lebih Memahami Anak]

Ia mencontohkan sebuah situasi. Bayangkan Anda sebagai ayah sedang asyik bekerja dengan laptop di rumah ketika tiba-tiba anak yang masih 3 tahun datang memukul punggung dari belakang. “Wajar kalau kita rasanya ingin langsung marah, karena manusiawi. Karena secara terberi, manusia terprogram untuk mengartikan rasa sakit fisik dengan ancaman sehingga mode di otak adalah melawan. Jadi memang butuh usaha keras untuk melakukan tiga trik di bawah ini,” Belinda menjelaskan.

Cara Mengatasi Anak Tantrum

1. Mengapa

Tanyakan pada diri sendiri, “Mengapa anak saya berperilaku seperti itu?” Misalnya kasus dengan usianya masih 3 tahun. Anak 3 tahun masih sulit mengekspresikan perasaannya dengan cara yang tepat, butuh bimbingan. Bisa jadi Rafi memukul karena ingin diperhatikan tapi ayah malah sibuk. Karena di usia ini anak masih sulit menunggu, dengan perasaan intens muncul akan semakin sulit. Anak belum mampu secara efektif dan konsisten menahan diri untuk tidak bertingkah. Memukul adalah caranya mengekspresikan rasa frustrasi karena tidak diperhatikan. Itulah penyebab anak Anda memukul.

2. Apa

Lalu pikirkan, “Pelajaran apa yang ingin saya ajarkan saat ini?” Anda bisa pikirkan dan beritahu kepada anak bahwa ada cara yang lebih baik untuk mendapatkan perhatian ayahnya dan mengendalikan rasa marah, bukan dengan cara kekerasan seperti memukul. Bahwa ada banyak cara yang lebih tepat untuk mengekspresikan perasaan.

3. Bagaimana

Setelah itu, atur cara Anda menyampaikan “pelajaran” di poin nomor dua kepada anak? Sebaiknya Anda harus melakukan kontak mata, duduk sejajar dengan anak. Berikan gesture bahwa anak sudah mendapat perhatian orangtua. Jika anak sudah cukup tenang, refleksikan perasaan anak dengan berkata, “Susah ya Nak, memang untuk nunggu. Kamu mau main ya, tapi marah karena ayah malah kerja? Boleh marah Nak, tidak pukul. Bilang saja sama ayah kalau kamu marah. Ayah pasti dengar nanti dan berhenti kerja.”

[Baca Juga: 6 Kiat Cerdas Siapkan Dana Pendidikan Anak]

Menurut healthofchildren.com, tantrum merupakan episode kemarahan besar dan frustasi yang ditunjukkan dengan menangis, berteriak, dan gerakan tubuh yang mengekspresikan kekerasan seperti melempar barang-barang, berguling di lantai, memukul kepala sendiri, atau mengentak-entakkan kaki.

Tantrum bisa terjadi pada anak mulai usia 15 bulan. Namun, ledakan emosi ini sering ditemukan ketika anak berusia 2-4 tahun. Biasanya frustasi ini terjadi karena anak tidak bisa melakukan sesuatu yang diinginkan atau merasa tidak memiliki kontrol atas diri dan hidupnya.

Read More

Artikel Lainnya

Slide3.JPG

Berita Kawasan

Salat Tarawih di Masjid Agung Jami’ Kota Malang Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

13 April 2021, 11:08

Tahun ini, pemerintah akhirnya mengizinkan masyarakat untuk melaksanakan ibadah salat tarawih di masjid, dengan berbagai aturan yang tetap mengedepankan protokol kesehatan.

UTBK UNDIP 2021

Pendidikan

Hari Pertama UTBK UNDIP Tahun 2021 Berjalan Lancar

13 April 2021, 11:07

Ia mengatakan bahwa ini adalah kali kedua UNDIP melaksanakan UTBK di masa pandemi dan meyakinkan bahwa semua pihak melaksanakan protokol kesehatan dengan disiplin

UTBK di Universitas Padjajaran.jpg

Pendidikan

UTBK di Unpad, Semua Peserta Wajib Pasang Aplikasi Mass Tracking

13 April 2021, 10:34

Semua peserta UTBK di Universitas Padjajaran wajib memasang aplikasi mass tracking untuk mencegah penularan COVID-19.

Nyekar 1.jpg

Berita Kawasan

Sebelum Ramadan, Warga Desa Giripurno Nyekar Tanpa Masker

13 April 2021, 10:17

Tradisi Nyekar masih dijaga oleh masyarakat Giripurno menjelang Ramadhan di masa pandemi ini.


Comments


Please Login to leave a comment.