DUREN-SAWIT_KESEHATAN_KEGAWATDARURATAN-PSIKIATRI-DI-RUMAH-SAKIT-DUREN-SAWIT_OCI_REVISI-01.jpg

Kesehatan

Kegawatdaruratan Psikiatri di Rumah Sakit Duren Sawit

Ketika ada musisi atau bintang terkenal yang bunuh diri, berita kematian mereka biasanya disertai dengan kampanye tentang pentingnya kesehatan jiwa dan kontak nomor hotline bagi orang yang mengalami keinginan untuk bunuh diri atau mengetahui ada yang ingin bunuh diri. Peristiwa percobaan bunuh diri ini masuk dalam kegawatdaruratan psikiatri. Sebagai calon rumah sakit khusus gangguan jiwa, Rumah Sakit Duren Sawit seharusnya bisa menjadi salah satu rujukan kegawatdaruratan psikiatri.

Percobaan bunuh diri memang kasus yang jarang dan hampir tidak pernah masuk dalam 10 besar kunjungan unit gawat darurat (UGD), namun kasus ini merupakan suatu kegawatdaruratan di bidang psikiatri. Setiap kegawatdaruratan memerlukan tindakan cepat dan tepat. Seperti dijelaskan dalam dokterpost.com (31/7/2018), kegawatdaruratan psikiatri adalah setiap gangguan dalam pikiran, perasaan, atau tindakan yang memerlukan intervensi segera.

Jenis kegawatdaruratan psikiatri yang mungkin ditemukan adalah gaduh gelisah atau kekerasan, percobaan bunuh diri, penelantaran diri, sindroma putus zat, perkosaan, dan sindroma neuroleptik maligna atau sindrom toksik yang berhubungan dengan penggunaan obat psikotik.

Percobaan Bunuh Diri

Bunuh diri adalah percobaan yang dilakukan seseorang untuk mengakhiri emosi, perasaan, dan pikiran yang tidak dapat ditoleransi lagi. Masih menurut dokterpost.com, bunuh diri juga dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri psikologik dan menurunkan ketegangan yang tak tertahankan. Seringkali, kematian bukan tujuan utama dari bunuh diri, tetapi lebih pada berhenti atau keluar dari kehidupan.

[Baca Juga : Program Kesehatan Jiwa di Puskesmas Cakung Jakarta Timur]

Keinginan untuk bunuh diri merupakan interaksi dari faktor biologi, psikologi, sosiokultural, dan lingkungan. Faktor lingkungan yang dapat melatarbelakangi keinginan untuk bunuh diri di antaranya adalah kesulitan sosial-ekonomi, tersedianya alat dan bahan untuk bunuh diri, dan pemberitaan media massa pada kasus copycat suicide. Beberapa kelompok pasien yang mempunyai risiko tinggi untuk bunuh diri adalah pasien dengan penyalahgunaan zat, gangguan depresi, skizofrenia, gangguan bipolar episode depresi, dan gangguan kepribadian.

Hal pertama yang harus dilakukan ketika menerima pasien percobaan bunuh diri adalah stabilisasi. Anamnesis dan pemeriksaan fisik dilakukan mengarah dan tergantung gejala yang muncul.

Sebagian besar bunuh diri dapat dicegah, sebaiknya pasien dengan kondisi yang mengarah pada percobaan bunuh diri dilakukan pendekatan. Orang di sekitar pasien harus mulai waspada bila pasien mulai memberikan wasiat, memberikan barang miliknya, melakukan perilaku merusak diri sendiri, dan mengalami suicidal crisis. Ini merupakan fase menjelang perbuatan bunuh diri berupa perasaan sedih sekali yang tak tertahankan dan ditandai oleh isyarat atau jeritan minta tolong, atau suicidal communication misalnya surat atau catatan pribadi.

Setelah masuk unit kegawatdaruratan psikiatri, pasien kadang memerlukan opname, tergantung pada diagnosis, keparahan depresi, gagasan bunuh diri, kemampuan pasien dan keluarga mengatasi masalah, adanya faktor risiko, dan tersedianya dukungan sosial. Medikamentosa dapat diberikan sesuai dengan penyebab. Misalnya antipsikotik atau antidepresan.

[Baca Juga : Jangan Takut Konsumsi Obat Demi Kesehatan Jiwa]

Kesiapan RS Gangguan Jiwa

Seperti dilansir dari detikNews, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ingin menjadikan Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit sebagai rumah sakit khusus gangguan jiwa. Pemprov tengah mulai mengalokasikan anggaran untuk pembangunan tersebut.

Sandiaga Uno mengungkapkan, proses pelelangan untuk pembangunan rumah sakit tersebut akan dimulai pada 2018. Ia berharap, rumah sakit khusus untuk menangani pasien-pasien yang memiliki gangguan jiwa itu akan selesai pada 2019. Pemprov DKI menganggarkan Rp228 miliar untuk pembangunan tersebut dan saat pembahasan anggaran beberapa waktu lalu, alokasi anggaran itu sudah disetujui DPRD DKI Jakarta.

Dengan rencana tersebut, RS Duren Sawit yang beralamat di Jl. Duren Sawit Baru No.2, RT.16/RW.6, Pd. Bambu, Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13430, tentunya akan dilengkapi dengan unit kegawatdaruratan psikiatri. Di masa mendatang, selain gangguan jiwa, masalah kegawatdaruratan psikiatri lain seperti pemerkosaan diharapkan bisa tertangani dengan lebih baik.

Read More

Artikel Lainnya

Kemenperin Kembali Gelar Modest Fashion Project

Bisnis

Kemenperin Kembali Gelar Modest Fashion Project

20 September 2019, 13:00  |  8 Views

Untuk mengembangkan industri fesyen muslim di Indonesia, Kemenperin kembali menggelar kompetisi fesyen untuk IKM dimulai dengan gelaran road to MOFP di Bandung dan Semarang.

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Kemendikbud Rilis Program Digitalisasi Sekolah

Pendidikan

Songsong Revolusi Industri 4.0, Kemendikbud Rilis Digitalisasi Sekolah

20 September 2019, 12:00  |  7 Views

Kemendikbud memberikan bantuan berupa peralatan berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk mempersiapkan sekolah songsong Revolusi Industri 4.0.

Jakarta Selatan Bersiap Antisipasi Musim Hujan

Berita Kawasan

Jakarta Selatan Bersiap Antisipasi Musim Hujan

20 September 2019, 11:00  |  7 Views

Mendekati musim penghujan, Pemkot Jakarta Selatan mulai melakukan beberapa langkah persiapan. Apa saja yang dilakukan?

Tips Merawat Kaktus Hias Dalam Rumah

Properti dan Solusi

Tips Merawat Kaktus Hias Dalam Rumah

20 September 2019, 10:00  |  12 Views

Ragam kaktus hias dapat membuat ruangan rumah menjadi menarik. Agar berusia panjang, ada sejumlah cara merawat kaktus hias dengan tepat.


Comments


Please Login to leave a comment.