Kenali Dampak Berbagai Genre Film Bagi Perkembangan Anak

Pendidikan

Kenali Dampak Berbagai Genre Film Bagi Perkembangan Anak

Kasus pembunuhan terhadap anak berusia lima tahun yang dilakukan oleh seorang remaja berusia 15 tahun sangat mengejutkan publik (5/3/2020). Pasalnya, pelaku mengaku membunuh karena terinspirasi film Chucky.

Sejak mencuatnya kasus tersebut, publik pun seperti kembali diingatkan akan bahaya film dewasa bila dikonsumsi anak-anak. Terlebih, selama ini menonton film kerap menjadi alternatif pilihan kegiatan hiburan yang diberikan orangtua kepada anak-anak mereka.

Kenali Dampak Berbagai Genre Film Bagi Perkembangan Anak

Dilansir dari Studyvillage.com (10/3/2020), berdasarkan survei yang dilakukan kepada anak-anak di Amerika dengan kelompok usia 4-15 tahun, ditemukan adanya pengaruh yang besar dari media, terutama film pada perkembangan anak. Dampak tayangan film pada anak di kelompok usia tersebut berpengaruh pada kesehatan, perilaku dan pola pikir.

Menariknya, tak hanya film horor saja yang berdampak negatif bagi perkembangan anak. Bahkan, film dengan genre dongeng yang selama ini identik dengan tayangan ramah anak pun juga dapat memberi dampak negatif pada perkembangan anak. Lalu bagaimana dengan genre film lainnya? Simak rangkumannya berikut ini.

[Baca Juga: Kemen PPPA: Anak Pelaku Kejahatan Juga Korban]

1) Film Romantis

Belakangan ini, perilaku anak sekolah dasar yang sudah bisa menulis surat cinta layaknya orang dewasa sangat membuat para guru dan orang tua bertanya-tanya mengapa seusia mereka sudah bisa melakukan hal seperti itu. Adanya fenomena seperti itu tak terlepas dari dampak film genre romantis yang tak layak disaksikan anak-anak. Oleh karena itu, orang tua perlu mengecek kembali apakah film yang disaksikan layak untuk dikonsumsi anak-anak mereka.

2) Film Komedi

Menyaksikan film komedi memang membuat kita merasa lebih rileks dan menghilangkan stres. Oleh karenanya, film dengan genre ini sering kali dianggap tak memiliki dampak buruk bagi anak-anak. Tetapi, dalam tayangan komedi pun juga sarat akan konten dewasa. Misalnya seperti kata-kata kasar hingga bercanda yang tidak pantas. Orang tua tentu tidak boleh membiarkan anak mereka menyaksikan film komedi yang tidak cocok dengan usianya. Kecuali film komedi yang mengandung nilai kehidupan dengan cerita yang lucu dan menarik.

3) Film Dongeng

Kita boleh bilang, film Cinderella, Beauty and The Beast, Princess and the Frog sangat bagus disaksikan anak-anak. Namun siapa sangka, film dengan genre dongeng yang melekat pada film-film animasi ternyata juga dapat memberi dampak negatif bagi perkembangan anak. Bila tanpa pengawasan dan bimbingan dari orang tua, anak-anak dapat menerima begitu saja dan berpikir semua yang mereka inginkan akan terwujud. Film genre dongeng yang sarat akan edukasi dan petualangan untuk anak-anak diantaranya seperti Gulliver's Travel, Black Beauty, Lion King, dan Pinocchio.

Kenali Dampak Berbagai Genre Film Bagi Perkembangan Anak

4) Film Horor

Film horor dikenal sebagai genre yang tidak layak ditonton anak-anak. Bahkan tak hanya anak-anak saja yang dapat terpengaruh dari adegan menyeramkan dan tidak terpuji yang ada di film horor. Orang dewasa pun juga terdampak.

Bagi anak-anak, film horor dapat membuat mereka ketakutan, sulit tidur dan gelisah. Secara psikologis pun anak-anak yang menyaksikan film horor akan terganggu. Ada pula anak-anak yang percaya bahwa adegan di film horor itu nyata. Pada kondisi yang lebih parah, anak-anak yang terpengaruh film horor juga jatuh sakit atau mengalami gangguan kesehatan.

5) Film Laga

Menyaksikan film genre laga memang sangat menyenangkan. Apalagi kalau ada tokoh pahlawan yang yang memiliki aksi adegan yang hebat. Tapi dalam film genre laga pun juga mengandung konten yang berbahaya bila disaksikan anak-anak. Film genre laga kerap mengandung cerita tokoh dengan perilaku yang buruk, kebiasaan yang tidak sehat, kekerasan, dan kata-kata tidak pantas. Peran utama di film laga pun kerap menunjukkan kebiasaan meminum alkohol, merokok dan menggunakan obat-obatan terlarang. Perilaku-perilaku tersebut rentan ditiru anak-anak yang mana hal tersebut dapat berdampak negatif pada perkembangan mereka.

[Baca Juga: Jakarta Selatan Gelar Sosialisasi Cegah Kekerasan Perempuan & Anak]

Meski begitu, ada pula film yang sarat akan pesan kehidupan dan berdampak positif bagi anak-anak. Film yang berkisah tentang sejarah perang dunia atau isu sosial lainnya menjadi salah satu contoh tayangan yang dapat menambah pengetahuan bagi anak-anak. Film yang edukatif dan berkisah tentang petualangan juga memberi dampak positif bagi anak-anak. Sebut saja seperti Ice Age, Lion King, Robin Hood dan Jungle Book. Agar anak-anak tidak terpengaruh tayangan film, orangtua harus bisa memilah film yang layak.


Read More

Artikel Lainnya

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Vaksinasi, Pemkot Surabaya Siap Sweepin g.jpg

Kesehatan

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Imunisasi, Pemkot Surabaya Siap Sweeping

27 January 2023, 13:57

Banyaknya kasus campak di wilayah perbatasan Surabaya-Madura, mendorong Pemkot Surabaya untuk bergerak secara agresif demi memastikan anak-anak Kota Pahlawan sudah mendapatkan imunisasi campak.

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak.jpg

Kesehatan

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak

27 January 2023, 10:55

Dinkes Kota Yogyakarta meminta agar orangtua melindungi buah hatinya dari ancaman penyakit campak dengan segera datang ke puskesmas untuk mendapatkan imunisasi.

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur In i.jpg

Bisnis

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur Ini

26 January 2023, 15:30

Baru-baru ini perusahaan startup manufaktur Imajin disebut berhasil meraih suntikan pendanaan awal yang dipimpin East Ventures.

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus.jpg

Pendidikan

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus

26 January 2023, 13:28

Tim dosen Unpad berhasil membuat inovasi tes khusus yang dapat menunjukan bagaimana kompetensi mahasiswa dalam berbahasa Indonesia.


Comments


Please Login to leave a comment.