Pondok-Indah-Properti-Kebayoran-Baru-1.jpg

Properti dan Solusi

Kebayoran Baru, Kota Taman Pertama Karya Anak Bangsa (Part I)

Saat ini Kebayoran Baru menjadi salah satu wilayah ikonik di Jakarta Selatan. Pasalnya, kawasan ini membentang dari Kelurahan Selong sampai Kelurahan Senayan dan di dalamnya berdiri area komersil seperti Blok M serta Sudirman Business District. Namun tahukah Anda bahwa jauh sebelum area komersil ikonik tersebut dibangun, Kebayoran Baru merupakan kawasan dengan konsep kota taman pertama di Jakarta Selatan (Jaksel) yang dibangun oleh anak bangsa?

Garden City

Sebelum lebih jauh membahas kecamatan-kecamatan di Jakara Selatan, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa itu kota taman atau garden city. Konsep ini sebenarnya pertama kali dicetuskan pada 1898 di Inggris oleh Ebenezer Howard yang dikenal sebagai “bapak kota taman” dan pendiri Garden Cities Association. Pada dasarnya konsep ini merupakan metode perencanaan kota di mana masyarakatnya tinggal di kawasan yang terdiri dari area pemukiman warga, industri, pertanian yang proposional dan kawasan ini dikelilingi oleh ‘sabuk hijau’ atau ruang terbuka hijau.

Kebayoran Baru Kota Taman Pertama Jakarta

Salah satu penerapan konsep ini di Jakarta adalah ketika pengembangan kawasan Menteng yang kala itu dilakukan oleh Belanda pada 1910. Puluhan tahun setelah itu, konsep kota taman ini pun kembali direalisasikan dan kali ini yang menerapkannya adalah anak bangsa.

[Baca Juga: Sekolah Darurat Kartini Turut Mencerdaskan Anak Bangsa]

“Kebayoran Baru merupakan kota dengan konsep kota taman tropis pertama di Indonesia yang dirancang putra Indonesia yaitu Moh. Soesilo (1948),” ucap pengamat tata kota, Nirwono Joga kepada PingPoint.co.id (10/12/2018).

Moh. Soesilo merupakan murid dari Arsitek Belanda bernama Herman Thomas Karsten yang mengembangkan kota-kota seperti Malang, Surakarta, Semarang, Bandung, Bogor dan masih banyak lainnya. Karsten juga menerapkan konsep kota taman.

Karena itulah tidak heran bila Moh. Soesilo sebagai murid Karsten menerapkan konsep yang serupa dengan rancangannya di Kebayoran Baru. Namun Moh. Soesilo tetap memasukan unsur orisinalitas dalam desainnya dan dapat menjadi cerminan sebagai realisasi kota taman yang baik.

[Baca Juga: 4 Ide Bisnis yang Bisa Dibuka di Sekitar RTH]

Nirwono mengatakan, Kebayoran Baru ideal sebagai contoh konkret penerapan kota taman, kota yang ramah lingkungan, kota hijau yang bisa menjadi contoh penataan dan pengembangan kota-kota di Indonesia.

Green planning & design, menerapkan konsep kota ramah lingkungan sesuan kondisi dan topografi; green open space – memiliki infrastruktur hijau yang lengkap baik berupa area (taman, makam, hutan, lap olahraga) dan koridor atau jalur hijau (jalan, tepi kali) dengan luas ruang terbuka hiijau 30%. Kemudian green building yaitu arsitektur bangunan rumah yang khas tropis (arsitektur jengki) dengan halaman atau taman yang luas,” kata Nirwono mengenai konsep kota taman di Kebayoran Baru. [Bersambung]

Read More

Artikel Lainnya

Ideafest Kala Pandemi COVID-19 Jadi Momentum Evaluasi Industri Kreatif

Bisnis

Ideafest Kala Pandemi COVID-19 Jadi Momentum Evaluasi Industri Kreatif

29 October 2020, 18:06

Ideafest yang diselenggarakan secara virtual pada 5-15 November 2020 ini dapat memantik ide, kreativitas, dan inovasi pelaku usaha pada masa pandemi.

3 Film Indonesia Meraih Penghargaan Asian Academy Creative Awards 2020

Hobi dan Hiburan

3 Film Indonesia Meraih Penghargaan Asian Academy Creative Awards 2020

29 October 2020, 15:05

Dari ketiga film tersebut, Viu mendapatkan 14 gelar Juara Nasional dari 40 kategori, sehingga berhak mengikuti babak internasional pada bulan Desember .

UMN Kembangkan Prototipe Aplikasi Koreksi Penulisan U-Tapis

Pendidikan

UMN Kembangkan Prototipe Aplikasi Koreksi Penulisan U-Tapis

29 October 2020, 10:55

Universitas Multimedia Nusantara mengembangkan prototipe aplikasi koreksi penulisan dalam bahasa Indonesia bernama U-Tapis.

Acara Luring Pertama Selama Pandemi, Galeri Nasional gelar Pameran Imersif Affandi

Hobi dan Hiburan

Acara Luring Pertama Selama Pandemi, Galeri Nasional gelar Pameran Imersif Affandi

28 October 2020, 16:31

Melalui pameran itu, tidak hanya ketokohannya karya-karya Affandi yang luar biasa juga dapat menjadi inspirasi bagi banyak seniman.


Comments


Please Login to leave a comment.