ads
Kenali Lebih Jauh Makanan Khas Betawi Tape Uli

Kuliner

Kenali Lebih Jauh Makanan Khas Betawi Tape Uli

Makanan khas Betawi ini biasanya dijumpai pada perayaan hari lebaran, baik Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha. Pembuatan tape uli atau dikenal juga ketan uli memiliki makna menunjukkan kebersamaan dan kesejahteraan masyarakat Betawi. Hal itu terlihat dari pembagian tugas antara pria dan wanita dalam pembuatan tape uli. Kaum pria bertugas menumbuk ketan dan wanita bertugas untuk memasak bahan-bahan tape uli sebagaimana ditulis Sherly Harefa dalam rilis data budaya di situs budaya-indonesia.org (24/6/2014).

Pembuatan tape uli memiliki keunikan dari berbagai mitos yang ada sejak tempo dulu. Banyak orang mempercayai pembuatan tape uli memiliki beberapa hal yang harus dilakukan dan dihindari agar menghasilkan tape uli dengan rasa perpaduan asam manis yang tepat.

[Baca Juga: Merawat Budaya Kuliner Betawi dengan Berjualan Bir Pletok]

Mitos yang beredar dari masyarakat Betawi hingga sekarang antara lain tidak boleh membuat tape uli dalam keadaan marah, tidak boleh dalam keadaan menstruasi, dan tidak boleh diajak bicara saat sedang memberikan ragi hingga menyimpannya untuk proses fermentasi.

Hingga sekarang, tidak sedikit masyarakat keturunan Betawi yang masih mempercayai mitos-mitos tersebut. Karena, jika membuat tape uli dengan tidak memperhatikan mitos yang ada, maka tape uli yang dihasilkan akan terasa berbeda, baik dari rasa tape ketan atau ketan ulinya.

[Baca Juga: Walau Bau, Jengkol Jadi Makanan Favorit Orang Betawi]

Salah satu warga keturunan Betawi Mariyam di Kelurahan Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat mengatakan kepada tim PingPoint.co.id melalui pesan singkat (11/4/2019), bahan-bahan pembuatan tape uli di antaranya beras ketan putih, beras ketan hitam, ragi tape, kelapa parut, gula pasir dan garam.

Langkah-langkah pembuatan tape uli juga dibagikan Mariyam sebagai orang Betawi yang cukup sering membuat tape uli untuk keluarga atau pesanan warga sekitar tempat tinggalnya. Berikut cara membuat tape uli dengan rasa yang pas.

Pembuatan Ketan uli

  • Cuci beras ketan putih
  • Rendam selama satu malam (dari jam 9 malam hingga jam 7 pagi)
  • Taburi garam secukupnya
  • Masak beras ketan putih di dalam rice cooker hingga setengah matang
  • Campurkan kelapa parut dan sedikit garam ke dalamnya, lalu aduk hingga merata
  • Masak ketan putih yang telah dicampur kelapa parut hingga matang
  • Angkat ketan putih dan masukkan ke dalam ember atau wadah untuk menumbuk ketan putih hingga menjadi ketan uli yang lembut
  • Siapkan daun pisang untuk membungkus ketan uli

Pembuatan Tape Ketan

  • Cuci beras ketan hitam dan beras ketan putih yang dicampurkan hingga bersih
  • Rendam selama satu malam (sama seperti beras ketan putih untuk ketan uli)
  • Kukus beras ketan yang telah direndam hingga setengah matang
  • Angkat beras ketan lalu dinginkan dengan siram memakai air dingin
  • Setelah dingin, taburi gula pasir dan ragi tape hingga merata ke seluruh bagian beras ketan
  • Kukus kembali dalam panci hingga matang
  • Angkat dan letakkan ke wadah yang bersih dan kering yang dialaskan daun pisang
  • Tutup wadah dengan rapat dan diamkan selama 3 hari ditempat gelap dan lembab

[Baca Juga: Ingin Nikmati Kelezatan Soto Betawi Di Jakarta Pusat, Ini Tempatnya]

Untuk membuat tape ketan, diperlukan jumlah takaran yang sama antara beras ketan hitam dan beras ketan putih, misalnya untuk pembuatan 500 gram beras ketan hitam maka juga dibutuhkan 500 gram beras ketan putih. Sedangkan ragi tape ditakar sesuai takaran pembuatan tape ketan, yaitu 1 kilogram ragi untuk 1 kilogram tape ketan. Serta untuk takaran garam dan gula pasir diberikan secukupnya.

Nah, bagaimana Pointers? Apakah Anda juga tertarik ingin bereksperimen membuat makanan khas Betawi ini?

Read More

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

5 Manfaat Markisa untuk Kesehatan tubuh

Kesehatan

5 Manfaat Markisa untuk Kesehatan Tubuh

21 April 2019, 12:00  |  9 Views

Walaupun wujudnya unik tak seperti buah lainnya, markisa mengandung banyak manfaat lho. Berikut manfaat markisa untuk kesehatan.

Wakil Wali Kota Bekasi Motivasi Masyarakat Peduli Terhadap Sampah

Berita Kawasan

Wakil Wali Kota Bekasi Motivasi Warga Peduli Terhadap Sampah

21 April 2019, 14:00  |  4 Views

Dalam Diskusi Kota Bekasi Bersih, Wakil Wali Kota Bekasi berikan motivasi warga untuk peduli mengelola sampah.

Museum Sejarah Jakarta Gelar Pameran Foto Sejarah Islam di Australia

Berita Kawasan

Museum Sejarah Jakarta Gelar Pameran Foto Sejarah Islam di Australia

21 April 2019, 10:00  |  6 Views

Pameran foto kisah panjang Islam di Australia digelar di Museum Sejarah Jakarta hingga 30 April 2019.

Agar Larangan Kantong Plastik Tidak Jadi Bumerang

Berita Kawasan

Agar Larangan Kantong Plastik Tidak Jadi Bumerang

21 April 2019, 16:00  |  6 Views

Beberapa daerah, termasuk DKI Jakarta mulai mendengungkan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Apakah cara ini efektif mengurangi konsumsi plastik?


Comments


Please Login to leave a comment.

ads