PONDOK-INDAH_KESEHATAN_KENALI-LOW-VISION-YANG-DIALAMI-MIFTAHUL-JANNAH-ATLET-JUDO-ASIAN-PARA-GAMES-2018_KIKI_1100-px-X-600-px.jpg

Kesehatan

Low Vision pada Atlet Judo Asian Para Games 2018 Miftahul Jannah

Nama Miftahul Jannah ramai diperbincangkan karena didiskualifikasi dari cabang olahraga blind Judo kelas 52kg Wanita kategori Low Vision. Atlet wanita asal Aceh ini didiskualifikasi karena enggan melepas hijabnya di matras. Seperti yang diketahui, Jannah merupakan atlet dengan kondisi low vision atau penglihatan lemah.

Sebenarnya apa itu low vision? Dilansir dari health.detik.com, Low vision merupakan gangguan penglihatan, kondisi ini berbeda dengan kebutaan. Yang membuat kedua kondisi ini berbeda adalah, low vision masih bisa melihat namun dengan jarak yang sangat dekat berbeda dengan kebutaan yang tidak bisa melihat sama sekali. Walaupun masih bisa melihat, kondisi ini tak bisa dikoreksi dengan kacamata biasa, sisa penglihatanya hanya sekitar 15-20 persen atau 2-5 cm.

Beberapa gejala terjadinya low vision adalah kesulitan mengenali benda-benda pada jarak jauh, kesulitan membedakan warna, kesulitan melihat dengan baik meskipun dari jarak dekat. Namun untuk memastikan kondisi tersebut, sebaiknya Anda harus segera bergegas pergi ke dokter.

Dilansir dari solider.id, penyebab umum dari low vision bisa jadi karena degenerasi macula, glaucoma, retinopati diabetik, dan katarak. Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi akibat tumor, infeksi, cedera, fibroplasias Retolental, diabetes, gangguan pembuluh darah dan miopia. Low vision juga bisa terjadi pada bayi baru lahir atau anak anak dengan istilah lain kelainan congental. Virus rubella, albino atau diabetes yang di derita ibunya saat mengandung juga bisa jadi penyebab gangguan penglihatan ini. Bukan hanya pada bayi dan anak-anak, low vision juga bisa dialami oleh dewasa dan lanjut usia.

Low vision bisa diatasi dengan alat bantu agar penglihatannya lebih baik. Alat bantu yang bisa digunakan adalah kacamata khusus dan perangkat pembesaran lain. Jika kondisi ini dialami oleh anak, sebagai orang tua Anda harus pintar memodifikasi kebutuhan anak. Misalnya bahan bacaan yang dicetak besar, teleskop, dan lensa pembesar untuk membantunya belajar dan melihat dengan baik.

Kebanyakan orang dengan kondisi low vision tidak ingin menganggap atau dianggap sebagi tunanetra. Biasanya mereka menghindari menggunakan tongkat yang identik dengan tunanetra.


Read More

Artikel Lainnya

Ikut Salat Tarawih Berjamaah, Ini Pesan Ganjar Pranowo untuk Warga Jawa Teng ah.jpg

Berita Kawasan

Ikut Tarawih Berjamaah, Ini Pesan Ganjar Pranowo untuk Warga Jawa Tengah

16 April 2021, 15:06

Walau saat ini salat Tarawih sudah diperbolehkan, Ganjar Pranowo meminta agar warga Jawa tengah tetap memperhatikan protokol kesehatan tanpa aja kesusu.

Vaksinasi COVID-19 di Kota Surabaya Sudah Sentuh Lebih dari 600 Ribu Jiwa.jpg

Kesehatan

Vaksinasi COVID-19 di Kota Surabaya Sudah Lebih dari 600.000 Jiwa

16 April 2021, 14:07

Pemkot Surabaya mengumumkan program vaksinasi COVID-19 di wilayah mereka sudah mencapai total lebih dari 600.000 orang.

Dunia Usaha dan Pariwisata di Kota Batu, Bantu Cegah COVID-19

Berita Kawasan

Banyak Bendera Hijau di Kota Batu, Libur Lebaran akan Ramai

16 April 2021, 12:01

Tren angka terjangkit COVID-19 di Kota Batu dapat dikendalikan dengan baik. Hal ini menjadi salah satu dasar bagi tempat wisata untuk tetap buka ketika libur Lebaran 2021.

Pemkot Bogor Sambut Baik Perpanjangan SIM Secara Online.jpg

Berita Kawasan

Pemkot Bogor Sambut Baik Perpanjangan SIM Secara Online

16 April 2021, 11:17

Wali Kota Bogor bersama dengan Kapolresta Bogor Kota mengikuti launching aplikasi SIM Nasional Presisi atau SINAR untuk pembuatan SIM baru serta perpanjangan SIM A dan C oleh Kapolri secara virtual di Mako Polresta Bogor Kota, Selasa (13/4/2021).


Comments


Please Login to leave a comment.