Kenali Ciri Narcissistic Personality Disorder

Kesehatan

Kenali Ciri Narcissistic Personality Disorder atau NPD

Kata Narsis mungkin sering Anda dengar untuk istilah seseorang yang terlalu percaya diri (PD) dan bangga akan diri sendiri, terutama, mereka yang hobi selfie berlebihan dan memamerkan foto koleksi dirinya di berbagai akun sosial media.

Narsisme pertama kali dipopulerkan Psikolog Sigmund Freud untuk menjelaskan kepribadian seseorang yang mengejar pengakuan dari orang lain terhadap kekaguman dan kesombongan egoistik akan ciri pribadinya. Banyak pakar yang menganggap bahwa narsisme merupakan salah satu dari tiga ciri utama gangguan kepribadian, dua lainnya adalah psikopati dan machiavellianisme. Tetapi, perlu dipahami juga bahwa narsisme tidak sama dengan egosentrisme.

Kenali Ciri Narcissistic Personality Disorder

Mengutip dari psychologytoday.com (3/9/2019), mengenai perbedaan kepercayaan diri dengan narsisme, terlihat jelas dari tingkat personal dan sosial. Kepercayaan diri, kualitas diri ini dibangun atas dasar keberhasilan dan pencapaian yang telah diraih, keterampilan hidup yang sudah dikuasai, prinsip dan norma yang dipegang teguh, dan kepedulian yang ditunjukkan kepada orang lain. Sebaliknya, narsisme sering kali didasari oleh rasa takut kegagalan atau takut menunjukkan kelemahan diri, perhatian yang ingin ditujukan hanya kepada diri sendiri, dorongan yang tidak sehat untuk selalu menjadi yang terbaik, dan rasa ketidaknyamanan yang tertanam dalam di benak terhadap ketidakmampuan diri.

Orang yang narsis dalam arti kata sesungguhnya, bukan istilah plesetan modern. Tidak bisa menghargai kritik, sementara orang yang PD akan semakin meningkatkan diri setiap diberi kritik yang membangun. Orang narsis akan berusaha kuat untuk menjatuhkan lawannya dalam rangka mengungguli yang lain. Orang yang penuh dengan kepercayaan diri akan menghargai setiap lawannya sebagai manusia.

[Baca Juga: Apakah Anda Terkena Gangguan Kepribadian Narsistik?]

Lalu, apa yang dimaksud dengan Narcissistic Personality Disorder atau NPD? Orang yang memiliki NPD biasanya menunjukkan perilaku arogan, minimnya empati terhadap orang lain, dan kebutuhan terhadap puja-puji, yang semuanya terlihat dengan konsisten di lingkungan kerja dan hubungan sosial. Orang-orang dengan kondisi ini sering dideskripsikan sebagai orang yang sombong, egois, manipulatif, dan doyan menuntut sesuatu. NPD memungkinkan orang yang memiliki gangguan ini untuk memfokuskan diri pada hasil yang di luar akal sehat misalnya, ketenaran dan merasa sangat yakin bahwa mereka berhak mendapatkan perlakuan khusus dari orang di sekitarnya.

Dilansir dari mayoclinic.org, banyak ahli menggunakan kriteria dalam jurnal Diagnostic And Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) untuk mendiagnosis berbagai kondisi mental. Berikut adalah sejumlah ciri narcissistic personality disorder berdasarkan jurnal yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association ini, seperti:

  • Memiliki rasa kepentingan diri sendiri yang berlebihan.
  • Mengharapkan untuk diakui sebagai seseorang yang superior, bahkan tanpa adanya prestasi yang menjamin.
  • Melebih-lebihkan bakat dan prestasi.
  • Disibukkan oleh fantasi mengenai kesuksesan, kekuatan, kecerdasan, kesempurnaan fisik, atau sebagai pasangan hidup yang sempurna.
  • Memercayai bahwa dirinya adalah pihak superior dan hanya dapat dimengerti oleh orang-orang yang berkedudukan sama tinggi atau sama spesialnya.
  • Membutuhkan puja-puji yang konstan setiap saat.
  • Merasa berhak terhadap segala sesuatu.
  • Mengharapkan perlakuan khusus dari semua orang.
  • Mengambil keuntungan dari orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
  • Memiliki ketidakmampuan atau ketidakinginan untuk mengakui kebutuhan dan perasaan orang lain.
  • Cemburu dan iri terhadap orang lain, sekaligus memercayai bahwa orang lain cemburu terhadap dirinya.
  • Berperilaku arogan dan sombong.

[Baca Juga: Mengenal Skizofrenia sebagai Gangguan Kesehatan Jiwa]

Walaupun ciri narsisme dimiliki oleh sebagian orang, tingkat narsisme yang sangat tinggi dapat memupuk kepribadian patologis dalam bentuk NPD. Beberapa karakteristik di atas bisa terlihat sebagai kualitas kepercayaan diri, namun kedua hal ini tidak sama. Karakteristik orang-orang NPD melewati batas dari kepercayaan diri yang sehat, sehingga memunculkan ide bahwa Anda adalah tidak terkalahkan dan menempatkan diri Anda jauh di atas orang lain.

Dari penjelasan di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa hobi selfie bukanlah salah satu karakteristik penting pembangun gangguan kepribadian, termasuk gangguan narsisistik. Bagi Anda yang suka selfie, jangan malu, Anda tidak dapat dikatakan bahwa Anda narsis.


Read More

Artikel Lainnya

Tak Sampai Rp2 Juta! Redmi 10A Resmi Hadir di Indonesi a.jpg

Hobi dan Hiburan

Tak Sampai Rp2 Juta! Redmi 10A Resmi Hadir di Indonesia

20 May 2022, 18:40

Xiaomi Indonesia secara resmi meluncurkan produk entry-level mereka yang terbaru dengan kehadiran Redmi 10A.

East Ventures Suntik Pendanaan Awal ke Startup Pendidikan MySkill.jpg

Bisnis

East Ventures Suntik Pendanaan Awal ke Startup Pendidikan MySkill

20 May 2022, 16:37

Startup yang berfokus meningkatkan skill para pencari kerja di Tanah Air, My Skill, disebut meraih pendanaan awal dari East Ventures.

Sampai 29 Mei 2022, Toys Kingdom Gandaria City Adakan Diskon Hingga 90 %.jpg

Bisnis

Sampai 29 Mei 2022, Toys Kingdom Gandaria City Diskon Hingga 90%

20 May 2022, 14:36

Bagi Anda yang berniat membelikan mainan untuk buah hati maka bisa memanfaatkan momen Crazy Sale di Toys Kingdom Mall Gandaria City.

CFD Akan Kembali Digelar di Wilayah Ibu Kot a.jpg

Berita Kawasan

CFD Akan Kembali Digelar di Wilayah Ibu Kota

20 May 2022, 11:34

Pemprov DKI Jakarta mengumumkan akan melakukan uji coba penerapan CFD alias Hari Bebas Kendaraan Bermotor di wilayahnya pada akhir pekan ini.


Comments


Please Login to leave a comment.