Kenali Pseudobulbar, Gangguan Otak yang Dialami Tokoh Joker

Kesehatan

Kenali Pseudobulbar, Gangguan Otak yang Dialami Tokoh Joker

Setelah menonton film Joker, banyak orang yang mencari tahu mengenai kondisi mental yang dialami tokoh Arthur Fleck yang diperankan Joaquin Phoenix. Tokoh Joker dalam film garapan Todd Phillips memiliki kondisi di mana terus menerus tertawa tanpa henti akibat ada kejadian tertentu yang memicunya. Lalu, kondisi apa yang dialami Joker dalam film solonya?

Kondisi tersebut adalah Pathological Crying and Laughing (PCL) atau lebih familiar dengan sebutan pseudobulbar. Sebuah gangguan ekspresi emosi yang tak disengaja. Kondisi ini memengaruhi kemampuan mengendalikan otot di wajah, mulut, dan tenggorokan. Gangguan ini juga memungkinkan Anda menangis atau tertawa secara terus menerus di waktu yang salah atau pun keluar di saat yang tidak Anda inginkan.

Kenali Pseudobulbar, Gangguan Otak yang Dialami Tokoh Joker

Misalnya, tertawa tanpa henti padahal Anda sedang mendatangi pemakaman seseorang. Kondisi ini kerap kali membuat orang salah kaprah atau salah mengerti. Kondisi ini langka dialami, kurang dari 150.000 kasus per tahun di Indonesia.

[Baca Juga: Ulasan Film Joker: Ketika Villain Berasal dari Orang Baik yang Tersakiti]

Akibat Terkena Pseudobulbar

Para ilmuwan yakin penyebab munculnya kondisi pseudobulbar pada seseorang adalah karena ditemukannya kerusakan pada korteks prefontal yang merupakan salah satu bagian otak yang membantu mengendalikan emosi. Kerusakan saraf dalam otak tersebut memengaruhi kinerja otak terkait dengan depresi dan suasana hati. Kecelakaan juga dapat menimbulkan kondisi ini apalagi jika mengenai otak. Biasanya, setengah dari pasien stroke mengidap kondisi ini.

Gejala Pseudobulbar

Melansir dari webmd.com (4/10/2019), penderita pseudobulbar biasanya memiliki gejala seperti tiba-tiba menangis atau tertawa secara tidak terkendali, menangis atau tertawa di situasi yang tidak tepat dan durasinya lebih lama dibanding orang normal, terjadi sangat sering, ekspresi wajah tak sesuai dengan emosi yang dikeluarkan, misalnya dia tertawa tapi ekspresi wajah terlihat ketakutan.

Gejala yang muncul tak sama sekali terkait dengan suasana hati. Dengan kata lain, bisa saja seseorang merasa bahagia tapi terus-terusan menangis. Sebelum mengalami kondisi pseudobulbar, biasanya akan kejang atau depresi. Kadang banyak orang yang juga keliru dengan depresi atau gangguan bipolar.

[Baca Juga: Memetik Pelajaran dari Karakter Joker dalam Kehidupan]

Jika Anda merasa mengalami kondisi ini, perasaan cemas di depan umum atau khawatir mengenai masa depan atau kehidupan sosial dan sering membatalkan rencana karena takut berlebihan juga merupakan tanda-tanda awal. Jika Anda merasa bingung dan frustrasi, saat mengalami atau melihat kerabat dengan gejala tersebut alangkah lebih baik untuk pergi ke dokter.

Read More

Artikel Lainnya

Cegah Virus Corona Masuk Indonesia, Kemenkes Siapkan 135 Thermoscanner

Kesehatan

Cegah Coronavirus Masuk Indonesia, Kemenkes Siapkan 135 Thermoscanner

25 January 2020, 10:00

Sebagai bentuk tindakan preventif penyebaran coronavirus, Kemenkes menyiapkan 135 thermoscanner di seluruh pintu masuk Indonesia.

Kinosaurus, Wadah Bertemunya Sineas dengan Penikmat Film

Berita Kawasan

Kinosaurus, Wadah Bertemunya Sineas dengan Penikmat Film

24 January 2020, 18:00

Dari awal pendiriannya, Kinosaurus menyimpan visi tersendiri yang sudah tercatat di benak para pendirinya. Apa sajakah itu?

Pemprov DKI Siapkan Berbagai Fasilitas untuk Menunjang Stasiun MRT Terintegrasi

Berita Kawasan

Pemprov DKI Siapkan Berbagai Fasilitas untuk Menunjang Stasiun MRT Terintegrasi

24 January 2020, 17:00

Fasilitas integrasi ini akan dilengkapi area komersial seperti restoran, kedai kopi, toilet, mushola, akses difabel berupa lift, dan akses eskalator untuk umum.

Hati-hati Coronavirus Kenali dan Cegah Penyakitnya

Kesehatan

Hati-hati Coronavirus: Kenali dan Cegah Penyakitnya

24 January 2020, 16:00

Coronavirus dengan mudah menyerang saluran pernapasan yang menyebabkan beragam penyakit pernapasan.


Comments


Please Login to leave a comment.