KELAS TERBUKA BELAJAR BIOLA DI TAMAN SUROPATI MENTENG

Pendidikan

Kelas Terbuka Belajar Biola di Taman Suropati Menteng

Memainkan alat musik seperti biola belum tentu bisa dilakukan oleh semua orang. Perlu kursus khusus untuk bisa memainkan alat gesek ini. Namun, untuk mengikuti kursus biola, tentu ada biaya yang harus dikeluarkan dan itu tidak murah. Namun, paradigma itu diubah oleh Taman Suropati Chamber (TSC), sebuah komunitas yang bergerak pada seni musik. Jenis alat musik yang menjadi perhatian utama adalah alat musik gesek seperti biola, cello dan sejenisnya.

Taman Suropati Chamber ini berdiri pada 2007 atas prakarsa Ages Dwi Harso, seorang yang sangat peduli akan dunia seni. Sejak berdirinya, Taman Suropati Chamber ini menjadi wadah banyak orang untuk belajar mengenai seni khususnya alat musik biola atau cello di Taman Suropati Menteng. Setiap orang bisa belajar di sini. Syaratnya untuk bisa bergabung di Taman Suropati Chamber adalah memiliki niat.

Menariknya, Suropati Chamber ini menerima siapapun yang ingin berlatih biola. Tidak memandang latar belakang ekonomi, agama, suku, atau kondisi fisik seseorang. Bahkan, ada beberapa orang yang memiliki keterbatasan seperti anak yang terkena down syndrome hingga anak-anak yang kurang mampu.

Di Taman Suropati Menteng inilah, anak-anak berkumpul diajarkan tentang dasar bermain biola. Selain mempelajari teknik belajar musik mulai dari not balok maupun memainkan alat musik, para anggota juga bisa belajar memperbaiki biolanya dari anggota yang lain ataupun sekadar “menyulap” biola kualitas tiga menjadi setara kelas satu.

Pilihan taman sebagai tempat aktivitas bermusik dari pria lulusan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Muntilan, Jawa Tengah ini, tidak hanya ingin menghilangkan kesan bahwa musik orkestra identik dengan musik “gedongan”. Namun dirinya ingin juga memperlihatkan bahwa seni adalah milik seluruh lapisan masyarakat.

Melalui Taman Suropati Chamber ini, Ages Dwi Harso juga ingin menyampaikan bahwa belajar musik tidak mengenal batasan usia. Anak-anak, remaja, orang dewasa hingga yang lanjut usia pun bisa belajar musik tanpa harus ada rasa malu. Mereka bersatu dan bermain musik bersama-sama secara harmonis.

Jika sedang berada di Taman Suropati Menteng saat Minggu pagi, maka akan melihat sekumpulan orang-orang yang memainkan biola yang tergabung dalam Taman Suropati Chamber ini. Namun jangan berharap akan mendengar lagu-lagu klasik dari musisi dunia seperti Bethoven, Mozart ataupun JS. Bach yang terdengar seperti tali-tali yang melilit.

Di Taman Suropati Chamber ini, lagu-lagu daerah maupun lagu-lagu nasional penggugah nasionalisme yang akan sering dimainkan. Maka tidak heran jika lagu-lagu daerah seperti Gundul Pacul dari Jawa Tengah, Bungong Jeumpa dari Aceh, Rayuan Pulau Kelapa serta Indonesia Pusaka, dan lagu sejenis lainnya akan bisa dinikmati di Taman Suropati Menteng ini.

Meskipun melakukan pembelajaran musik di ruang terbuka, bukan berarti Taman Suropati Chamber ini minim prestasi. Suropati Chamber ini tercatat pernah melakukan konser di Balai Sidang Jakarta. Bahkan pernah juga diundang pentas ke Istana Negara dan didengarkan langsung oleh Presiden dalam acara parade senja.

Ages Dwi Harso yang juga didaulat sebagai Ketua Taman Suropati Chamber ini mengharapkan komunitas yang digagasnya ini bisa menjadi pilot project bagi komunitas serupa di wilayah atau daerah lain di Indonesia. Dia berharap pula, komunitas lainnya ini bisa memanfaatkan taman-taman kota seperti Taman Suropati Menteng ini sebagai tempat pengajaran bermusik non-formal dan tidak eksklusif.

Read More

Artikel Lainnya

Slide3.JPG

Berita Kawasan

Salat Tarawih di Masjid Agung Jami’ Kota Malang Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

13 April 2021, 11:08

Tahun ini, pemerintah akhirnya mengizinkan masyarakat untuk melaksanakan ibadah salat tarawih di masjid, dengan berbagai aturan yang tetap mengedepankan protokol kesehatan.

UTBK UNDIP 2021

Pendidikan

Hari Pertama UTBK UNDIP Tahun 2021 Berjalan Lancar

13 April 2021, 11:07

Ia mengatakan bahwa ini adalah kali kedua UNDIP melaksanakan UTBK di masa pandemi dan meyakinkan bahwa semua pihak melaksanakan protokol kesehatan dengan disiplin

UTBK di Universitas Padjajaran.jpg

Pendidikan

UTBK di Unpad, Semua Peserta Wajib Pasang Aplikasi Mass Tracking

13 April 2021, 10:34

Semua peserta UTBK di Universitas Padjajaran wajib memasang aplikasi mass tracking untuk mencegah penularan COVID-19.

Nyekar 1.jpg

Berita Kawasan

Sebelum Ramadan, Warga Desa Giripurno Nyekar Tanpa Masker

13 April 2021, 10:17

Tradisi Nyekar masih dijaga oleh masyarakat Giripurno menjelang Ramadhan di masa pandemi ini.


Comments


Please Login to leave a comment.