Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Depresi.jpg

Kesehatan

Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Depresi

Depresi dapat dialami oleh siapapun yang ditandai dengan perasaan sedih yang panjang dan dalam. Menurut Psikolog Naomi Ernawati Lestari M.Psi, Psi, seseorang yang rentan mengalami depresi biasanya adalah berusia antara 45 sampai 65 tahun.

Orang yang memiliki usia pertengahan adalah yang paling umum mengalami depresi. Namun orang yang berusia terlalu muda dan terlalu tua, juga memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalamai depresi berat.

Perbedaan perasaan sedih atau stres biasanya sangat jelas karena di kasus-kasus yang berat, depresi bisa mengancam jiwa dengan kemungkinan bunuh diri. Depresi biasanya diabaikan atau tidak ditangani karena kondisinya biasanya membuat orang ragu untuk mengambil langkah untuk mengatasinya sebagaimana keterangan yang didapat PingPoint.co.id dari Naomi melalui email (4/3/2019).

[Baca Juga: Tanpa Obat Penenang, Ini 5 Cara Mudah Menghilangkan Stres]

Depresi bisa menjadi penyebab keinginan untuk bunuh diri. Pemikiran untuk bunuh diri bisa berkisar dari rencana yang sangat detil atau hanya sebuah keinginan. Menurut Naomi, pikiran bunuh diri wajar dialami banyak orang ketika sedang merasa stres atau mengalami depresi. Dalam banyak kasus, pemikiran ini bersifat hanya sementara dan bisa dipulihkan, tetapi dalam beberapa kasus pikiran bunuh diri menjadi lebih berat karena keinginan dari dalam jiwa manusia yang sungguh kuat untuk bunuh diri.

Naomi mengatakan, ada penelitian yang menunjukkan bahwa depresi adalah bagian dari penyakit dengan dasar biologis. Depresi biasanya umum terjadi jika ada keluarga yang pernah didiagnosis depresi. Meskipun depresi muncul karena adanya komponen biologis, tetapi sisi psikologis dan faktor psikologis juga memainkan peran yang sangat besar yang bisa mengakibatkan seseorang menjadi depresi.

[Baca Juga: Program Kesehatan Jiwa di Puskesmas Cakung Jakarta Timur]

Kehilangan orang yang dicintai atau kekecewaan yang besar bisa menjadi pencetus depresi. Selain itu, penyebab depresi juga bisa disebabkan karena yang juga berperan penting, misalnya kurangnya dukungan sosial.

Gejala awal orang yang depresi dapat dilihat dari berbagai hal sebagai berikut berdasarkan keterangan Naomi.

  • Gejala emosi dan kognitif, seperti mood depresi, kurang tertarik pada hal-hal yang membuatnya tertarik atau tidak punya motivasi, kesulitan mengambil keputusan, mudah terganggu, khawatir yang berlebihan, perasaan bersalah terus-menerus, sulit mengingat sesuatu.
  • Gejala fisik, seperti fatigue, masalah tidur (bangun terlalu pagi atau kesulitan untuk tidur atau tidur terlalu banyak), perubahan dalam nafsu makan, naik atau turun berat badan secara tiba-tiba, rasa sakit dan pegal, kepala pusing.
  • Gejala perilaku, seperti menangis tidak terkontrol, marah yang meledak-ledak, menarik diri dari teman dan keluarga, menjadi gila kerja, menggunakan alkohol dan obat-obatan, menyakiti diri sendiri dengan menyayat kulit dan sebagainya, memiliki keinginan untuk bunuh diri.

Cara Mengatasi

Sembuh dari depresi tentu tidak mudah dan kesembuhan tiap orang yang depresi bisa berbeda-beda. Tidak seperti luka fisik yang dapat diberikan pengobatan spesifik agar cedera yang kita dapatkan bisa sembuh. Dokter juga dapat memberi tahu berapa minggu yang dibutuhkan untuk sembuh. Berbeda dengan penyembuhan seseorang yang mengalami depresi, ada yang sembuh dalam beberapa minggu atau bulan. Menurut Naomi, ada juga yang mengalami depresi berkepanjangan hingga bertahun-tahun. Naomi juga mengatakan sebanyak 20-30 persen orang yang mempunyai depresi, gejalanya tidak sepenuhnya menghilang.

“Kita juga bisa kesulitan menentukan apa yang kita rasakan. Jika kita merasa depresi jauh sebelum kita diobati, mungkin kita juga tidak tahu apa rasanya hidup yang normal lagi. Namun, menurut penelitian dari National Institute of Mental Health, pengobatan terhadap depresi sangat menolong untuk mengatasinya. Jika kita benar-benar berkomitmen terhadap treatment, maka keadaan kita akan jauh lebih baik,”katanya.

[Baca Juga: 3 Psikolog Tulis Buku Latihan Penerimaan Diri]

Seluruh tipe depresi baik masih ringan, sedang atau berat dapat diatasi dengan melakukan treatment dari psikolog. Jika depresinya masih ringan, maka treatment psikologi bisa sebagai satu-satunya cara untuk mengatasi depresi. Namun, jika sudah berubah pada tipe depresi sedang, maka membutuhkan treatment dengan psikolog sekaligus pengobatan. Untuk depresi yang sudah berat, maka perlu digunakan kombinasi pengobatan antidepressant dan treatment psikologi.

Biasanya treatment psikologi yang dipakai adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Interpersonal psychotherapy, Problem-solving therapy dan Short-term psychodynamic therapy.

Bagi Anda yang memiliki gejala-gejala yang termasuk pada gejawa awal depresi dan terjadi secara berkelanjutan, sebaiknya Anda segera menemui psikolog untuk melakukan treatment agar Anda bisa terbebas dari depresi serta bagi siapapun yang mempunyai pikiran bunuh diri, harus segera meminta pertolongan.

Read More

Artikel Lainnya

Pemprov DKI Siapkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat

Berita Kawasan

Pemprov DKI Siapkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat

27 September 2020, 17:01

Pertumbuhan penduduk jika tidak disertai perbaikan sistem pengelolaan pembuangan air limbah domestik dapat menyebabkan pencemaran.

IBB TV Satelit Bandung132, Kado HUT ke-210 bagi Warga

Berita Kawasan

IBB TV Satelit "Bandung132", Kado HUT ke-210 bagi Warga

27 September 2020, 09:59

IBB TV Bandung132 diresmikan langsung oleh Wali Kota Bandung Oded M. Danial di Pendopo Kota Bandung, 25 September 2020.

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

Berita Kawasan

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

26 September 2020, 17:46

Menelan anggaran sebesar 20 milyar rupiah, pelebaran akses yang menghubungkan Gunungpati dan Gajahmungkur itu ditargetkan rampung November 2020.

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

Hobi dan Hiburan

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

26 September 2020, 11:39

Ini dilakukan outdoor. Mudah-mudahan tidak terlalu khawatir juga sama COVID-19. Karena kita berada di mobil sendiri relatif lebih aman.


Comments


Please Login to leave a comment.