Tebet-Pendidikan-Kebangkitan-Diri-Jadi-Motivasi-Kesuksesan-Tiga-Musisi-Ini-Emil-2.jpg

Pendidikan

Kebangkitan Diri Jadi Motivasi Kesuksesan Para Musisi Ini (Part 1)

Seni kerap menjadi ekspresi dari diri seseorang yang inspirasinya datang dari mana saja. Baik itu dari situasi kegalauan hati, keluarga, lingkungan, bahkan hingga dari suasana politik. Tidak sedikit musisi di Indonesia yang menyuarakan seni mereka dari berbagai pengalaman pribadi yang mereka alami sehingga menjadi lantunan nada serta irama. Setidaknya itulah yang dikatakan Lala Karmela, Ardhito Pramono dan Kartika Jahja pada kuliah umum yang digelar di Erasmus Huis, Kuningan, Jakarta Selatan (4/12/2018).

[Baca Juga: Erasmus Huis Kembali Dibuka dengan Semangat Baru]

Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama Universitas Bina Nusantara (BINUS) dengan Indonesia Heritage Society. Tema yang diangkat adalah “Records & Rebellions: Empowering Indonesia” di mana tiga musisi dengan genre musik berbeda ini menjelaskan perjalanan hidup mereka yang akhirnya menjadi titik awal kebangkitan sebagai seniman.

Lala Karmela di Erasmus Huis

Berani dengan Musik

Lala Karmela sebagai pembicara pertama menceritakan bagaimana karir musiknya membawa ia ke Filipina. Selama tiga tahun berada di tempat kelahiran ibunya, Lala berhasil menciptakan berbagai single yang terkenal bahkan berduet dengan penyanyi ternama Filipina yakni Christian Bautista. Namun rasa rindunya terhadap Tanah Air membuat perempuan yang bernama asli Karmela Mudayatri Herradura Kartodirdjo pun kembali ke Indonesia untuk melanjutkan karir musiknya.

[Baca Juga: Meningkatkan Minat Seni Buah Hati Melalui Pembelajaran Musik]

Namun ketika ia terikat kontrak dengan salah satu label musik ternama di Indonesia, Lala merasa terkekang dan tidak bisa bebas menciptakan lagu yang sesuai dengan kata hatinya. Hingga akhirnya, Ia memutuskan memilih mengambil jalur independent dan di sanalah titik kebangkitan kembali Lala di dunia tarik suara. Tidak lama setelah itu, ia menciptakan salah satu lagu hit-nya yang berjudul Morning Star pada 2012.

“Dengan musik, saya merasa berani dan tidak ada orang yang bisa mengambil rasa ini dari saya. Saya juga merasa jujur kepada diri saya sendiri dan menyebaran energi tersebut ke lingkungan saya, ini terasa sangat menyenangkan. Setelah merilis lagu tersebut, tanpa ekspetasi berlebih, beberapa pekan kemudian saya mendapatkan telepon dari Jogja, Surabaya, Bali, Medan, Jakarta, Makassar dan saya diberi tahu bahwa Morning Star menjadi lagu nomor satu di stasiun radio mereka,” jelas Lala kepada para peserta kuliah umum di Erasmus Huis tersebut. [Bersambung]


Read More

Artikel Lainnya

Tiramisusu.jpg

Kuliner

Tiramisusu, Oleh-Oleh Viral Khas Bandung

16 April 2021, 18:01

Salah satu oleh-oleh khas Bandung yang saat ini tengah viral adalah Tiramisusu. Tiramisusu merupakan produk terbaru dari Chocomory besutan Cimory. Tak kalah lezat dengan Brownies Amanda dan Molen Kartika Sari

Terima Penghargaan dari Ganjar, Gibran Tegaskan Ini Berkat Wali Kota Sebelumnya .jpg

Berita Kawasan

Terima Penghargaan dari Ganjar, Gibran Tegaskan Ini Berkat Wali Kota Sebelumnya

16 April 2021, 16:07

Gibran menegaskan, penghargaan yang diraihnya dari Ganjar Pranowo ini merupakan hasil dari prestasi Wali Kota Solo sebelumnya.

danau-siombak.jpg

Hobi dan Hiburan

Menunggu Waktu Berbuka Sambil Menikmati Keindahan di Danau Siombak

16 April 2021, 15:32

Danau Siombak adalah danau buatan bekas penggalian tanah timbunan pada sekitar tahun 1980.

Ikut Salat Tarawih Berjamaah, Ini Pesan Ganjar Pranowo untuk Warga Jawa Teng ah.jpg

Berita Kawasan

Ikut Tarawih Berjamaah, Ini Pesan Ganjar Pranowo untuk Warga Jawa Tengah

16 April 2021, 15:06

Walau saat ini salat Tarawih sudah diperbolehkan, Ganjar Pranowo meminta agar warga Jawa tengah tetap memperhatikan protokol kesehatan tanpa aja kesusu.


Comments


Please Login to leave a comment.