Kelalaian Saat WFH bisa Memicu Korsleting dan Kebakaran

Properti dan Solusi

Kelalaian Saat WFH bisa Memicu Korsleting dan Kebakaran

Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), dilakukan Pemerintah dalam rangka menekan pertumbuhan pandemi COVID-19. Kini segala aktivitas warga—bekerja mau pun belajar—dilakukan dari rumah, atau lebih sering didengar dengan sebutan work from home (WFH).

Selain dampak positifnya yang diklaim efektif memutus rantai penyebaran virus SARS-CoV-2, ternyata WFH memiliki potensi dampak negatif, apa bila terdapat kelalaian kala melakukannya. Oleh sebab itu masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran dengan cara mengontrol kompor dan mematikan alat elektronik apabila sudah tidak digunakan setelah beraktivitas.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat mengungkapkan sepanjang Januari hingga akhir April 2020 terjadi 58 kasus kebakaran. Mayoritas kasus, sebanyak 45 kasus, disebabkan korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Akar permasalahannya pun beragam, ada yang karena lalai saat mengoperasikan peralatan elektronik atau kualitas perangkat serta instalasi kelistrikan tak memenuhi standar.

Kelalaian Saat WFH bisa Memicu Korsleting dan Kebakaran

"Dari sekian puluhan penanganan kejadian kebakaran yang diakibatkan arus pendek, diduga karena penyambungan kabel yang kurang benar, kabelnya tidak sesuai SNI, kabel sudah terlalu lama, banyaknya tumpukan stop kontak dan lain-lain," jelas Asril Rizal, dikutip pusat.jakarta.go.id, Senin (4/5/2020) kemarin.

Tips Cegah Korsleting & Kebakaran

Menurut situs bpbd.jakarta.go.id, akar permasalahan korsleting listrik yang berujung pada kejadian kebakaran, disebabkan karena timbulnya hubungan pendek antara konduktor positif dengan konduktor negatif.

Arus yang dimiliki pun mengalir sangat besar dalam waktu cepat, sehingga menghasilkan suhu yang sangat tinggi. Tak jarang juga disertai dengan ledakan yang dapat membakar benda-benda yang berada di sekitarnya. Lalu, bagaimana pencegahannya?

[Baca Juga: Kriteria Rumah Rawan Kebakaran Ditempeli Stiker]

Kelalaian Saat WFH bisa Memicu Korsleting dan Kebakaran

Saat beraktivitas di dalam rumah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan demi meminimalisir potensi terjadinya korsleting listrik. Diantaranya:

  • Hindari menumpuk colokan listrik pada suatu tempat, karena dapat mengakumulasikan panas yang akan mengakibatkan korsleting listrik.
  • Disarankan untuk menggunakan alat alat listrik seperti kabel, sakelar, stop kontak, steker yang memiliki label SNI (Standar Nasional Indonesia), LMK (Lembaga Masalah Kelistrikan) atau SPLN (Standar PLN).
  • Hindari pemakaian listrik secara ilegal, karena selain membahayakan keselamatan jiwa,tindakan ini juga tergolong tindak kejahatan yang dapat dipidanakan.
  • Mumpung WFH, luangkan waktu untuk memeriksa kondisi kabel, panel listrik, sambungan kabel dan lain-lain.
  • Hindari pemakaian listrik secara ilegal, karena selain membahayakan keselamatan jiwa,tindakan ini juga tergolong tindak kejahatan yang dapat dipidanakan.
  • Jika terjadi kebakaran akibat korsleting listrik akibat MCB (Mini Circuit Breaker) tidak berfungsi dengan baik, segera matikan listrik dari kWh meter. Dan tidak disarankan untuk menyiram sumber kebakaran dengan air apabila masih terdapat arus listrik.

Lebih jauh dia menambahkan, sesuai aturan main di masa PSBB dan sesuai Instruksi Kepala Dinas (Kadis) Gulkarmat DKI Jakarta, Asril menambahkan, setiap hari petugas Gulkarmat sektor kecamatan selalu memberikan sosialisasi dengan menggunakan sepeda motor. Kegiatan sosialisasi itu rutin di lakukan selama satu jam, mulai pukul 16.00 hingga pukul 17.00 WIB.

[Baca Juga: Sudin Gulkarmat Jaksel Gelar Gerebek Bersih Jalan Setiabudi]

Hal senada disampaikan, Sudin Gulkarmat Jakarta Barat mencatat telah terjadi 88 kasus kebakaran. Dari jumlah tersebut, penyebab kebakaran masih didominasi oleh korsleting listrik. Kasi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Eko Sumarno menjelaskan, di periode tersebut jumlah kasus kebakaran terbanyak terjadi di Kecamatan Taman Sari sebanyak 18 kasus, disusul Kecamatan Kembangan sebanyak 14 kasus, serta Kebon Jeruk, Cengkareng dan Kalideres masing-masing sebanyak 13 kasus kebakaran.

Kelalaian Saat WFH bisa Memicu Korsleting dan Kebakaran

Dikatakan Eko, untuk objek yang terbakar paling banyak terjadi di bangunan perumahan sebanyak 30 kasus, kabel udara ada sebanyak 22 kasus, bangunan umum dan perdagangan sebanyak 17 kasus, kemudian sisanya sampah, kendaraan dan lain sebagainya. Dia pun turut mengimbau masyarakat, agar meningkatkan kewaspadaan.

"Jika terjadi kebakaran warga bisa menghubungi nomor telepon (021) 560 7323 atau 112. Makin cepat informasi kami terima, makin kecil kerugian masyarakat. Pelayanan pemadam kebakaran gratis, tidak dipungut biaya," tandasnya.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.