Tebet-Pendidikan-Kebangkitan-Diri-Jadi-Motivasi-Kesuksesan-Tiga-Musisi-Ini-Emi-3.jpg

Pendidikan

Kebangkitan Diri Jadi Motivasi Kesuksesan Para Musisi Ini (Part 2)

[Baca Juga: Part 1] Pembicara kedua dari kegiatan di Erasmus Huis tersebut adalah seniman jazz Ardhito Pramono. Pemuda yang lahir pada 22 Mei 1995 tersebut menuturkan bahwa ia merupakan sosok pemberontak. Ia menjelaskan, pernah didaftarkan ke akademi militer dan sempat memutuskan untuk melarikan diri saat tugas hingga membuat ayahnya geram. Karena itulah, Ardhito pun disekolahkan di Australia dengan harapan ia menjadi sosok yang lebih baik.

[Baca Juga: Kursus Academic Writing di Kampus Salemba UI Sebelum Kuliah di Luar Negeri]

“Saat di Australia, saya terlibat masalah dengan mantan kekasih saya yang memicu rasa patah hati, depresi. Dari keadaan itulah, saya tidak tahu kenapa, ia membuat saya menjadi seorang musisi saat ini. Di Australia sendirian membuat saya memiliki perspektif baru tentang kehidupan, tentang musik. Dan secara spiritual saya belajar musik dapat menjadi sangat kuat. Belajar musik dapat mengirimkan pesan perasaan serta pikiran,” kata Ardhito dalam acara kuliah umum di Erasmus Huis, Kuningan, Jakarta Selatan (4/12/2018).

Ardhito Pramono di Erasmus Huis

Pengalaman Perempuan dalam Musik

Sosok yang menjadi pembicara ketiga di kegiatan yang diadakan di Erasmus Huis itu adalah Kartika Jahja. Perempuan yang dikenal sebagai musisi serta aktivis gender itu menjelaskan bagaimana kehidupannya di era Orde Baru.

[Baca Juga: Pasar Kriya untuk Penggalangan Dana Pundi Perempuan]

Sensor dari pemerintah kala itu membuat matanya tertutup dengan berbagai isu HAM yang terjadi. Melalui musik barulah ia sadar dengan ‘apa yang terjadi di dunia’. Kartika pun mulai mendengar serta menghadiri konser para seniman yang menolak dibisukan oleh pemerintah seperti Iwan Fals dan Slank. Lambat laun, suara hatinya pun terpanggil menjadi musisi ketika ia mulai tertarik untuk ikut konser-konser musik underground yang tidak takut secara eksplisit mengkritik Pemerintah Orde Baru.

Setelah ia masuk ke jalur independent, Kartika merasa bahwa para musisi yang mengklaim sebagai pemberontak tidak pernah menyinggung masalah gender. Dari sanalah, jiwa aktivisi dari Kartika pun terpanggil dengan berusaha menyuarakan kekerasan seksual yang kerap menimpa para perempuan.

“Pada 2013 saya menulis lagu ‘Tubuhku Otoritasku’ dan di tahun yang sama saya mengungkapkan kepada media nasional sebagai korban pemerkosaan yang menimpa saya pada saat masih kecil. Saya menyimpan pengalaman itu sendiri selama lebih dari 20 tahun dan semenjak itu hingga sekarang. Saya kehilangan hitungan sudah berapa banyak perempuan yang menghampiri saya dan menceritakan pengalaman yang serupa dengan saya,” kata Kartika. Ia melanjutkan bahwa setelah itu ia mulai bangkit dan mulai memperdalam mengenai aktivis feminis agar dapat menjadi suara bagi para perempuan yang terbungkam.

Read More

Artikel Lainnya

Ideafest Kala Pandemi COVID-19 Jadi Momentum Evaluasi Industri Kreatif

Bisnis

Ideafest Kala Pandemi COVID-19 Jadi Momentum Evaluasi Industri Kreatif

29 October 2020, 18:06

Ideafest yang diselenggarakan secara virtual pada 5-15 November 2020 ini dapat memantik ide, kreativitas, dan inovasi pelaku usaha pada masa pandemi.

3 Film Indonesia Meraih Penghargaan Asian Academy Creative Awards 2020

Hobi dan Hiburan

3 Film Indonesia Meraih Penghargaan Asian Academy Creative Awards 2020

29 October 2020, 15:05

Dari ketiga film tersebut, Viu mendapatkan 14 gelar Juara Nasional dari 40 kategori, sehingga berhak mengikuti babak internasional pada bulan Desember .

UMN Kembangkan Prototipe Aplikasi Koreksi Penulisan U-Tapis

Pendidikan

UMN Kembangkan Prototipe Aplikasi Koreksi Penulisan U-Tapis

29 October 2020, 10:55

Universitas Multimedia Nusantara mengembangkan prototipe aplikasi koreksi penulisan dalam bahasa Indonesia bernama U-Tapis.

Acara Luring Pertama Selama Pandemi, Galeri Nasional gelar Pameran Imersif Affandi

Hobi dan Hiburan

Acara Luring Pertama Selama Pandemi, Galeri Nasional gelar Pameran Imersif Affandi

28 October 2020, 16:31

Melalui pameran itu, tidak hanya ketokohannya karya-karya Affandi yang luar biasa juga dapat menjadi inspirasi bagi banyak seniman.


Comments


Please Login to leave a comment.