Kemenpar Ajak Pelaku Usaha Pariwisata Manfaatkan Kredit Usaha Rakyat 1.jpg

Bisnis

Kemenpar Ajak Pelaku Usaha Pariwisata Manfaatkan KUR

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar agenda Sosialisasi dan Coaching Clinic Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada sektor pariwisata di berbagai destinasi pariwisata.

Seperti dikutip dari kominfo.go.id, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, pemanfaatan KUR dinilai positif mendukung tersedianya kebutuhan investasi pariwisata di Indonesia. Selain itu, agenda ini guna menyukseskan target pemerintah terkait fasilitas penguatan modal bagi pelaku usaha pariwisata di Indonesia.

Program Kredit Usaha Rakyat bagi UMKM

Total kebutuhan dan pembiayaan investasi untuk pengembangan sektor pariwisata di Indonesia mencapai Rp500 Triliun hingga tahun 2024. Sekitar Rp300 Triliun atau 60 persennya khusus ditujukan untuk pengembangan 10 ‘Bali Baru’. Sedangkan sisanya untuk pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Jika dirinci, nilai Rp500 Triliun diperoleh dari investasi langsung sebesar Rp205 Triliun yang berasal dari pemerintah Rp170 Triliun dan Rp35 Triliun investasi swasta.

Investasi swasta ini khususnya berasal dari Industri Keuangan Bank untuk KUR Pariwisata sebesar Rp25 Triliun melalui Himbara Perbanas, BPR, dan BPD, serta Industri Keuangan Bank sebesar Rp10 Triliun melalui ACC dan Model Ventura.

[Baca Juga: Entas Warga dari Kemiskinan di Lokasi Pariwisata Melalui KUR]

Sisanya Rp295 Triliun berasal dari pembiayaan dengan rincian pembiayaan pemerintah Rp10 Triliun dan pembiayaan swasta Rp285 Triliun.

Selama periode 2019-2024, kebutuhan investasi pariwisata Indonesia masih sangat besar seperti diperlukan 120.000 kamar hotel, 15.000 restoran, 100 taman rekreasi, 100 operator diving, 100 marina, dan 100 kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan melibatkan peran serta dunia usaha, serta program pembangunan 100.000 homestay dengan melibatkan UKM pariwisata.

“Program KUR ini adalah solusi brilian untukn meningkatkan investasi pariwisata Indonesia. Oleh karena itu, saya aka rekan-rekan pelaku UMKM pariwisata untuk memaksimalkan peluang istimewa ini,” kata Arief seperti dilansir kominfo.go.id (27/2/2019).

[Baca Juga: Investasi Reksa Dana Yang Cocok Untuk Anak Muda]

Setidaknya tercatat ada 12 bidang usaha sektor pariwisata yang diusulkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dapat dibiayai dalam program KUR. Bidang itu di antaranya usaha daya tarik pariwisata, jasa transportasi wisata, jasa perjalanan wisata, dan jasa makanan minuman.

Selain itu, bidang usaha penyediaan akomodasi, kegiatan hiburan dan rekreasi, usaha penyelenggaraan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition), jasa informasi pariwisata, jasa konsultan pariwisata, jasa pramuwisata, wisata tirta, dan industri kerajinan dan pusat oleh-oleh.

Asisten Deputi Investasi Pariwisata Henky Manurung menyampaikan jika peraturan pemberian KUR sektor pariwisata telah direalisasikan sejak tahun 2018, dan hal ini adalah kesempatan emas yang sebaiknya dimaksimalkan oleh para pelaku UMKM pariwisata.

Melalui sosialisasi KUR ini, pihaknya berharap dapat memfasilitasi para pelaku UMKM pariwisata di berbagai destinasi di Indonesia untuk memperoleh informasi terkait akses permodalan KUR yang diberikan pemerintah.

“Detail persyaratan untuk mengakses program penguatan modal KUR nantinya akan dijelaskan oleh pihak bank, jadi silakan gunakan dengan baik peluang ini,” jelas Henky.


Read More

Artikel Lainnya

Launching TV Desa, Kota Batu Adakan Lomba Film Pendek

Berita Kawasan

Launching TV Desa, Kota Batu Adakan Lomba Film Pendek

27 September 2021, 22:08

Lomba film pendek yang tak bisa dilewatkan begitu saja.

BNS 1.jpg

Hobi dan Hiburan

Potret Pasar Malam yang Dimodernisasi Batu Night Spectacular

27 September 2021, 21:09

Desain-desain modern yang ditemukan di Jatim Park Grup kini bisa ditemukan di berbagai tempat wisata di Kota Batu.

Henju-2

Kecantikan dan Fashion

Henju By Gracy, Aksesori Jogja Sukses Taklukkan Pasar Dunia

27 September 2021, 20:08

Sampai saat ini Henju sudah tersebar di pasar-pasar aksesoris di berbagai negara. Konsumen terbesarnya berasal dari Amerika, Perancis , Inggris dan beberapa negara Eropa.

Penduduk Lansia Pada Masa Pandemi, Antara Meningkatnya Harapan Hidup dan Masuk Dalam Kelompok Rentan

Kesehatan

Lansia Kala Pandemi, Harapan Meningkat tapi Masih Kelompok Rentan

27 September 2021, 19:07

Lansia di Kota Semarang terus bertambah dengan semakin meningkatnya harapan hidup, di sisi lain mereka masuk kelompok rentan. Pelayanan kesehatan pada kelompok lansia pun terus ditingkatkan.


Comments


Please Login to leave a comment.